Papa Merindukannya

Papa Merindukannya
Bab 6 Tunggu aku bunda


__ADS_3

"Teman-teman!, bersiap siaplah mulai dari besok." teriak Afmar yang kegirangan.


"Hah?, ada apa kok tiba-tiba?" tanya Misha sambil melirik teman-temanya yang lain.


"Iyah benar, apa yang telah terjadi?" tanya Danis kepada Afmar.


"Lusa kita pergi ke Inggris yey, kalian mulai bersiap siap dari sekarang yah!." jawab Afmar dengan suara yang lantang.


Tiba-tiba Athur datang bersama Ibunya untuk memberitaukan klarifikasi waktu kepergian mereka ke Inggris.


"Afmar sayang." panggil nenek.


Berbalik badan, "Nenek, Papah kenapa?. Apa nenek mau menyuruhku makan?, dan memanggil Papah untuk membujuku?"


"Tidak sayang, tujuan nenek dan papahmu kesini untuk memberitau mu sesuatu." jawab nenek.


"Memang mau beritau apa?, apa tentang papah yang mau pergi ke Inggris?. Nenek, apa nenek sudah tau kalo aku juga ikut ke Inggris?" ujar Afmar.


"Iyah nenek sudah tau."


"Lalu nenek mau beritahu apa?" tanya Afmar.


"Iyah nek... jadi kepo nih." ujar teman-teman Afmar.


"Tadi papah Afmar dapat telfon dari Inggris, nah beritanya adalah..." ucap nenek.


Tiba-tiba Arthur menyela, "Jadi tadi papah dapat telfon, katanya papah harus segera pergi ke Inggris, jadinya papah putuskan untuk pergi besok jam 9 pagi, okey."


"Hah!!" ujar Afmar dan teman-teman nya bersamaan.


"Astaga Papah!, tadi papah bilang lusa kok tiba-tiba jadi besok sih." ujar Afmar yang panik.


"Waw... ini kabar baik, nenek bantu Misha izin ke mamah, papah yah." ujar Misha yang sangat bersemangat.


"Kalo aku sih gampang, ga kaya kamu Misha." ujar Alex yang menyombongkan diri.


"Apasi Alex, kamu iri yah?"


"Sudah kalian ini, ada nenek dan paman juga tetap saja bertengkar." seru Danis yang memperingati.


"Iyah... iyah maaf." ucap mereka berdua.


"Papah... Afmar belum siap-siap, kok bisa secepat itu sih? padahal Afmar kan baru saja turun." tanya Afmar kepada Arthur.


"Ya bisa dong, sewaktu Afmar turun tiba-tiba handphone papah bergetar yang ternyata itu telfon dari Inggris, setelah perbincangan nya selesai papah langsung susul Afmar deh."


"Tenang Afmar, masih ada nenek dan bibi-bibi yang siap membantu Afmar kapan pun itu." ujar nenek yang menenangkan Afmar.


"Terimakasih nenek, Baiklah Afmar akan bersiap siap setelah berbincang sebentar lagi bersama teman-teman."


"Yasudah Papah dan nenek tinggal dulu yah. Papah juga butuh sedikit bantuan nenekmu untuk bersiap." ujar Arthur yang sedikit bergurau.


"Hahaha... nenek tinggal dulu yah Afmar, Papahmu ini wajib dibantu oleh nenek kalau tidak... pasti ada saja yang terlupakan."


"Ih Papah!, sudah dewasa tetap saja manja pada nenek Afmar!" teriak Afmar.


"Tidak apa-apa dia ibuku, dan kamu adalah cucunya, papah 1 langkah lebih depan darimu." jawab Arthur sambil berjalan meninggalkan taman.


"Papah kau sangat menyebalkan!"


"Tenanglah Afmar, biar nenek marahi nanti papahmu ini." jawab nenek yang menenangkan Afmar.


Setelah Arthur, dan Ibunya pergi Afmar bersama teman-temanya bergegas untuk membicarakan rencana apa saja yang akan mereka lakukan disana.


"Teman-teman bagaimana kalau kita membuat rencana sekarang?" tanya Afmar pada teman-temanya.


