
"Baiklah! paman punya ide untuk rencana kita." ujar Adira dengan penuh semangat.
"Apa rencananya?" tanya Afmar.
"Apa yang kamu katakan benar Afmar, teman-teman mu dapat membantu rencana kita. Jadi seperti ini rencananya, mulai dari besok kita mulai memata-matai mereka berdua, dan tugas akan kita bagi dua."
"Terus?" tanya Alex.
"Sabar dong, paman akan memata-matai Sista sendirian, emm... tidak-tidak paman akan pergi bersama Danis, dan tugas kalian bertiga mengawasi Susan, kemana pun ia pergi kalian harus mengikutinya." jawab Alex.
"Kenapa harus Danis yang ikut bersamamu?" tanya Afmar.
"Jika aku membawamu siapa yang akan memimpin mereka? dan jika paman membawa Alex rencana ini akan hancur, karena paman sudah tau Alex pasti akan membuat masalah dengan paman, terakhir jikalau paman memilih Misha untuk ikut bersama paman, hal yang paman takutkan adalah ia tidak dapat berlari ataupun bersembunyi dengan baik, oleh sebab itu Danis lebih cocok."
Plak....
"Hahaha... kau benar juga, paman." Alex menepuk leher Adira.
Adira melirik dengan mata sinis. "Kau bisa sopan tidak?"
"Hahaha... maaf paman, aku hanya bercanda, jangan serem-serem gitu dong, soalnya gak cocok sama muka paman yang jelek itu."
"Kalian bisa lihat sendirikan? alasan paman tidak memilih Alex?" tanya Adira pada Afmar dan teman-temanya yang lain.
"Hahaha... yasudah, kita akan menjalankan rencana ini dengan sangat baik. Namun, ada satu hal yang membuat Afmar terheran-heran."
"Apa lagi yang kamu herankan, Afmar?" tanya Misha.
"Katakanlah." ujar Adira.
"Ya Afmar hanya heran saja kenapa papah bisa-bisanya terkecoh seperti ini? tidak biasanya papah sebodoh ini, mungkin faktor umur yang membuatnya menjadi seperti ini, dan terbukti kalau Afmar itu lebih pintar di banding papah." ujar Afmar dengan awalan baik dan di akhiri dengan kesombongan.
Adira menepuk jidatnya. "Hahaha... kau ini Afmar bisa saja merendahkan tuan Arthur di saat seperti ini tetapi ada benarnya juga sih. Tuan Arthur, tidak biasanya seperti ini."
"Yasudahlah, yang terpenting kita harus dapat bekerja sama besok, okey!" seru Afmar.
"Kalian semua jangan ada yang lengah, saling mengingatkan terutama kalian harus kompak, Afmar paman berharap kamu dapat mengatasinya sebagai seorang pemimpin." ucap Adira dengan tegas.
__ADS_1
"Baik paman, Afmar akan bekerja sebaik mungkin." jawab Afmar.
"Baiklah anak-anak! ayo kita tos dulu." Adira mengangkat tangannya.
"Tos... !!" seru mereka bersamaan.
Sepertinya dugaan Afmar salah tentang penilaiannya terhadap Arthur.
Sebelum mereka menjalankan rencana yang mereka buat untuk besok ternyata Arthur diam-diam sudah mengetahui segalanya. Ternyata pada saat awal kecelakaan yg menimpa Afmar, sebenarnya Arthur sudah mencurigai orang-orang yang berada di lantai dua pada saat itu termasuk dengan Susan. Arthur, telah menyelidiki semua orang yang ia curigai sendirian akan tetapi ia tidak mendapatkan hasil apa-apa, terkecuali satu orang lagi yang belum ia selidiki yaitu, Susan.
Arthur, melakukan penyelidikan dengan sangat cepat termasuk dengan kasus kejadian hari kedua yang baru-baru ini terjadi. Hal yang mengejutkan adalah Arthur pun sudah mengetahui seluruh pembicaraan Susan bersama Sista di dalam ruangan pribadi Sista karena, Arthur sengaja menyimpan perekam suara di dalam pulpen yang sering kali di pakai oleh Susan.
Arthur yang seolah sangat baik pada saat di rumah sakit itu ternyata hanyalah sebuah sandiwara, dan hal yang mengejutkan lainnya adalah Arthur sudah mengetahui semua rencana Susan yang selanjutnya, yaitu rencana yang Susan buat untuk menjebaknya.
Awal mula penyelidikan Arthur.
Pada saat kecelakaan yang di alami oleh Afmar.
Awalnya Arthur mencurigai salah satu karyawannya yang teledor dan tidak ingin mengakuinya, namun sepertinya ada yang lain.
Pada saat Afmar di bawa ke rumah sakit, ia mendengar cerita lebih jelasnya dari Ilona bahwasanya barang jatuh tersebut awalnya akan mengenainya, namun Afmar datang dan menyelamatkan nya.
Namun, Arthur langsung berfikir kembali untuk tidak terlalu mempercayai Susan. Esok harinya ia diam-diam memasang pulpen yang selalu Susan bawa, dan pulpen itu juga yang selalu Arthur pakai untuk menanda tangani berkas.
