
"Danis, kau harus terus memperhatikannya okey." ujar Adira.
"Itupun tugasmu paman." jawab Danis dengan tatapan sinis.
"Gak usah sinis gitu juga kali ah."~Jeda~"Santai... santai."
"Yasudah, lihat dan perhatikanlah jalan dengan benar!" seru Danis.
Adira melihat Sista tiba-tiba berhenti di salah satu tempat penjual Martabak. "Danis! sudah jangan banyak bicara, sekarang mulailah merekam!"
Danis seketika menjadi terkejut dan merasa takut ternyata Adira tak selamanya selalu bergurau. "Emm~ baik."
Ternyata maksud dari Sista membeli martabak tersebut adalah untuk sedikit merayakan rencana mereka yang menurutnya dan Susan akan berhasil dengan sangat mulus. Sista membeli cukup banyak martabak, karena ia berniat untuk membagikan nya kepada para karyawan proyeknya.
3 jam kemudian.
"Paman, sampai kapan kita akan menunggu disini." ujar Danis yang mengeluh.
"Sebentar lagi, tunggu saja dulu." jawab Adira.
"Tante Sista beli berapa martabak sih, lama banget."
"Tunggu saja!"
"Emm... iyah."
Tak lama dari itu Sista pun akhirnya selesai dan dengan segera Sista pun di bantu oleh penjual martabak untuk memasukan semua martabak yang ia beli ke dalam mobil, totalnya ada 70 box martabak.
"Terimakasih pak sudah bantu saya." ujar Sista.
"Tidak usah berterimakasih, malah saya yang harus berterimakasih karena nyonya sudah mau memborong martabak saya." jawab sang penjual.
"Hahaha... bapak ini terlalu merendahkan diri, semoga usahanya makin lancar yah pak, saya do'akan semoga martabak bapak laku keras setiap harinya."
"Aamiin... terimakasih."
Sista pun akhirnya masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanannya. Adira dan Danis pun bergegas untuk terus membuntuti mobil Sista dari belakang.
Dan ternyata Sista tidak kemana-mana lagi, ia langsung menuju ke tempat proyek pembangunan kembali. Sesampainya di tempat pembangunan Sista langsung membagikan seluruh martabak yang ia beli tadi kepada seluruh karyawan proyek.
"Waktunya istirahat! siapa yang mau martabak kesini, antri dan sabar yah." seru Sista.
"Wah... Sista, baik sekali." ujar salah satu karyawan proyek.
"Hmm... bener banget, terimakasih Sista." saut karyawan lainnya.
Arthur yang mengetahui bahwa Sista membagikan makanan ia pun langsung mengizinkan para karyawannya untuk beristirahat kembali selama 30 menit setelah itu langsung di lanjutkan kembali bekerja.
"Baiklah... semuanya boleh istirahat." ujar Arthur.
"Terimakasih, tuan Arthur." jawab para karyawan secara bersamaan.
Tak lama dari itu Susan, Afmar beserta dengan teman-temannya yang lain pun berkumpul di tenda istirahat Arthur.
"Papah!" seru Afmar.
"Eh anak kesayangan papah, udah mainnya?" tanya Arthur dengan senyuman di pipinya.
"Heem... sudah, tadi Afmar bermain di temani oleh tante Susan." jawab Afmar.
"Waw... ada martabak, siapa yang beli?"
__ADS_1
"Tante Sista."
"Emm... papah, bolehkan aku makan ini?"
"Oh tentu saja boleh, ambilah."
Melirik ke arah Susan. "Tante, suapi aku yah..."
"Emm... kok di suapin?" tanya Susan dengan raut wajah yang sedikit cemas.
"Emm... tante Susan ga mau yah suapin Afmar?" Sebenarnya Afmar sengaja menyuruh Susan untuk menyuapinya, karena Afmar tau bahwa Susan tidak suka tangannya kotor.
"Mampus! tapikan seharusnya Afmar tau kalo aku paling tidak suka kalau tangan ku harus kotor, apalagi berminyak." ujar Susan di dalam hatinya.
"Afmar! makanlah sendiri, kamu gak boleh manja kaya gitu." ujar Arthur.
"Ah... Arthur, tidak apa-apa biar aku suapi Afmar." seru Susan.
"Maafkan aku Susan, karena Afmar menjadi terlalu manja padamu."
"Tidak apa-apa Arthur, aku sangat ihklas."
"Ihklas... ihklas dari mana ihklasnya coba?" ujar Afmar di dalam hatinya.
"Sini Afmar, biar tante suapi." Susan berbalik dan mulai menyuapi Afmar.
"Hmm... baiklah, a..." Afmar membuka mulutnya.
"Kalo bukan karena ingin mengambil hatinya, aku bersumpah tidak akan memaksakan diriku lagi seperti ini, jiji banget..." ujar Susan di dalam hatinya yang ia tutupi dengan senyuman di pipinya.
Tak terasa hari mulai menunjukan waktu sorenya, Susan menjadi semakin berantusias untuk melaksanakan rencananya. Hari menunjukkan waktu tepat jam 5 sore, Susan yang kelihatannya sudah tidak sabar pun langsung bergegas untuk berpura-pura menerima panggilan.
