Papa Merindukannya

Papa Merindukannya
Bab 52 Modus punya adik


__ADS_3

IKLAN: Cup... cup... cup... author, come back untuk update, maafkan atas ketelatan up nya, semoga kalian tidak kabor, xixixi.


...****************...


"Apa sayang?" tanya Arthur dengan wajah yang menggemaskan.


"Di rumah masih banyak hal yang harus ku lakukan loh, mana aku baru pulang lagi, masa langsung kabur gini." ujar Ilona, yang menolak halus Arthur.


Namun, Arthur memiliki seribu satu cara untuk membujuk Ilona. Arthur, berhasil menjadi satu-satunya lelaki yang terkadang permintaan nya tidak dapat Ilona tolak.


Arthur, berbaring di atas paha Ilona. "Sayang... padahalkan ini permintaan suami mu, masa sih istriku yang cantik ini malah nolak ajakam suaminya, gimana kalo suaminya sedih."


"Arthur, jangan coba coba untuk membujuk ku yah!" seru Ilona.


"Umm... sayang, ayo ke kantor ikut aku, please." bujuk Arthur.


"Engga, kalo kata aku engga ya engga."


"Kok kamu malah marah sih..." ujar Arthur dengan mengerutkan alisnya.


"Ma-maafkan aku." ujar Ilona dengan nada suara grogi.


"Ayolah... nanti di kantor gak ada yang urusin aku tau."


"Adira? diakan tangan kanan kamu."


"Iyah tau, cuman aku pengen kamu, nggak mau orang lain. Kalo kata aku mau kamu yaudah kamu, jangan bilang si Adira."


"Apasih kamu nurutin." lirik Ilona dengan tatapan sinis, namun dengan senyuman yang terpancar di pipinya.


"Ikut yah sayang..." Arthur kembali membujuk.


"Kau ini, yaudah okay aku ikut." ujar Ilona.


Arthur, yang senang pun langsung memeluk Ilona dengan sangat erat. "Ummm cayang. Pak, cepat tancapkan gasnya, ngebut aja gapapa."


Dengan perasaan yang cukup aneh sang supir pun meng'iyakan apa yang di katakan oleh Arthur, karena ia baru saja melihat Arthur berubah sembilan puluh derajat di saat bersama Ilona.


"Arthur, kau ini." ujar Ilona.


Memeluk Ilona dengan erat. "Umm, gapapalah."


"Ish... habisnya kamu mau apasih bawa aku ke kantor?" tanya Ilona.


"Jika masalah berawal dari kantor, berarti kita juga harus segera mengakhirinya di kantor." jawab Arthur.


"Maksudnya? aku tidak mengerti."


Arthur, melepaskan pelukannya dan kembali duduk mengarah ke Ilona. Setelah itu, Arthur pun langsung mengecup kening Ilona, lalu berkata. "Muah... masalah sepuluh tahun yang lalu itu berasal dari kantor kan? nah sekarang kau harus ke kantor untuk menyelesaikannya."


"Apa yang harus ku lakukan?" tanya Ilona dengan raut wajah yang sedikit mulai merasa panik.


Arthur, mengusap kepala Ilona. "Tenang saja, ini sangat mudah."


"Eumm... baiklah sayang." jawab Ilona.


...----------------...


15 menit kemudian

__ADS_1


Mereka pun akhirnya sampai di kantor perusahaan Sheng. Senang rasanya Ilona telah kembali ke negara ini, kehidupan begitu jauh lebih indah ketika di hiasi oleh kehadirannya.


Sesampainya mereka di kantor, tanpa basa-basi Arthur langsung menggendong Ilona dari dalam mobil hingga masuk ke dalam perusahaan. Dan betapa terkejutnya para karyawan kantor ketika mereka semua melihat Ilona telah benar-benar kembali.


"Hey... Tuan Arthur, membawa seorang wanita masuk ke dalam kantor." desis karyawan penjaga pintu.


"Kira-kira siapa dia?" tanya karyawan lain.


"Entah..."


Tanpa basa-basi. Arthur, langsung mengumumkan berita kepulangan Ilona kepada para karyawan kantor, Sorak dan kebahagiaan karyawan pun seketika langsung kembali saat mendengar berita yang di sampaikan oleh Arthur.


"Bukakan pintu!" seru Arthur.


Para penjaga pintu bergegas membukakan pintu untuk Arthur, dan ketika Arthur telah mulai memasuki kantor ia langsung menyeru para karyawannya. "Perhatikan semuanya! nyonya kalian sudah kembali!"


"Wah... apakah itu benar-benar nyonya Ilona?" tanya salah satu pegawai administrasi.


"Waw! dia benar-benar nyonya Ilona." teriak karyawan lain.


"Nyonya! kau kemana saja? kami sangat merindukan mu!" seru karyawan lainnya lagi.


......................


"Arthur... kau ini, bagaimana aku harus menyapa mereka semua? turunkan aku." ujar Ilona.