"Boleh, seperti apa rencana nya?, waktu kita hanya sedikit." ujar danis yang merasa tergesa-geaa.


"Mendekatlah teman temen." seru Afmar


"Baiklah."


Afmar berbisik kepada teman-temanya, "Bagaimana kalau aku mengumpulkan berita seputar bundaku lewat Papah?, ini adalah ulang tahunku jadi aku bebas mau bertanya apapun selain tentang keberadaan bunda."


"Afmar kau pintar sekali." seru Alex.


"Ide bagus." ucap Danis dan Misha.


"Kalau begitu jika kamu sudah menemukan kunci jawabanya langsung saja hubungi kami. Sekarang sebaiknya kita bertiga pulang dahulu, sebab kau juga tau kita perlu bersiap-siap untuk besok." ujar Danis.


Misha berbisik pada Afmar "jalan kan rencana nya."


"Kami pamit dulu, jaga dirimu baik-baik." ujar Alex.


"Baiklah kalau begitu, aku pastikan malam ini juga aku dapatkan ciri-ciri bundaku, sampai jumpa teman-teman."


...Setelah itu Afmar bergegas masuk ke dalam rumah untuk meminta sesuatu pada Papahnya....


"Papah... Papah... bolehkah aku meminta sesuatu?" tanya Afmar.

__ADS_1


"Iyahh Afmar ada apa? kamu seperti nya sangat bersemangat, apa yang kamu mau sekarang?"


"Apa Papah belum bersiap-siap?, dimana nenek?, tenang saja aku tidak akan meminta mainan lagi."


"Nenekmu sedang mempersiapkan barang-barangmu dulu, lalu Afmar mau minta apa?, katakanlah sini duduk di samping Papah."


Afmar pun duduk di sisi Arthur lalu berkata, "Papah, Afmar mohon ceritakanlah sesosok bunda sekarang."


Arthur sedikit terkejut dengan permintaan anaknya, namun ia berfikir tidak ada salahnya juga untuk menceritakan sedikit sesosok Ilona pada Afmar, "Baiklah, apa yang kamu ingin tanyakan soal bunda?"


Tanpa berfikir panjang lagi Afmar langsung bertanya, "Bunda itu memiliki sifat yang seperti apa?, aku mohon Papah ceritakan semuanya padaku hari ini juga, bagaimanapun hari ini masih hari ulang tahunku."


"Baiklah akan ku ceritakan semua tentang bundamu sekarang." ujar Arthur.


"Benarkah papah?" tanya Afmar sambil memeluk Arthur dengan erat, karena ia merasa tidak percaya bahwasanya pada akhirnya Arthur mau menceritakan lebih banyak lagi soal bundanya.


"Iyah Afmar." jawab Arthur sambil memeluk balik Afmar.


Arthur sudah tidak dapat lagi menyembunyikan segala tentang Ilona kepada Afmar, rindu yang dimiliki oleh Afmar terhadap Ilona adalah sebab yang menjadikan Afmar selalu ingin mencari tau.


"Berjanjilah padaku, Papah akan menceritakan semuanya tentang bunda, tidak ada lagi kata cukup." ujar Afmar dengan tatapan serius.


"Begitu kejamkah aku?, maafkan Papah yah Afmar." ucap Arthur dengan tatapan sedih.


"Iyah Papah sangat kejam!, ayo sekarang berceritalah." ujar Afmar yang tidak sabar.


"Apa yang Afmar ingin tau? tanyakanlah."


"Baiklah... Pah ibuku cantikan?"


"Dia sangat cantik Afmar!, bukan hanya cantik saja. Bundamu adalah wanita yang sangat anggun, dan baik hati."


"Bentuk fisik ibu itu bagaimana?"


"Pertanyaanmu ini selalu kamu tanyakan setiap tahun nya Afmar tetapi ada sedikit tambahan, bundamu tidak pernah memanjangkan kukunya seperti wanita lain, alasanya adalah jikalau kukunya panjang mana bisa bundamu merawat papah sekaligus membereskan rumah, dan yang terakhir bundamu tidak pernah memakai rok pendek keluar rumah."


"Papah..."


"Ada apa anaku?"


"Apa aku pantas mendapatkan kasih sayang bunda?" tanya Afmar.


