Papa Merindukannya

Papa Merindukannya
Bab 28 Senyuman


__ADS_3

Himbauan bab 28


Mengandung konten dewasa🔞


"Bunda, kau harus memilih salah satu dari kami!" seru Afmar.


"Eum... tidak mau." jawab Ilona.


"Ayolah bunda, kenapa bunda tidak mau memilih?" tanya Afmar.


"Untuk apa bunda harus memilih? kalian berduakan milik bunda."


"Hahaha... kau dengarkan apa yang bundamu katakan, Afmar?" Arthur sedikit menahan tawanya.


"Apasih papah! tetap saja bunda akan menjadi miliku, wle." seru Afmar.


"Sudah diam kamu! papah mau nenangin bunda. Sebaiknya kamu keluar dulu sana, tenang hanya untuk beberapa menit saja." ujar Arthur yang mengusir Afmar.


"Loh kok... bunda..." Afmar mengeluh, karena tidak ingin pergi.


"Hmm... Afmar, beliin bunda makanan yah, setelah itu kamu boleh bawa masuk semua teman-teman kamu kesini." ujar Ilona.


"Enggak bunda... Afmar, mau disini aja."


Ilona memikirkan suatu hal yang dapat membuat Afmar pergi untuk sementara. "Afmar, gak sayang yah sama bunda? bundanya lapar nih mau makan cemilan, kayaknya di dalem perut bunda ada bainya."


Arthur seketika melirik ke arah Ilona, karena terkejut dengan apa yang di katakan olehnya. "Pfftt... Ilona, kamu..."


Ilona mengedipkan matanya. "Afmar, maukan kasih adiknya makanan? tapi Afmar harus janji dulu sama bunda gak boleh kasih tau siapa-siapa dulu, okay?"


Wajah Afmar mulai memerah. "Hah!? ja-jadi, Afmar mau punya adik bun?"


"Eumm... iyah, Afmar maukan punya adik?" tanya Ilona.


Afmar langsung mengusap-usap perut Ilona. "Ih... ade ada di dalem yah? kamu masih kecil banget pasti, maaffin kakak yah tadi udah nindihin kamu. Kamu lapar yah? yaudah kakak mau kasih kamu sesuatu, tapi kakak pergi dulu sebentar yah."


"Iyah kakak, ade tungguin disini sama bunda sama papah." bisik Ilona kepada Afmar.


"Ah... bunda, makasih... makasih, yaudah Afmar pergi dulu yah..." Afmar bergegas turun dari ranjang.


"Ehh... Afmar ingatkan?" seru Ilona.


"Iyah bunda, Afmar akan jaga rahasia ini dulu." tangan telunjuk Afmar mengarah ke mulutnya.


"Hahaha... hati-hati, sayang." gumam Ilona.


Arthur mencubit pipi Ilona. "Hmm... apakah ini sebuah kode?"


"Ish... sakit, kode apa ya? aku gak ngerti." Ilona pura-pura tidak tahu.


"Lalu? maksudmu tadi itu apa?" tanya Arthur.


"Seharusnya aku yang bertanya padamu, untuk apa kamu mengusir Afmar?"


"Aku akan mencium mu, dan memeluk mu sebentar, itu akan membuat hatimu jauh lebih tenangkan?" Arthur bertanya kembali.


"Hmm... iyah, tapi bisakan peluk dulu? ciumnya nanti aja, tapi kamu malah ngusir Afmar." jawab Ilona.


"Terus? drama apa tadi?" Arthur tersenyum licik, karena isi otaknya yang sudah mulai di isi oleh... suatu hal hubungan diantara suami istri.


"Apaan sih, biasa aja kali liatnya. Ya, aku awalnya ngira kamu cuman mau peluk aja, tapi karena kamu malah ngusir Afmar, jadi aku tau kalau kamu mau, kan?" pipi Ilona mulai memerah.


"Tapi kamu juga maukan?" tanya Arthur.


Ilona melirik ke arah Arthur. "Entahlah, aku sudah berusaha untuk menjauh darimu, tetapi entah apa yang membuatku selalu tertarik kembali padamu."

__ADS_1


Arthur mulai mendejatkan wajahnya ke arah Ilona. "Just, i love you, forever."


"Me to." Ilona menutup matanya.


"Hahaha... kamu gak sabaran banget, Ilona." ucap Arthur yang memainkan Ilona.


Ilona menarik dasi Arthur hingga wajahnya sangat dekat, mungkin hanya menyisakan beberapa cm saja diantara wajah mereka. "Arthur! kamu mau aku berubah fikiran?"


"Hampir sepuluh tahun kita berpisah, sekarang kamu lebih menarik yah, Ilona." ujar Arthur.


"Kalo iyah kenapa?" Ilona mendekatkan bibirnya.


"Terlalu banyak basa basi... Muach..." Arthur mencium bibir Ilona.


Muach... muah...


Arthur tak sengaja mengigit bibir Ilona. "Aw... Arthur, kamu terlalu keras."


"Eh... maafkan aku." ujar Arthur. Terlihat dari wajahnya ia sangatlah ingin lebih dari itu.


"Tidak apa-apa, masih mau?" tanya Ilona.


"Hmm... iyah, kamu pasti dapat memakluminya kan? sepuluh tahun Ilona, itu waktu yang tidaklah sebentar." Arthur menundukan kepalanya.


"Iyah... kemarilah... muach." Sekarang giliran Ilona yang mencium Arthur duluan.


