Papa Merindukannya

Papa Merindukannya
Bab 16 Terpaksa berbohong


__ADS_3

"Memangnya kalo bunda pulang bareng sama Afmar, kenapa?" tanya Ilona kepada anaknya yang sedang kegirangan.


"Kan bunda udah temenin Afmar di rumah sakit. Oh yah bunda, Afmar hampir saja lupa, jadi apa yang sedang bunda fikirkan tadi?" Afmar tiba-tiba mengingatkan Ilona.


"Emm... pertanyaan apa?" Ilona menjawab dengan gugup.


"Ituloh yang kata papah, bunda sedang menyadari sesuatu."


Ilona tiba-tiba terdiam sekaligus merasa kebingungan, bagaimana cara mengatakanya kepada Afmar, sedangkan apa yang akan di ceritakan itu adalah adegan dewasa.


Namun, Arthur yang memang sudah mendidik Afmar dalam segala hal pun memutuskan untuk menyela Ilona untuk bercerita kepada anaknya.


Ilona yang mendengarnya terkejut, ingin rasanya menutup mulut Arthur, namun itu terhalang karena Arthur sedang menyetir mobil. Afmar yang mendengarkan Arthur bercerita malah tertawa senang, karena ia tak menyangka bahwa Ilona memiliki kebiasaan yang sangat unik.


"Hahaha... bunda kenapa harus malu menceritakan hal lucu ini?" tanya Afmar.


Dengan wajah yang mulai memerah Ilona menjawab, "Karena bunda tidak mau Afmar tau tentang ini."


"Bundamu itu takut kalau fikiranmu akan menjadi rusak ketika mendengar soal ini." ucap Arthur yang tertawa kecil memilihat Ilona yang tiba-tiba menjadi canggung.


Afmar menggenggam tangan Ilona, "Bunda, tenanglah."


"Huaa... bunda hanya takut Afmar memiliki fikiran untuk pergaulan bebas, apalagi sekarang Afmar baru berumur 9 tahun." Ilona tiba-tiba menangis.


"Papah... istrimu ini sangat mudah menangis yah." ujar Afmar yang menggoda Ilona untuk tertawa kembali.


"Hey, itu juga bundamu." jawab Arthur tersenyum lebar.


"Ih... giliran bunda nangis gak ada yang mau rebutin, yaudah ah... bunda mau turun aja." ujar Ilona yang merasa kesal dengan perlakuan anak dan suaminya.


Afmar menarik tangan Ilona. "Ah... bunda, jangan maaf, bunda cuman punya Afmar kok kalau papah ga mau."


"Hey... bunda itu istri papah, jadi tentu saja bunda adalah milik papah seorang!"


"Lah... kok papah gitu sih!"


Akhirnya Ilona kembali tersenyum dan tertawa bersama suami dan anaknya, begitu hangatnya keluarga yang lengkap, andai dahulu mereka tidak pernah terpisah, namun jalan takdir yang di berikan oleh tuhan itu memang berbeda.


Sekarang Ilona dan Arthur mulai di satukan kembali oleh kehadiran sang buah hati, senyuman Ilona selalu terpancar saat berada di sisi Afmar. Afmar adalah hal yang paling berharga bagi mereka berdua.


🌻🌻🌻


Sesampainya mereka di lestoran afmar sangatlah kegirangan ingin segera mencicipi makanan kesukaannya, namun ketika mereka mulai memasuki lestoran tiba-tiba Ilona memanggil 1 pelayan dengan sebutan nama Livia.


Ternyata pelayan yang di panggil oleh Ilona itu adalah Livia, teman masa kecil Ilona dulu saat di panti asuhan, Ilona sangat tidak menyangka bahwa mereka akan bertemu di sini. Saat semasih kecil Ilona dan Livia selalu bersama, dimana ada Ilona disitupun ada Livia.


Namun, takdir memisahkan mereka, Livia di adopsi oleh keluarga kaya lalu di boyong langsung ke Inggris. Dihari itulah hari terakhir mereka bersama, dan sekarang ketika mereka sudah dewasa akhirnya garis takdir mempertemukan mereka kembali.


Alasan dari Livia memilih bekerja adalah untuk menghidupi kehidupan nya sekarang, karena keluarga angkatnya telah tega mengusirnya dari rumah tanpa alasan yang jelas. Livia tidak memiliki banyak uang untuk kembali ke panti asuhan, oleh sebab itu Livia memutuskan untuk bekerja sekaligus menabung untuk biaya nya pulang.

__ADS_1


"Aku tidak pernah menyangka bahwa kita akan bertemu disini Ilona." ujar Livia yang menggenggam tangan Ilona.


"Ini adalah sebuah garis takdir yang di berikan tuhan kepada kita, Livia." jawab Ilona.


"Andaikan dulu aku menolak mereka untuk mengadopsiku, mungkin aku tidak akan pernah berpisah denganmu."


"Sudah... biarlah itu semua sudah berlalu, sekarang kamu tatap masa depan yah."


"Hmm... iyah Ilona. Lalu kamu datang kesini bersama siapa?" tanya Livia.


Ilona kebingungan, bagaimana ia harus menjawab pertanyaan dari sahabatnya tersebut. "Oh itu, nanti aku beritahu lewat telepon atau chat yah."