Arthur langsung memeluk Afmar dengan erat, "Anaku... bundamu sangat mencintaimu, dia menyusuimu, melahirkanmu, menjaga dan Mengurusmu dengan baik."


...Namun sepertinya Afmar sangat mengantuk sehingga ia tertidur di pelukan Arthur....


Keesokan harinya, ketika Afmar terbangun ia baru sadar bahwa ternyata kemarin malam ia tertidur, dan sama sekali belum mengabari teman-temanya, Afmar pun bergegas mengambil handphonenya lalu ia mengirim pesan di grup chat.


...Grup chat...


"Teman-teman, maaf sekali kemarin malam aku ketiduran, nanti saja aku ceritakan ketika sudah sampai di Inggris, sekarang aku mau siap-siap dulu, dah."


Afmar pun dengan tergesa gesanya ia bersiap-siap, berlari kesana-kesini untuk mencari pakaianya.


Bergumam, "Akhirnya aku sudah siap."


"Eh anak papah udah siap, papah kira kamu masih tidur, yasudah ayo kita berangkat." ucap Arthur yang kaget melihat Afmar tiba-tiba sudah berpakaian rapi.


"Astaga Papah!, kau tidak membangunkan aku." seru Afmar.


"Sudah, sudah tidak ada waktu untuk berdebat." ujar Arthur yang menarik tangan Afmar.


"Eh Papah!, pelan-pelan aku masih ngantuk."


"Kamu bisa lanjutkan tidur di mobil."


"Ya... ya baiklah, Papah ini terlalu memanjakanku." ujar Afmar yang kesal karena ia tidak di bangunkan oleh Arthur.


Afmar dan Arthur pun berangkat ke bandara, sesampainya di bandara ternyata Misha, Danis, dan Alex sudah datang lebih awal datang dari jam 09.30.


"Paman! disini." teriak Misha pada Arthur.


"Oh iyah anak-anak kita tidak akan naik pesawat umum akan tetapi kita akan naik pesawat pribadi milik paman." ujar Arthur kepada teman-temanya Afmar.


"Wow... keren banget paman." ujar Misha.


"Paman, dimana Afmar?" tanya Alex.


"Oh Afmar, dia sudah duluan naik ke pesawat." jawab Arthur.


"Kok ga nungguin kita sih." ujar Misha yang mengeluh.


"Hahaha... Afmar tertidur di mobil dan paman tidak mau membangunkanya, jadi paman suruh asisten untuk gendong Afmar duluan kepesawat. Sebaiknya kita juga cepat menyusul Afmar, ayo." ujar Arthur yang mengajak teman-teman Afmar agar gergegas.


"Baik paman."


^^^Singkatnya mereka sudah berada di dalam pesawat, dan dalam perjalanan ke Inggris.^^^


"Paman, apa Afmar masih tidur? bukanya kita sebentar lagi sampai di Inggris?" tanya Alex pada Arthur.

__ADS_1


"Eumm, yasudah kalian bangunkan Afmar sekarang kalau tidak mungkin dia akan semakin marah." jawab Arthur.


"Baiklah Paman."


Misha, Danis dan Alex pun datang ke tempat Afmar tidur.


"Afmar... Afmar bangun." ujar Misha yang berusaha membangunkan Afmar.


"Afmar bangun."


Alex naik ke atas kasur yang di tiduri oleh Afmar, lalu ia tiba-tiba melompat-lompat di kasurnya yang bertujuan untuk membangunkan Afmar, "Doing... doing... Afmar bangun apa kau akan selamanya tidur?"


"Alex apa kau tidak bisa baik-baik saja membangunkan nya?" ujar Misha yang menegur Alex.


"Tidak!, Afmar bangun... cepatlah bangun." teriak Alex.


Afmar merasa terusik yang pada akhirnya ia terbangun, "Teman-teman, sebentar lagi saja memangnya sekarang sudah jam berapa?"


"Jam 11." jawab Danis.


Afmar langsung duduk dan berfikir kalo Arthur meninggalkan nya, "Papah jahat sekali meninggalkanku!"