Tangan Arthur mulai merangkak ke arah tubuh lain, namun semuanya itu gagal, karena Ilona belum siap untuk yang satu itu. "Arthur! berhenti, aku belum siap, mohon di mengerti."


Arthur sedikit kecewa, namun apa boleh buat. "Emm... baiklah, maafkan aku jika terlalu memaksa mu, tapi aku sudah bolehkan meminta ciuman kapan saja padamu?"


"Eum... sesekali boleh." jawab Ilona dengan pipinya yang mulai memerah.


Tapi tiba-tiba Afmar datang bersama teman-temannya yang membuat mereka berdua seketika sangat terkejut.


"Afmar, pelan-pelan ngomongnya." seru Misha.


Semuanya mendekat ke ranjang tidur Ilona.


"Nyonya, lekas sembuh yah, kami hanya bisa membawakan sedikit makanan." ujar Adira.


Namun, sepertinya maksud dari kata sedikit yang di ucapkan oleh Adira itu adalah cukup banyak, Ilona kebingungan dimana letak sedikitnya?


Mereka membawa begitu banyak sekali makanan, seperti berbagai macam buah-buahan, cemilan, dan cukup banyak kue-kue contohnya kue brownies yang Ilona sangat sukai.


Ilona sangatlah senang, karena melihat perhatian Afmar yang begitu sangat lebih padanya ketika ia di bicarakan akan mempunyai seorang adik, namun sayangnya itu hanya kebohongan yang di buat Ilona.


"Adira, ini sebenarnya kebanyakan, makasih yah." ujar Ilona.


"Nyonya, ini semua idenya tuan muda, jadi anda lebih berhak berterimakasih kepada tuan muda."


"Eumm... anak bunda, kesayangan bunda, makasih." Ilona membuka tangannya tanda ingin memeluk.


"Sama-sama bunda, hihihi..." Afmar mendekat ke arah Ilona dan memeluknya.


Setelah melihat pemandangan keluarga harmonis ini, tiba-tiba suara dering handphone Arthur berbunyi.


Drertt........


"Sebentar..." ucap Arthur yang meminta izin mengangkat telfon.


"Papah sibuk bun." bisik Afmar.


"Iyah, papah kamu emang orang yang sibuk." jawab Ilona.


Tak lama kemudian Arthur menutup telfonnya, dan kembali bergegas ke arah Ilona untuk memberitahu info yang ia dapat.

__ADS_1


"Ilona, tadi Sista menelfon ku untuk segera kembali ke proyek, karena ada pihak perusahaan lain yang berkunjung, kemungkinan besar ini adalah ajakan kerja sama."


"Emm... yasudah, maafkan aku tidak bisa ikut menghadirinya." jawab Ilona.


Arthur mengusap kepala Ilona. "Sudah, tidak apa-apa fokus sembuh saja dulu, yasudah aku pergi yah."


"Kayanya kita nyamuk disini." bisik Adira.


"Baiklah, berhati-hatilah di jalan."


Arthurpun mengecup kening Ilona dan langsung pergi meninggalkan rumah sakit. "Muach... i love u.


"Ehemm... hem... panas-panas." seru Adira yang mengguraui Arthur.


"Hahaha... diam kamu, aku titip anak-anak."


"Siap laksanakan tuan."


Tidak berselang lama dari kepergian Arthur ke kantor, tiba-tiba Susan masuk ke dalam ruangan Ilona. Sebenarnya maksud dari kedatangannya ke ruangan Ilona hanyalah untuk menunjukan sandiwaranya.


Susan berniat untuk berpura-pura meminta maaf kepada Ilona untuk kecerobohan nya, yang membuat Ilona jadi terluka cukup parah.


Tuk... tuk...


"Coba bukakan pintunya." seru Ilona.


"Baiklah, nyonya." jawab Adira.


Betapa terkejutnya Adira ketika ia melihat Susan di depan pintu. Sebenarnya Adira sudah cukup lama mencurigai Susan sebagai dalang dari seluruh kecelakaan ini, namun ia masih dalam tahap pengumpulan bukti.


"Susan?!" seru Adira.


"Hey... Adira, ada apa?" tanya Susan.


"Hahaha... masuklah ke dalam, biar aku bantu mendorong kursi rodanya." ucap Adira dengan senyuman palsu.


"Stttt... ada tante Susan, jangan panggil bunda dengan sebutan bibi." bisik Afmar pada teman-temannya.


"Okay." jawab mereka.


"Arsitek Ilona, ternyata yang datang adalah sekertaris Susan." ujar Adira.


"Susan! kau memakai kursi roda?" ujar Ilona yang cukup terkejut dengan keadaan Susan.


Susan mulai mengeluarkan air mata buayanya. "Hua~ Ilona, maafkan aku telah membuatmu jadi seperti ini."


Adira berbicara di dalam hatinya. "Cuh... aku sangat terkejut dengan sandiwara yang dilakukan oleh wanita ular ini."


🌻🌻🌻


...♥Bersambung........


...lanjut baca Bab 29 yah! makin kepo ga nih?, Jangan lupa untuk terus suport, dan selalu berikan dukungan terbaik Kalian.♥...


Para pembaca boleh koreksi di kolom komentar


Jangan lupa buat like + vote setiap hari senin + favoritづ ̄ ³ ̄)づ


Tetap pantengin terus bab-bab selanjutnya yah.


Jangan lupa mampir ke Novel baru Author yah❤


Judulnya : Cinta Dalam Balas Dendam


__ADS_1


__ADS_2