
Arthur merasa sekarang Ilona benar-benar seperti Ilona yang dulu, Ilona yang mencintainya.
"Ilona, I love you!" ucap Arthur secara tiba-tiba.
"I love you to." jawab Ilona yang tersipu malu.
"Argh!... kalian tidak lihat apa disini ada aku? pokoknya tidak ada peryataan-peryataan cinta di depan ku!" seru Afmar.
"Umm... anak bunda, iyah engga, bunda juga sayang Afmar, sayang banget..." ujar Ilona yang berusaha untuk mengalihkan.
"Bunda bohong!... bunda bohong!... bunda sayang nya cuman sama papah!" rengek Afmar yang langsung melepaskan pelukan mereka berdua.
"Sayang... gak boleh kasar kaya gitu, bunda sayang sama Afmar, kalo bunda gak sayang sama Afmar pasti Afmar gak akan pernah lahir ke dunia ini, kamu bisa disini itu karena bunda sayang sama Afmar." Ilona berusaha menenangkan Afmar.
"T... tapi bunda tadi jawab peryataan cintanya papah."
"Papah, kan suami bunda, wajar aja kalo bunda jawab peryataan cintanya papah ke bunda, bukan berarti kalo bunda jawab peryataan cinta papah tuh gak sayang sama kamu."
"Berarti bunda sayang kan sama Afmar?"
"Afmar, bundamu itu sangat menyayangimu, sampai-sampai ketika kemarin kamu sakit bundamu selalu menyalahkan dirinya sendiri atas kecelakaan mu, jangan ragukan lagi cinta dari bundamu sendiri, Afmar." Arthur menjawab pertanyaan Afmar.
"Benarkah bunda?" tanya Afmar.
"Emm... benar, jangan marah-marah lagi sama bunda yah sayang, bunda jadi sedih."
"Iyah bunda, maaffin Afmar yah."
"Umm... anak bunda, kesayangan bunda, gapapa kok sayang." Ilona memeluk Afmar.
Afmar berfikir karena kecelakaan nya kemarin teman-temannya jadi tidak mempunyai kesempatan untuk bertemu dengan bundanya, maka ia pun meminta izin kepada Ilona dan Arthur untuk memperbolehkan teman-temannya ke kantor.
"Bunda, aku punya teman-teman yang ikut ke sini, bunda jangan hawatir kalau mereka mengetahui bunda itu adalah bunda Afmar, karena mereka semua memang penjaga rahasia yang sangat baik. Kemarin rencananya kita mau ketemu sama bunda, di karenakan kemarin Afmar kecelakaan semuanya jadi gagal, kasian teman-teman Afmar jadi gak punya kesempatan buat ketemu bunda."
"Umm... iyah bunda percaya pada teman-teman nya Afmar." ucap Ilona yang mempercayai anaknya.
"Jadi? pada intinya kamu mau meminta apa?" tanya Arthur.
"Izinkan teman-teman Afmar datang ke kantor, kami berjanji setelah bermain dengan bunda sebentar, kami semua akan menunggu bunda dan papah balik ke kantor."
"Berjanjilah pada bunda. Ingat Afmar jangan pernah menyusul lagi ke tempat pembangunan!kalau kamu membantah apa yang dikatakan oleh papah sekarang... akan sangat di pastikan kamu mendapatkan menghukuman yang sangat berat." ujar Arthur yang mengancam Afmar.
"Iyah-iyah. Bunda Afmar berjanji akan berada disini dan tidak akan menyusul ke tempat pembangunan."
"Baiklah, bunda sangat mempercayai Afmar sepenuhnya, jangan kecewakan bunda yah sayang, yasudah sekarang sebaiknya kamu segera menelfon teman-teman mu untuk datang kesini." ucap Ilona dengan senang hati.
"Baiklah, terimakasih Bunda." jawab Afmar yang segera menelfon teman-teman nya.
...Isi percakapan di telfon...
"Halo, teman-teman."
^^^"Halo, ada apa Afmar?"^^^
__ADS_1
"Datanglah ke kantor papahku sekarang, kemarin kalian semua tidak memiliki kesempatan untuk menemui bundaku kan? ya... itu karena kecelakaan yang di alami olehku, namun sekarang aku akan menebusnya."
^^^"Kau serius Afmar? baiklah, sebentar lagi kita sampai ke kantor papahmu."^^^
Afmar, sangat merasa senang karena pada akhirnya ia dapat mempertemukan teman-temannya kepada Ilona.
*15 menit kemudian.
Tuk... tuk... tuk*...
"Permisi tuan." ucap karyawan Arthur.
"Papah... sepertinya itu teman-teman ku, biar Afmar saja yang bukakan."
"Yasudah, pergi bukakan pintunya." jawab Arthur.
Afmar bergegas ke depan pintu untuk membukakan pintunya, dan benar saja yang datang adalah teman-temannya.
"Afmar!" teriak Misha.
