
"Afmar-Afmar, kamu itu memang pelupa yah." gumam Ilona, sambil tersenyum.
Afmar, yang sudah mendapatkan mainan nya tersebut pun segera berlari dengan sangat kencang untuk segera memainkan nya.
"Papah... !!! lihatlah, ayo kita bersaing mebuat istana pasir, siapa yang paling bagus dialah pemenangnya." ujar Afmar, yang menantang Arthur.
"Okey! siapa takut." jawab Arthur, dengan percaya diri.
"Tapi nggak boleh pake bantuan apapun, yang boleh pake alat cuman Afmar, karena papah tadi bilang kalo papah bisa bikin istana pasir pakai tangan kosong."
"Eumm... okey deh, kalo jelek maaf yah."
"Ya tidak apa-apa, kalo begitu Afmar pasti menang, hahaha." ujar Afmar, yang menertawakan Arthur.
"Kita lihat saja nanti, siapa yang bagus dan siapa yang buruk."
"Okey! waktunya di mulai dari sekarang!" seru Afmar.
Mereka pun dengan tergesa-gesa segera membangun istana pasir, siapa yang paling bagus istananya ialah pemenangnya. Afmar, segera menjauh dari Arthur yang tujuan nya adalah untuk berjaga-jaga apabila Arthur ingin mencontek istananya.
Ilona, yang telah selesai mengerjakan pekerjaan nya pun segera menuju ke pantai untuk melihat aktifitas yang di lakukan oleh anak dan suaminya. Afmar begitu sangat senang ketika melihat Ilona, yang akhirnya menyusul mereka.
"Hai semuanya, sayang-sayangku." ujar Ilona.
"Wah bunda! akhirnya bunda nyusul juga." jawab Afmar, dengan senang hati.
"Kalian sedang apa?" tanya Ilona.
"Kami sedang membuat istana pasir bunda, siapa yang paling bagus dialah pemenangnya." jawab Afmar.
"Astaga... bagaimana ini, apakah Arthur akan membuat istana pasir lebih bagus dari pada Afmar? diakan sudah terbiasa membuat bangunan, tentu saja desain nya pasti bagus." ujar Ilona, di dalam hatinya.
"Yasudah bunda, bunda tunggu saja dulu di sana. Nanti bunda, nilai yah istana siapa yang paling bagus."
"Emm baiklah, semangat sayang." ujar Ilona, yang menyemangati Afmar.
20 menit kemudian.
"Bunda... kami sudah beres loh!" seru Afmar.
"O yah? mana bunda lihat." Ilona, segera beranjak dari tempat duduknya menuju ke istana pasir yang di buat oleh Afmar.
Istana pasir buatan Afmar.
"Wah... bagus sekali sayang istana pasirnya, adakah seorang putri di dalamnya?" ujar Ilona, yang kagum.
"Ada lah, bunda tau siapa?" tanya Afmar.
"Siapa?"
"Di dalam istana ini ada seorang ratu dan seorang putri. Ratunya bunda putrinya ya... adik bayi, hehehe."
__ADS_1
"Umm... iyah sayang, terimakasih."
Arthur, melirik ke arah Ilona dan Afmar, setelah itu ia pun langsung memberitahukan Ilona, bahwa yang telah menyelesaikan istana pasirnya itu bukan hanyalah Afmar saja. "Papah, juga udah beres kok! bunda juga sini dong, liat istana pasirnya papah."
"Hahaha iyah sayang. Yu kita liat istana pasirnya papah." Saut Ilona, sambil menggandeng tangan Afmar menuju ke arah Arthur.
Istana pasir buatan Arthur.
"Ada lawan?!" ujar Arthur, dengan sombong nya.
"Waw... punya papah, juga nggak kalah bagus dari istana pasirnya Afmar." ujar Ilona, yang memuji.
"Papah! kau curah ya?!" seru Afmar.
"Papah, kan sudah terbiasa membuat miniatur bangunan, mau itu dari pasir, tanah liat, ataupun yang lainnya, tentu saja papah hanya membutuhkan beberapa bahan saja untuk merapihkannya." jawab Arthur, dengan santai.
"Perlihatkan peralatan nya sekarang! papah pasti curang kan?"
Arthur, mengeluarkan ranting pohon, botol bekas, dan juga papan kayu yang tak terpakai dari belakang istana pasirnya. "Ini dia alat-alatnya."