"Ah... ga usah di tanggepin, biarin aja karna kamu bisa menyapa mereka kapan saja mulai sejak hari ini." ujar Arthur, yang terus menerus berjalan ke arah ruangan pribadinya tanpa berhenti.


"Hmm... baiklah suamiku."


"Nice, penurut."


Seluruh karyawan memberikan hormatnya. "baik Tuan."


"Okay, kembali bekerja."


"Sayang, kau sangat sadis." ujar Ilona.


"Tentu saja, akupun akan lebih sadih ketika kita sudah berduaan di dalam ruangan ku."


"Arthur, jangan bilang kalau kamu mau___" lagi-lagi kebiasaan Arthur itu kembali, ia langsung mencium bibir Ilona tanpa memberikan aba-aba.


"UHM... !!!"


"Ilona, jangan keras-keras..." bisik Arthur.


"Kalo begitu berhenti menggodaku!" seru Ilona.


"Ahh sudah diam, ayo kita naik ke lantai dua yuhu..."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sesampainya mereka di ruangan pribadinya. Arthur, segera mengunci pintu dan langsung membawa Ilona ke atas sofa.


"Kau tau sayang? aku sangat menginginkan seorang anak perempuan yang cantik." ujar Arthur.


"Jangan sekarang Arthur, Afmar masih butuh kasih sayang dari kedua orang tuanya." jawab Ilona.


"Bukan aku aja yang minta sayang, Afmar juga mau kok." bujuk Arthur.

__ADS_1


"Benarkah?" tanya Ilona.


"Jika kau tidak mempercayaiku, tanyakan saja sendiri."


"Eumm... bagaimana ya? biarkan aku mempertimbangkan nya dulu."


"Ayolah sayang... jangan menolak ku." ujar Arthur dengan sikap agresif nya.


"Puftt... kamu kenapa sih? kaya yang ngebet banget." ujar Ilona, yang tertawa kecil yang melihat keagresifan suaminya.


"Sayang!" ujar arthur.


"Hahaha... baiklah-baiklah, ayo kita lakukan bersama demi kebahagiaan Afmar." jawab Ilona.


"Nah gitu dong dari tadi." ujar Arthur yang langsung meraba-raba tubuh Ilona.


"Lakukan secara berlahan okay? aku tidak mau para karyawan mendengar sesuatu hal yang janggal." ujar Ilona yang hanya dapat pasrah pada suaminya.


"Baiklah sayang."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain tempat, yaitu di sekolahan Afmar. Afmar, dan teman-temannya langsung memulai kembali untuk memperbincangkan orangtuanya masing-masing.


"Asal kalian tahu, orangtua ku kemarin menyuruhku lagi untuk mencuci piring, padahalkan di rumah ada pembantu." ujar Alex.


"Mungkin orangtua mu menginginkan sosok dirimu yang mandiri." ujar Danis.


"Sekarang giliran ku, kemarin Ayahku menyuruhku untuk tidur jam sembilan, padahalkan aku biasanya tidur jam sepuluh, dan yang paling membuatku kesal Ibuku malah ikut-ikutan ngomporin, kan kesel." ujar Misha.


"Aku si baik-baik aja." ucap Danis secara singkat, padat, dan jelas.


"Hahahaha... kau itu terlalu sempurna Danis." seru mereka bersamaan.


"Sekarang giliran ku, kalian harus mendengarnya baik-baik." bisik Afmar.


"Baiklah katakanlah."


"Kejadian ini baru saja terjadi tadi, Papahku malah mencium Bunda di hadapan ku, mana aku lagi di tengah-tengah mereka lagi. Mereka berdua sangat tidak memperhatikan ku yang berada tepat diantara mereka berdua. Jadikan mataku ternodai oleh mereka." ujar Afmar dengan nada bicara yang sangat kesal.


"Puftt... hahaha... paman Arthur, pasti mengerjaimu lagi Afmar." ujar Alex yang langsung tertawa dengan terbahak-bahak.


"Matamu bukan ternodai lagi, tapi memang sudah ternodai Afmar." ujar Misha yang menepuk jidatnya.


"Orangtua kita juga manusia yang memiliki kelebihan dan kekurangan, mereka saja menerima kita apa adanya masa kita nggak, udah deh maaffin aja mereka." ucap Danis yang menyampaikan ayat-ayat kebijaksanaan nya.


"Laksamakan pak!" Seru Afmar, Alex, dan Misha bersamaan.


Dengan senangnya mereka pun akhirnya tertawa bersama. "Hahahaha..."


Bersambung.................


Jangan lupa Like, Vote, Favorite, Tips and Komen.づ ̄ ³ ̄)づ


"Author sangat sangat serakah!" ujar Afmar.


Jangan lupa mampir ke Novel baru Author yah❤


Judulnya : Cinta Dalam Balas Dendam

__ADS_1



__ADS_2