Papa Merindukannya

Papa Merindukannya
Bab 81 Kehidupan bahagia.


__ADS_3

(Cerita singkat)


Adira, berada di Itali sekitar satu bulan lamanya untuk menyelidiki kedekatan Novita, dan Bima. Di dalam waktu satu bulan itupun ia selalu menjaga Nadhira, sekaligus membantunya untuk mencaritahu informasi mengenai dirinya sendiri.


1 bulan kemudian.


Hingga pada akhirnya Arthur, memerintahkan Adira, untuk kembali, mendengar kabar itu Adira segera memberitahukan hal ini pada Nadhira, bahwasanya lelaki yang selama ini ia cari sedang berada di Itali.


Nadhira, cukup terkejut dan secara konstan bertanya. "Apa?! lalu sekarang ia sedang ada dimana?"


Mendengar Nadhira, yang bertanya tentang keberadaan nya pada akhirnya Adira, memutuskan untuk membongkar penyamaran nya dengan langsung membuka jaket, topi, kacamata, dan maskernya di hadapan Nadhira.


Sambil membuka tangan nya lebar-lebar Adira, berkata. "Aku ada disini Nadhira, sayang"


Dan betapa terkejutnya Nadhira, saat mengetahui bahwa lelaki yang selama ini berada di samping nya itu adalah Adira sendiri, dan begitu banyak cerita yg ia ungkapkan nya. Nadhira, hanya dapat terdiam dan mulai menangis.


Hiks... hiks...


Adira, yang melihat Nadhira, menangis tanpa basa-basi langsung memeluknya dan mengatakan. "Ayo kita bersama lagi membangun hubungan baru."


Dengan kesanggupan nya Nadhira, pun langsung menyetujuinya. "Eum... iyah."


Adira, langsung memutuskan untuk mengurungkan diri untuk pulang, dan lebih memilih tinggal satu bulan lagi bersama Nadhira di Itali.


...Pembicaraan di telfon...


"Tuan, aku ingin memberi sebuah kabar untukmu."


^^^"Kabar apa?"^^^


"Aku mengurungkan diri untuk pulang, dan tinggal satu bulan lagi disini."


^^^"Apa alasan mu?"^^^


"Ayolah Tuan... aku ini baru saja menemukan cintaku kembali, jangan sampai diriku ini kehilangan nya lagi, kau juga pernah merasakan nya kan?"


^^^"Hahaha... baik Adira, aku izinkan kamu lebih lama tinggal disana.^^^


"Baik Tuan terimakasih."


^^^"Yasudah, lanjutkan kembali hari-hari bahagiamu itu, aku pasti akan tetap mengirim gaji untuk mu di bulan ini dan di bulan depan."^^^


"Ah... terimakasih Tuan, kau adalah bos terbaik."


^^^"Kau juga tangan kanan yang baik."^^^

__ADS_1


"Sampai jumpa nanti Tuan."


^^^"Ya sampai jumpa."^^^


Tut...


Arthur, mengizinkan nya karena selama ini Adira, tidak pernah ingin libur saat ia bekerja bersama Arthur, maka jika ia meminta libur satu tahun pun Arthur, akan berikan padanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dan singkatnya satu bulan kemudian.


Adira, kembali bersama Nadhira, di sisinya ke rumah Sheng. Ia pun segera memberitahu kabar baik pada Arthur, dan Ilona, bahwasanya Nadhira, sedang hamil anaknya dan mereka sudah menikah di Itali setelah satu hari sesudah ia meminta libur pada Arthur.


"Tuan..." teriak Adira, dari kejauhan.


"Kau akhirnya kembali juga." jawab Arthur.


"Lihatlah aku membawa siapa di sisiku!"


"Hahaha... iyah itu adalah mantan mu yang kamu jadikan istri bukan?"


"Tuan? kenapa kamu tau bahwa aku sudah menikahinya?" tanya Adira.


"Firasat ku yang mengatakan." jawab Arthur.


"Apa?"