Afmar, hanya dapat tercengang percaya tidak percaya dengan kemampuan hebat yang di miliki oleh papahnya itu. "Serius? kalo begitu, ayo kita buat istana pasir bersama. Papah, wajib mengajariku titik!"
"Hahaha... iyah-iyah, yaudah yu."
"Bunda, juga mau ikutan dong masa gak di ajakin sih." ucap Ilona.
Arthur, dan Afmar secara bersamaan menggengam tangan Ilona. "Iyah bunda, ayo."
Ternyata sepuluh tahun yang lalu, ketika Arthur dan Ilona baru saja menikah, mereka pun pergi untuk berbulan madu ke pantai ini, dan sekarang setelah sepuluh tahun itu, dengan memiliki seorang putra laki-laki mereka kembali lagi kesini, yang inti dari tujuannya adalah untuk mewujudkan cita-cita putranya itu, yaitu mempunyai seorang adik.
"Bunda... Afmar, lapar sama haus... boleh nggak Afmar, minta tolong sama bunda?" ujar Afmar.
"Mau minta tolong apa sayang?" tanya Ilona.
"Eumm... Afmar, mau minta tolong bunda buat ambilin makanan sama minuman."
"Umm yaudah bentar, papah mau sekalian di ambilin apa nggak?" tanya Ilona.
"Engga sayang." jawab Arthur.
"Eumm, yaudah tunggu sebentar yah."
"Iyahh bunda."
Singkatnya setelah Ilona, kembali tiba-tiba Afmar dan Arthur membuat sebuah kejutan kecil untuk Ilona yaitu dengan memberikan coklat yang berbentuk love pada Ilona.
"Kejutan!" Seru Arthur dan Afmar.
"Apa ini hahaha... ish, jadi kalian berdua ngerjain bunda yah?"
__ADS_1
"Hehehe, nih buat bunda dari kita berdua. Maaf yah bunda kalo Afmar sama papah suka bikin kesel." ujar Afmar.
"Iyah sayang, maaffin yah. Kadang-kadangkan kelakuan kita suka bikin pusing bunda." sambung Arthur.
"Umm iyah sayang-sayangku, makasih." Ilona, pun langsung memeluk suami dan anaknya tersebut dengan penuh cinta.
Tak lama dari itu secara tiba-tiba Afmar, ingin bermain wahana permainan air, seperti berkeliling laut dengan menggunakan kapal pribadi.
"Papah, ayo kita mencoba keliling lautan! Afmar, ingin sekali naik kapal." ujar Afmar.
"Afmar, kalo nggak salah papah ga bawa kapal pribadinya kesini, kamu yakin mau keliling lautan naik kapal umum?" tanya Ilona.
"Tenang sayang, aku punya kapal pribadi di pantai ini. Sebentar papah, telfon dulu."
"Wah! papah, memang yang terbaik!" seru Afmar.
"Astaga sayang, aku malah tidak tahu kalo kamu punya kapal pribadi di sini." ujar Ilona, sambil menepuk jidatnya.
...Percakapan di telfon...
"Halo pak, bisa tidak jemput saya sekarang?"
^^^"Bisa tuan, kalo boleh tau tuan sedang berada dimana? apakah dekat dengan pesisir pantai?"^^^
"Ouh... iyah, saya sedang berada di pesisir pantai, dekat dengan penginapan Garden, agar lebih jelasnya nanti saya share lokasinya."
^^^"Baik tuan, sekarang saya langsung bersiap-siap."^^^
"Terimakasih."
^^^"Sama-sama tuan."^^^
Tut..........
"Mereka sedang dalam perjalanan." ujar Arthur.
Karna terlalu senang Afmar, sampai-sampai melompat-lompat di atas pasir sehingga pasir itu berhamburan. "Yey! yey!"
"Hahaha... sayang, hati-hati. Awas pasirnya bisa kena mata orang lain loh." ujar Ilona, yang mengingatkan.
Seketika langsung berhenti. "E-eh... maaf bunda, Afmar terlalu senang."
Arthur, begitu sangat senang dengan kegembiraan yang terletak diantara anak dan istrinya. Di mata mereka begitu terpancar rasa kebahagiaan yang sangat besar, dan begitupun dengan rasa cinta diantara mereka yang semakin terlihat.
Besambung.......
Jangan lupa Like + Komen + Share and Vote setiap hari senin.
...♡(∩o∩)♡...
Jangan lupa mampir ke Novel baru Author yah❤
Judulnya : Cinta Dalam Balas Dendam
__ADS_1