"Hey Misha, ini di kantor turunkan suaramu." tegur Danis kepada Misha.
"Iyah, maafkan aku ya Afmar."
"Iyah tidak apa-apa, terimakasih kakak cantik sudah mengantar teman-teman ku kesini." ujar Afmar.
"Ahh... tuan muda Sheng tidak apa-apa, saya gak keberatan kok, yasudah saya izin ke lobby lagi yah tuan muda." ucap karyawan yang tersipu malu.
"Iyah, bye kakak cantik."
"Ish kamu nih Alex, sabar dong." ucap Misha menegur Alex.
"Hahaha... yasudah, ayo masuk ke dalam."
Mereka berempat pun masuk ke dalam ruangan bersamaan, saat mereka masuk Ilona sudah berdiri tegak di hadapan mereka, dan betapa terkejutnya mereka semua saat melihat kecantikan yang di miliki oleh Ilona.
"Afmar... apakah mereka semua teman-teman mu?" Ilona bertanya sambil memberikan senyuman manis kepada teman-teman Afmar.
"Teman-teman, perkenalkan ini adalah bundaku." ucap Afmar yang memperkenalkan Ilona kepada teman-temannya.
"Waw! Afmar apakah ini adalah bundamu? dia sangat cantik seperti seorang putri yang kamu culik." ujar Misha yang terkagum-kagum saat melihat fisik yang dimiliki oleh Ilona.
"Kau benar Afmar, bunda mu itu memang sangat cantik, dan mulai sejak hari ini aku tidak akan pernah membantah lagi bahwa kau itu tampan." bisik Alex kepada Afmar.
"Hahaha... akhirnya kau mengakui bahwa aku itu sangat tampan." ujar Afmar yang merasa puas dengan pujian Alex.
"Hey... aku itu mengatakan kau tampan bukan sangat tampan!, tetap saja aku yang paling tampan!." Alex membanggakan dirinya sendiri.
"Afmar itu memang sangat tampan, kau saja yang merasa so tampan, eiw." Misha mulai mengejak Alex lagi.
"Kalian ini! harus aku beritahu sampai berapa kali lagi!?" seru Danis dengan tatapan tajam.
"Emm... ya maafkan kami." ucap maaf Misha dan Alex bersamaan.
__ADS_1
"Hahaha... bunda, maafkan sikap kami yah, terkadang kami juga suka sedikit bertengkar, terutama Alex dan Misha."
"Tidak apa-apa sayang, coba bunda ingin tahu nama-nama dari teman-teman kamu."
"Aku... aku dulu." Misha menunjuk tangan nya.
"Eumm... boleh, siapanih namanya?" tanya Ilona dengan suara lembutnya.
"Aku Misha."
"Ouh baiklah, halo Misha aku bundanya Afmar."
Ucap Misha di dalam hatinya: 'Astaga! astaga! bundanya Afmar sangat manis sekali, benar-benar seperti seorang putri, uwu.'
"Sekarang giliran ku tante, perkenalkan namaku Danis, salam kenal, tante sangat cantik." ucap Danis apa adanya.
"Wah... terimakasih Danis."
"Sekarang aku. Halo bundanya Afmar, perkenalkan nama aku Alex, teman Afmar yang paling tampan." ucap Alex dengan menuh percaya diri.
"Hahaha... baiklah, berarti ada Misha, Danis sama Alex, yah?"
"Betul sekali!" ucap mereka semua bersamaan.
"Bunda... temenin Afmar sama temen-temen main sebentar yah, please." Afmar membujuk Ilona.
"Tidak ada! bunda mau pergi bekerja bersama papah." jawab Arthur.
"Lah papah, please bentar doang cuman biar temen-temen Afmar lebih lama aja liat bunda."
"Iyah paman, please sebentar lagi aja, okay?" Misha tiba-tiba membantu Afmar untuk membujuk Arthur.
Ilona melirik ke arah Arthur. "Berikan mereka waktu, sebentar saja, bolehkan?"
"Argh... baiklah, hanya sebentar!"
Yey!!
Percakapan yang mereka bicarakan memang tidak terdengar sampai keluar, namun Susan yang melihatnya merasa jengkel dan tidak suka dengan kehadiran Ilona di kantor ini.
Susan berfikir untuk terus mencelakai Ilona, dengan cara apapun dan bagaimanapun ia akan tetap ingin kenghancurkan kehidupan Ilona.
🌻🌻🌻
...♥Bersambung..... lanjut baca Bab 22 yah!, makin kepo ga nih?, Jangan lupa untuk terus suport, dan selalu berikan dukungan terbaik Kalian.♥...
...Jangan lupa like + vote, klik tombol favorit, dan jangan sampai ketinggalan cerita...
...♡(∩o∩)♡...
Jangan lupa mampir ke Novel baru Author yah❤
Judulnya : Cinta Dalam Balas Dendam
__ADS_1