"Hahaha... siapa yang meninggalkan?, kita sudah ada di dalam pesawat Afmar, sebentar lagi kita sampai di Inggris, kamu terus tidur sih." ujar Alex yang tertawa terbahak-bahak saat Afmar menyangka bahwa mereka di tinggalkan.


"Hah! lalu kenapa kalian baru membangunkan ku." seru Afmar yang kesal


"Karena papahmu yang tidak membolehkan, dan baru saja papahmu menyuruh kita, hahaha..." ujar Alex yang terus mengejek Afmar.


Asisten Arthur pun datang ke tempat mereka berkumpul, dan memberitaukan bahwasanya kita akan segera turun dari pesawat.


"Tuan muda kita akan segera turun dari pesawat, di mohon untuk bersiap-siap." seru dari salah satu asisten Arthur.


"Baik." jawab mereka bersamaan.


Tidak lama dari situ mereka pun mendarat dengan selamat di Inggris, ketika mereka turun dari pesawat tak di sangka Susan sudah menunggu mereka yang bertujuan untuk menyambut Arthur, sekaligus untuk mengambil kesempatan lebih dekat lagi dengan Afmar.


"Hai Afmar, kamu ikut kesini?" tanya Susan dengan raut wajah senang.


"Iyah tante, ayo tante cepat booking hotel sekarang." ujar Afmar sambil menarik tangan Susan.


"Tenang Afmar tante sudah booking kan, ayo sekarang kita berangkat ke hotelnya."


"Iyah baik, tinggalkan saja mereka kita duluan, aku sangat kesal."


Merekapun berangkat menuju Hotel. Sesampainya di hotel Afmar bersama teman-temanya bergegas masuk ke kamar yang bertujuan untuk membicarakan rencana mereka.


"Tante bilang ke papah Afmar dan teman-teman duluan ke kamar." ujar Afmar.


"Baiklah." jawab Susan.


Afmar dan teman-temanya pun naik ke atas, sesampainya di kamar Afmar bergegas mengunci pintu.


"Teman-teman, dengar aku baik-baik! aku sudah membuat rencana, yang pertama tugas untuk Alex, tugasmu adalah mencaritahu berapa banyak nama Ilona di negara Inggris ini sekaligus dengan alamat rumahnya, untuk Misha dan Danis kalian bantu aku mencari rumah-rumah dari pemilik nama Ilona."


"Baiklah, tenanglah Afmar akan kami laksanakan semuanya dengan baik." ujar teman-teman Afmar bersamaan.


Disisi lain Arthur bersama Susan sedang membicarakan proyek museum, setelah itu Arthur memberi perintah kepada Susan agar ia mencarikan pendesain bangunan yang handal untuk pembangunan museum, namun Susan sepertinya menyepelekan perintah dari Arthur yang akhirnya ia memberikan kembali perintah pada asistenya.


"Susan, aku mohon padamu untuk menghubungi para pendesain yang handal untuk pembangunan museum." ujar Arthur.


"Baiklah, kau tenang saja aku usahakan besok atau lusa pendesainya sudah datang." jawab Susan yang basa basi.


Susan bergegas membuka handphonenya, ia langsung menghubungi asistenya untuk meminta bantuan atas tugas yang di berikan oleh Arthur.


...Isi chat...


"Sista, aku akan memberimu sebuah tugas!, bawakan aku 1 pendesain handal untuk datang ke kantor besok, atau lusa."


^^^"Baik bu, akan segeraku carikan secepatnya."^^^


"Satu lagi, jangan pernah kamu katakan kepada Arthur bahwa aku telah memerintahmu, atau aku akan memecatmu, dan apabila kamu dapat menjaga rahasia ini aku akan tambahkan gajimu sebesar 3x lipat."


^^^"Baik bu, akan ku jaga rahasianya, terimakasih atas tambahan gajinya."^^^


"Ya sama-sama."


🌻🌻🌻


...♥Bersambung..... lanjutkan ke Bab 7. Tetap suport dan berikan dukungan terbaik Kalian.♥...


づ ̄ ³ ̄)づ


Jangan lupa mampir ke Novel baru Author yah❀


Judulnya : Cinta Dalam Balas Dendam



__ADS_1


__ADS_2