
Susan sudah bekerja sangat lama bersama Arthur sekitar 15 tahun lamanya. Pada awalnya Susan pergi ke kantor perusahaan Sheng untuk melamar pekerjaan, sesampainya Susan di kantor ia tak sengaja bertabrakan dengan Arthur yang menyebabkan minuman yang sedang ia pegang tumpah ke bajunya.
karena Arthur adalah laki-laki yang bertanggung jawab dan iapun tidak mau merusak nama baik perusahaan karena kejadian itu, maka Arthur memutuskan untuk langsung menerima Susan bekerja di perusahaan sekaligus memberikan pangkat tertinggi untuknya yaitu sebagai sekertaris pribadi. Karena kemurahan hati yang diberikan Arthur padanya Susan langsung jatuh cinta pada Arthur untuk pandangan pertama.
Awalnya Susan adalah gadis yang sangat baik, dan bayangkan saja Susan telah menyimpan perasaannya kepada Arthur selama kurang lebih 15 tahun lamanya. Namun awal dari kehancuran kisahnya adalah ketika Arthur tiba-tiba memilih untuk menikah cepat, dan pernikahan yang di adakan pun tidak di sebar luaskan sembarangan.
Walau Susan menelan semua perasaannya kembali, ia tetap berlaku baik kepada istri Arthur yaitu Ilona, pada saat itu Ilona masih berumur 20 tahun dan Susan berumur 22 tahun, Susan sangat baik dalam memperlakukan Ilona, sampai pada Akhirnya ada kejadian itu.
Kejadian yang dimana Arthur tidak dapat mengendalikan emosinya yang membuat Ilona terusir, di situlah awal mula munculnya ide untuk merebut Arthur dari Ilona.
Sekarang Ilona sudah kembali ke sisinya Arthur, sekarang Susan memiliki 1 rencana untuk mencelakai Ilona yaitu, ia akan naik ke kerangka museum lantai 2 lalu ia akan menjatuhkan sesuatu ke Kepala Ilona, walau itu tidak terlalu menyakitkan, namun bisa menjadikannya geger otak.
Bergumam, "Ilona kamu telah menghancurkan harapan ku sekali lagi, tapi untuk kali ini aku tidak akan main-main lagi, kali ini Arthur akan menjadi miliku lihat saja nanti. Ilona aku tidak akan melepaskan mu!"
Arthur tiba-tiba datang dan menepuk pundaknya Susan, "Susan... apa kamu berbicara sesuatu?. Sebaiknya kita cepat mempersiapkan semuanya, kamu siap siap untuk mencatat bahan-bahan bangunan yang akan di butuhkan selanjutnya."
Susan terkejut. "Ah... aku tidak berbicara apa-apa. Baiklah aku akan segera menyusulmu, sebentar aku harus mencari buku ku dan pulpen nya dulu."
"Baiklah, jangan lama-lama yah Susan, oh ya Susan aku lupa memberitahumu Afmar ada disini bersama teman-temannya, tapi kamu tenang saja mereka jauh dari area pembangunan, aku ingin kamu memberitahukan kepada asisten mu untuk menjaga mereka semua di taman belakang pembangunan."
"Oh syukurlah, aku sangat menghawatirkan Afmar jika ia bermain di dekat area pembangunan, karena apapun bisa terjadi padanya. Baiklah Arthur aku akan segera menghubungi Sista untuk menjaga mereka." ujar Susan yang lagi-lagi bersandiwara.
"Terimakasih Susan, aku pergi dulu kamu cepat yah!" seru Arthur.
Susan bergegas menelfon Sista untuk memintanya menjaga Afmar beserta teman-temannya di taman belakang pembangunan.
Bergumam. "Arthur, mengapa kamu selalu bersikap manis padaku?, dan kau juga mempercayakan anakmu padaku, padahal disini ada Ilona, oh... atau Afmar belum mengetahuinya?, yasudahlah aku fikirkan nanti sekarang telfon dulu Sista."
Tut... Berdering...
...Isi percakapan di telfon...
"Halo Sista, Arthur memintaku untuk menyuruhmu menjaga Afmar beserta teman-temannya di taman belakang pembangunan, kamu jaga mereka baik-baik yah."
^^^"Oh baiklah, saya akan segera ke taman."^^^
"Terimakasih Sista, aku tutup telfon nya."
Tut......
__ADS_1
Susan bergumam kembali. "Ilona, lihatlah suamimu sepertinya ia sudah kehilangan cintanya sebagian, tenang Ilona aku akan menjaga suamimu beserta anakmu. Sekarang aku harus pergi ke tempat Arthur."
Disisi lain Afmar sedang menceritakan Ilona kepada teman-temannya. Afmar begitu sangat gembira karena setelah waktu istirahat datang ia akan menemui bundanya bersama teman-temannya juga.
Tetapi suasana berbeda saat Sista datang untuk menjaga mereka, namun seperti biasa Afmar membuat rencana untuk menemui bundanya lebih awal, tidak bertemu langsung pun tak apa yang penting ia ingin melihat wajahnya untuk di foto lalu di perlihatkan kepada teman-temannya.
Misha berbisik. "Wah... pesuruh tante Susan datang, kayanya dia mau menjaga kita disini."