Namun, tiba-tiba Arthur angkat bicara. "Aku suaminya, dan ini adalah anak Ilona, sisanya biar Ilona yang jelaskan padamu nanti."


Ilona yang mendengar Arthur lagi-lagi seenaknya berbicara hanya bisa terdiam dan membetulkan ucapan nya.


"I... iyah." Ilona menjawab dengan raut wajah tegang.


"Ouh... maaf membuat kalian menunggu, mari masuk." Sambut Livia yang mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam lestoran.


Ilona yang gugup tiba-tiba menggegam tangan anak dan suaminya. Pada awalnya Afmar sangat terkejut karena Ilona secara tiba-tiba menggegam tangannya, namun Arthur bergegas memberikan sebuah kode melalui kedipan mata.


Sampai di ruangan makan, Ilona hanya terduduk diam sambil terus menggenggam tangan Arthur dan Afmar. Arthur tidak tau harus bagaimana lagi, jadi ia memutuskan untuk memeluk Ilona agar hatinya kembali tenang.


Arthur memeluk Ilona dengan erat. "Ilona, sudah jangan hawatir, aku percaya sahabatmu itu dapat di percaya."


Ilona melepaskan genggaman tangannya terhadap Afmar, lalu Ilona memeluk balik Arthur, dan berkata. "Aku hanya takut semua orang tau, aku belum siap untuk menerimanya, aku takut."


"Hzmm... hmm... Afmar ga akan di peluk gitu?" sindir Afmar lewat suara batuk palsu.


Ilona langsung melepaskan pelukan Arthur darinya dan beralih memeluk Afmar.


"Umm... anak bunda sayang, maaf yah sayang." ujar Ilona sambil terus memeluk Afmar.


"Iyah bunda, tapi Afmar sudah lapar, kapan kita makannya?" ucap Afmar yang mengeluh.


Arthur langsung memanggil Livia untuk meminta daftar menu, dan menulis semua pesanan yang Afmar inginkan.


Ilona berbicara pada dirinya sendiri, bahwa ia tidak boleh untuk cepat jatuh cinta lagi kepada Arthur, ia tau bahwa Arthur adalah satu-satunya laki-laki yang dapat mengertinya dengan sangat baik, namun ia tetap harus menegakan pendirian nya.


Terbalik dengan Arthur ia hanya ingin Ilona cepat kembali bersamanya, Arthur percaya pada dirinya sendiri bahwa ia dapat membuat Ilona jatuh cinta kembali padanya sebelum proyek museum selesai di buat.


Singkatnya semua makanan yang Afmar pesan pun akhirnya datang.


"Wah... enak-enak semua ini, papah kalo gak abis bawa ke hotel yah, kasian teman-teman Afmar jadi gak ketemu sama bunda, tapi Afmar udah punya foto bunda kok." ujar Afmar.


"Iyah... yaudah cepet makan aja dulu." seru Arthur.


"Jangan lupa berdo'a yah." Ilona mengingatkan Afmar dan Arthur untuk berdo'a.

__ADS_1


"Baik bunda." jawab mereka bersamaan.


30 menit kemudian.


"Akhirnya kenyang, yu pulang pah! tante Livia ini semua bungkus yah, hihi..." seru Afmar.


"Yasudah, Afmar sama bunda duluan ke mobil yah."


"Okay."


Pada saat Ilona berjalan menuju mobil ia baru ingat kalau Arthur tidak boleh mengetahui selama ini ia tinggal dimana, untungnya salah satu rumah teman Ilona berada di daerah sekitar lestoran tersebut.


Setelah 5 menit Arthur datang ke mobil. "Nih makanannya."


"Ah... makasih papah." ujar Afmar yang senang.


"Arthur, kayanya aku jalan kaki saja deh, soalnya tempat tinggalku dekat daerah sini." ucap Ilona yang beralasan.


"Ouh, yasudah kita antar, jangan menolak!"


Ilona hanya bisa pasrah ketika Arthur mengatakan (jangan menolak), dengan terpaksa Ilona harus berbohong pada Arthur.


Ketika mereka sampai di depan rumah teman Ilona, tanpa basa basi Ilona langsung turun dari mobil, namun Afmar menarik tangan Ilona, seraya berkata. "Bunda! ikut Afmar ke hotel yah, please."


Ilona tidak bisa melakukan itu untuk sekarang, tetapi Ilona langsung memberikan pengertian terhadap Afmar. "Afmar, ingat tidak dengan ucapan hari ini? Afmar mau tunggu bundakan?"


Afmar menundukan kepalanya, lalu berkata. "Tapi bunda harus janji sama Afmar akan menepatinya."


Ilona mengusap kepala Afmar, dan mengucapkan salam permisahan "Iyah sayang, bunda pamit yah, besok kita ketemu lagi.


"Iyah bunda..."


"Berhati-hatilah di jalan, ingat Arthur jangan ngebut yah!" ujar Ilona yang memperingati.


"Iyah bawel." Arthur pun segera menjalankan mobilnya.


🌻🌻🌻


...♥Bersambung..... lanjut baca Bab 17 yah!, makin kepo ga nih?, Jangan lupa untuk terus suport, dan selalu berikan dukungan terbaik Kalian.♥...


づ ̄ ³ ̄)づ


Waktunya iklan check💘


Jangan lupa mampir ke Novel baru Author yah❤


Judulnya : Cinta Dalam Balas Dendam


__ADS_1



__ADS_2