Arthur bersama dengan Afmar dan teman-temanya yang sudah mengetahui rencana Susan dari awal hanya dapat menahan tawanya.
.
.
.
Susan langsung memberikan aba-aba kepada Sista dengan cara batuk sebanyak 3x, tujuannya agar Sista menelfonnya.
Uhuk... uhuk... uhuk...
"Susan, apakah kamu sakit?" tanya Arthur.
Tiba-tiba handphone Susan berdering.
Drttt.......
"Aku tidak apa-apa Arthur. Aku angkat dulu telfon, sepertinya ini telfon yang sangat penting dari salah satu klien kita." untuk meyakinkan Arthur, Susan pergi ke luar tenda untuk menjawab telfon.
"Pfttt... apa katanya? angkat telfon?" tanya Alex yang sedang berusaha menahan tawanya.
"Hahaha... sepertinya ini sudah waktunya ia memulai bersandiwara." bisik Arthur kepada Afmar.
"Pftt... benar sekali, aku harap papah tidak akan tergoda padanya nanti malam, kalau kau sampai tergoda aku akan membunuhmu!" seru Afmar.
"Stt... jangan terlalu keras, nanti dia mendengarnya. Tenang saja, aku ini sangat setia pada bundamu." jawab Arthur dengan penuh percaya diri.
"Aku tau itu, tapi papah tidak bisa membohongi diri papah sendiri, bahwasanya papah juga sebenarnya sangat ingin sekali menyentuh bundakan!?"
__ADS_1
"Tentu saja! papah akan buatkan seorang adik untukmu nanti." jawab Arthur dengan menepuk pundak Afmar.
"Ya Afmar tau, Afmar sangat berharap adik Afmar nanti perempuan."
"Papah tidak akan membuatkan hanya satu adik saja loh, tapi 3 bagaimana!? sepertinya bundamu nanti kelihatan sangat s*xsi setiap harinya, umm... papah suka itu." ujar Arthur dengan raut wajah seperti sedang membayangkan sesuatu.
"Ish papah! nafsuan banget sih!" seru Arthur.
Arthur mengusap kepala Afmar. "Tenanglah, papah hanya bercanda, tugasmu sekarang adalah mendoakan bunda agar cepat lekas sembuh."
"Baik papah, tetapi aku hanya ingin satu orang adik saja, namun jika tuhan memberikan seorang adik yang kembar itu lebih baik."
Arthur tersenyum, dan bergumam di dalam hatinya. "Lihatlah Ilona, anakmu meminta seorang adik, ayo cepat sebuh Ilona setelah itu cepatlah kembali kepadaku, di malam itu juga aku akan menghabiskan seluruh hasratku selama 10 tahun ini."
"Aku tidak faham dengan ayah dan anak yang satu ini. Sebelah sisi anaknya mendukung papahnya untuk menyiksa bundanya." bisik Alex.
"Kamu salah Alex, itulah sebuah kombinasi yang baik." jawab Misha.
"Kombinasi?"
"Iyah kombinasi, Afmar sangat mendukung papahnya yang sudah selama 10 tahun berpisah dari bundanya, jadi wajar saja kalo Afmar meminta seorang adik kepada papahnya."
"Aku tidak mengerti, sepertinya aku masih sangat polos." ujar Alex dengan raut wajah yang keheranan.
Tak lama dari itu Susan masuk kembali ke dalam tenda Arthur, dan berkata. "Arthur, ada seorang klien baru yang mengajak kita untuk bekerja sama."
"Lalu?" tanya Arthur.
"Ya dia mau bertemu dengan kita sekarang juga."
"Dimana?" Arthur bertanya kembali.
"Caffe teratai."
"Yo... gas!" seru Arthur dengan bersemangatnya.
Afmar yang melihatnya sedikit kesal, sebenarnya apa yang mau ia lakukan. "Dasar pria licik... !!! awas saja jika kau berani-beraninya menghianati bunda, aku akan membunuhmu dengan tangan ku sendiri!"
Arthur mengusap kepala Afmar dengan senyuman dan tatapan yang tulus. "Tenanglah, papah pergi dulu yah, kau baik-baik disini bersama tante Sista yah."
"Hmm... baiklah."
"Agrhh... Arthur, kau itu membuatku basah sebelum waktunya." ujar Susan di dalam hatinya.
"Baiklah Susan, ayo kita temui klien tersebut." Arthur bersandiwara memegang tangan Susan, tujuannya agar ia semakin terjebak di dalam perangkapnya.
...Bersambung...................
Cerita ini mempunyai alur cerita panjang, jadi sabar yah untuk menunggu semuanya terungkap, terimakasih dan tetap suport Author yah!✔️
Jangan lupa untuk melanjutkan ke bab 41 yah!
Tetap suport dengan cara Like, Favorit, dan Vote setiap hari senin.
Jika ada pemasukan ide silahkan tulis di kolom komentar. So jangan ketinggalan bab selanjutnya, jangan lupa share ya. ♡(∩o∩)♡
Jangan lupa mampir ke Novel baru Author yah❤
Judulnya : Cinta Dalam Balas Dendam
__ADS_1
Oh iyah jangan lupa mampir ke rekomendasi novel di bawah ini.