"Hmm... sangat mengecewakan, kita selalu di pantau tidak sebebas di rumah." ujar Alex yang mengeluh.
"Padahal disini ada aku, kalo ada orang yang berniat jahat sama kita akan ku pastikan untuk menghajar mereka." seru Danis yang percaya diri.
"Hahaha... sepertinya dia di suruh oleh papah deh, sebentar akan ku tanyakan dulu." ujar Afmar sambil meninggalkan teman-temannya.
"Baiklah, disini kamu yang selalu mengurus semuanya." ujar Alex.
"Yakan memang Afmar itu henat, gak kaya kamu Alex!" seru Misha yang mengejek Alex.
"Kalian ini lebih tua, malulah denganku." ucap Danis membanggakan diri.
Menyeru bersamaan. "Diam!"
"Eh Afmar, iyah benar tante disini untuk menjaga kalian atas perintah direktur." jawab Sista.
"Emm... tante, kenapa yah papah selalu memantau kami? kan tidak mungkin kami berempat di culik."
"Papahmu sangat sayang padamu Afmar, alasan nya adalah pak direktur tidak mau kehilangan kamu, pak direktur sudah kehilangan istrinya pasti dia juga tidak mau kalau nanti harus kehilangan kamu." ucap Sista dengan lembut.
Afmar yang mendengarnya merasa terharu karena apa yang di katakan nya ada benarnya juga. "Emm... baiklah, Afmar kembali dulu ke teman-teman Afmar."
Setelah itu Afmar berbicara dengan teman-temannya. Karena Afmar sangat tidak sabaran jadi ia memutuskan untuk memotret Ilona dan hasil fotonya ia akan perlihatkan kepada teman-temannya, namun sepertinya ada hal yang tidak mengenakan yang akan terjadi.
"Teman-teman kalian tunggu saja disini sebentar, aku akan segera kembali setelah memotret." seru Afmar yang meninggalkan taman lewat jalan belakang.
"Baiklah berhati-hatilah, jangan sampai ketauan!" seru Misha.
Disisi lain tempat yaitu di area pembangunan, Susan sedang menulis hal-hal apa saja yang di perlukan untuk pembangunan museum.
Karena Susan sudah ada niat buruk pada Ilona ia naik ke lantai 2 kerangka pembangunan yang bermodus untuk menjatuhkan sesuatu ke kepala Ilona dan sangat kebetulan sekali disana terdapat wadah yang berisikan semen.
__ADS_1
"Hmm... dunia saja mendukungku untuk mencelakai Ilona. Aku akan menunggu dulu waktu yang tepat untuk menjatuhkan wadah itu, emm... di tambah pura-pura jatoh juga kali yah? biar makin meyakinkan gitu." Gumam Susan dengan senyuman jahatnya.
Tak lama kemudian truk pembawa pasir datang, ini adalah kesempatan bagus untuk Susan menjatuhkan wadah berisi semen ini ke kelapa Ilona, karena tidak akan ada yang memperhatikan nya semua sibuk menurunkan pasir dan barang-barang lainya.
"Ilona, kamu benar-benar ingin di celakai olehku yah? karena kamu tetap berdiri tegap di bawahku tidak berpindah sedikitpun. Baiklah Ilona, bersiap-siaplah!" gumam Susan yang sedikit demi sedikit mendorong wadah semen tersebut.
Namun, sepertinya rencana Susan akan di gagalkan oleh Afmar, karena Afmar sedang diam-diam memotret Ilona, dan ia melihat wadah semen tersebut akan jatuh menimpa kepala bundanya.
"Ilona aku mulai menghitung mundur 3... 2... 1... ups jatuh!, maaf." Gumam Susan yang sudah menjatuhkan wadah semen tersebut.
Afmar yang sedang memotret Ilona dari sisi tiang bangunan, tak sengaja ia melihat wadah semen yang mulai akan mendarat di kepala bundanya, ia bergegas berlari dan langsung mendorong menggantikan posisi Ilona, sayang nya malah ia yang tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri.
"Hah... Bunda awas!" teriak Afmar sambil berlari menuju Ilona.
"Afmar?" lirik Ilona kebingungan.
Afmar mendorong Ilona sekuat tenaga sampai Ilona terjatuh, namun sayangnya malah Afmar yang tertimpa oleh wadah semen tersebut.
"Afmar!!!" teriak Ilona.
Susan yang melihat kejadian salah sasaranya dari lantai 2 seketika badanya menjadi dingin, perasaanya yang tiba-tiba berubah menjadi campur aduk dan ia langsung jatuh pingsan.
Ilona bergegas menggendong Afmar dengan tangisan yang mengiringinya. "Afmar!... kenapa Afmar!?... kenapa kamu malah menggantikan bunda?"
Arthur yang mendengar teriakan Ilona bergegas menghampirinya, dan begitu terkejutnya ia saat melihat anaknya jatuh pingsan dengan sisi kiri badan nya dilumuri dengan semen.
🌻🌻🌻
...♥Bersambung..... lanjut baca Bab 14 yah, makin kepo nih. Jangan lupa untuk terus suport, dan selalu berikan dukungan terbaik Kalian.♥...
♡(∩o∩)♡
Jangan lupa mampir ke Novel baru Author yah❤
Judulnya : Cinta Dalam Balas Dendam
Waktunya iklan check💘
__ADS_1