Adira, mengusap perut Nadhira. "Lihatlah, aku pun akan segera mempunyai anak."


Afmar, yang mendengarnya pun langsung bersorak. "Yuhu! aku punya dua adik sekaligus, yang satu adik ku dan yang satu lagi adalah ponakan ku."


Ilona, mengusap kepala Afmar, dengan lembut. "Hahaha... tunggu bayi-bayi ini lahir yah kakak Afmar."


"Iyah bunda, pasti."


Arthur, juga sangat senang karna nanti anaknya pasti akan dapat bermain bersama dengan anak Adira, dan kehidupan mereka sekarang begitu tenang tanpa ada gangguan apapun, Susan pun tinggal beberapa bulan lagi keluar dari penjara. hanya tinggal satu ancaman mereka yaitu Novita.


Namun Adira pun mengatakan bahwa ia pernah bertemu dengan Novita di sebuah rumah sakit, dan ia sedang di rawat disana, sepertinya Novita dan kekasihnya itu memang sudah benar-benar saling mencintai.


Entah apa yang membuat Ilona, sangat ingin sekali menelfon Novita, setelah Adira, mengatakan hal itu. "Arthur, aku ingin menelfon Novita, izinkan lah."


"Baiklah."


Ilona, segera menelfon nomor Novita, namun tak lama dari itu Bima, yang mengangkatnya dan langsung memberikan handphone nya pada Novita.

__ADS_1


Berdering...


...Pembicaraan di telfon...


^^^"Halo? Ilona? sebentar aku berikan dulu pada Novita."^^^


"Ouh... baik Bima."


^^^"Halo Ilona? ada apa?"^^^


"Apakah kamu baik-baik saja?"


^^^"Eum... aku baik-baik saja, namun ternyata selama ini aku sudah terserang tumor di kepala."^^^


"Apa? apakah ini benar? lalu bagaimana dengan keadaan mu sekarang?"


^^^"Tenang Ilona, aku baik-naik saja. Oh ya Ilona, maafkan aku karena pada awalnya aku pergi kesini untuk menunggumu hamil kembali dan membuat rencana buruk untukmu, namun saat aku disini, aku jadi mengetahui arti cinta yang sesungguhnya yang di berikan oleh bima, aku sangat mencintai bima Ilona."^^^


"Eumm... baiklah aku akan memaafkan mu."


^^^"Asal kamu tau saja, sebab kenapa aku tidak memberitahu kabar ini pada kalian, karna aku merasa malu dengan perbuatan ku sendiri, namun kamu masih baik padaku Ilona."^^^


"Aku sudah hamil dari sebelum kamu memutuskan untuk pergi kesana, mungkin ini semua memanglah jalan terbaiknya."


^^^Lalu Novita, seketika langsung menangis dan berkata."Aku pun sedang mengandung anak Bima, doakan aku cepat sembuh dari tumor ini, agar aku pun dapat merasakan keluarga bahagia seperti keluarga kecilmu, Ilona."^^^


"Wah... ini berita yang bagus, istri Adira pun sama sedang mengandung."


^^^"Hahaha... sepertinya akan ada tiga bayi yang akan lahir. Sekali lagi aku berterimakasih padamu karna sudah mau memaafkan aku, tapi maaf Ilona, aku tidak bisa lama-lama untuk berbicara."^^^


"Sama-sama Novita, baiklah beristirahatlah kapan-kapan kami pasti akan menjengukmu nanti."


^^^"Terimakasih."^^^


"Sama-sama."


Tut...


Akhirnya tidak ada lagi dendam dan gangguan di sekitar mereka, sekarang mereka semua adalah keluarga.


Jangan menjadi seorang yang pendendam, karena memaafkan itu lebih mulia di bandingkan dengan menyimpan dendam.


Menyadari kesalahan itu lebih baik di banding dengan berpura-pura terus merasa benar.


Tamat.

__ADS_1


Jangan lupa untuk mampir ke Novel baru Author yang berjudul. "Cinta dalam balas dendam" ❤



__ADS_2