Arthur sebenarnya sengaja datang lebih pagi ke kantor, karena seingatnya pulpen tersebut selalu ada di mejanya, Arthur melakukan itu agar pada saat Susan datang ia langsung mengambilnya, dan Arthur pun tidak perlu ribet lagi untuk memasangnya secara mendadak.
"Sebaiknya aku datang lebih pagi di banding dengan Susan! setelah itu aku akan kembali lagi ke rumah dan menjemput, Ilona." gumam Arthur.
Ia pun bergegas pergi ke kantor ketika waktu menunjukan jam 05.30. Sesampainya Arthur di kantor ia pun segera naik ke lantai dua untuk menuju ke dalam ruangan pribadinya.
Arthur kembali bergumam. "Untungnya para karyawan datang jam 06.30, sebaiknya aku bergegas untuk merakit perekam suara ini ke dalam pulpen Susan."
Tak butuh waktu lama untuk Arthur merakit perekam suara itu ke dalam pulpen Susan. Setelah itu ia mulai mengecek apakah sudah terpasang benar atau belum, dan ternyata ini adalah hari yang hoki untuknya, perekam suara tersebut berhasil di pasang dengan sempurna.
"Syukurlah, ternyata aku cukup jago dalam hal merakit barang. Hmm... sekarang waktunya aku pulang." Arthurpun bergegas untuk pulang.
Singkatnya Arthur dengan sengaja mengusir Susan dari kantornya, dan benar saja ia mendapatkan bukti dari perekam suara tersebut.
__ADS_1
Ternyata memang benar kalau Susan adalah dalang dari kejadian yang kemarin menimpa Afmar, dan di situlah Arthur mengetahui rencana yang akan Susan lakukan di tangga, kenapa Arthur tidak menghalanginya? kenapa Arthur malah membahayakan nyawa Ilona?
Karena Arthur ingin Ilona tau bahwa Susan itu jahat kepadanya, hal yang Arthur takutkan jikalau ia memberitahu Ilona pada saat itu Susan akan kembali bersandiwara dan mulai kembali ingin lebih membuat Ilona terluka, mungkin Arthur bisa saja melindungi Ilona dan memasukan Susan ke dalam penjara, akan tetapi semua itu akan menjadi sia-sia karna Ilona.
Ilona, pasti akan selalu mencegah Arthur untuk tidak bertindak buruk pada Susan, dan tetap menerimanya bekerja, oleh sebab itu Arthur membiarkan Susan untuk melakukan semua hal yang ia inginkan dulu.
Dan sebenarnya Arthur pun telah menanggulanginya sebelum mereka turun tangga, ia menyuruh Ilona untuk mengganti sepatu high heelsnya ke sepatu yang lebih datar, karena ia tau ketika Ilona terjatuh dan masih mamakai sepatu high heels itu akan membuatnya cedera lebih parah.
"Ilona, kamu ini akan pergi ketempat pembangunan bukan mall, pakai sepatu ini, okey? jangan buat kakimu itu lelah karena terlalu lama berdiri." ujar Arthur.
"Kau sangat perhatian, tumben sekali." jawab Ilona.
Arthur menundukan pandangannya. "Memangnya kau sangka selama ini aku tidak perhatian padamu?"
Ilona menaruh tangannya ke kepala Arthur. "Aku hanya bercanda."
Dan benar saja hal nekat itupun Susan lakukan, mereka berdua terjatuh dan segera dibawa ke rumah sakit, dan Arthur pun meneruskan sandiwaranya menjadi lebih baik kepada Susan.
Sesampainya di rumah sakit Arthur mulai mencemaskan Ilona, namun Arthur mengetahui bahwa Ilona akan baik-baik saja, ia pun pasti akan bertahan untuknya dan Afmar. Arthur begumam di depan ruangan rawat Ilona. "Maafkan aku Ilona, karena aku telah membuatmu celaka, namun aku berjanji padamu setelah ini aku akan memberi hukuman pada Susan dengan seberat-beratnya!"
Singkatnya.
Ketika Arthur pergi memutuskan untuk beristirahat di tenda ia sebenarnya sengaja untuk melakukan itu, karena ia ingin tau apa hal selanjutnya yang akan di lakukan oleh Susan, dan benar saja tak lama dari itu Susan kembali membuat rencana baru, ia berencana untuk menjebak Arthur besok. Arthur, yang mendengarnya pun merasa sangat geram, karena ia tidak pernah menyangka bahwa Susan akan selicik ini.
Apa yang akan Arthur lakukan selanjutnya setelah ia mempunyai seluruh bukti di tangannya?
...Bersambung...................
Cerita ini mempunyai alur cerita panjang, jadi sabar yah untuk menunggu semuanya terungkap, terimakasih dan tetap suport Author yah!
Jangan lupa untuk melanjutkan ke bab 37 yah!
Tetap suport dengan cara Like, Favorit, dan Vote setiap hari senin.
Jika ada pemasukan ide silahkan tulis di kolom komentar. So jangan ketinggalan bab selanjutnya♡(∩o∩)♡
Jangan lupa mampir ke Novel baru Author yah❤
__ADS_1
Judulnya : Cinta Dalam Balas Dendam