Papa Merindukannya

Papa Merindukannya
Bab 76 Calon buah hati keduaku


__ADS_3

Tanpa berfikir panjang Ilona, segera memesan kue yang bertuslikan "Im Fregnet" untuk kejutan nya kepada Arthur.


Tuk... tuk... tuk...


"Bunda! bunda! bunda!" panggil Afmar, dari luar kamar.


"Ya sayang? masuk aja, dimana papah?" tanya Ilona.


"Ada tuh... di belakang. Bunda, ayo sekarang kita renang! please." bujuk Afmar.


"Eumm boleh ayo, sebentar bunda gantu baju dulu, kamu juga ganti gih."


"Ahh! terimakasih bunda, Afmar siap-siap dlu." ujar Afmar, yang langsung berlari dengan cepat menuju kamarnya kembali.


Ilona, pun segera mengganti bajunya untuk berenang di kolam renang, namun Arthur mengatakan bahwa Ilona, harus makan terlebih dahulu, dan menunggu selama setengah jam sampai makanan nya tercena dengan lebih baik dahulu.


"Sayang, kamu belum makan, makan dulu yah? aku suapin. Tapi walau udah makan kamu tetep gak boleh berenang dulu sampe makanan nya udah turun ke bawah, oke?" ujar Arthur.


"Iyahh oke-oke, memangnya Afmar udah sarapan juga?" tanya Ilona.


"Udah dia mah dari subuh." jawab Arthur.


"Hahahaha... yaudah." ujar Ilona, yang tertawa kecil.


Tak lama dari itu Afmar, pun kembali dan segera mengajak bundanya untuk renang. "Bunda... bunda... ayo! ayo kita berenang bunda."


"Iyah sayang, bunda makan dulu." jawab Ilona, dari dalam kamar.


"Bunda boleh masuk?" tanya Afmar.

__ADS_1


"Boleh sayang."


Seketika Afmar, langsung membeku ketika melihat bundanya yang sedang di suapi oleh papahnya. "What? kalian malah suap suapan yah!"


"Heh! mau bunda mu pingsan waktu berenang?" seru Arthur.


"Hehehe engga sih, yaudah Afmar tunggu di kolam aja ya... bye." ujar Afmar, yang segera balik kanan untuk berenang.


"Oke sayang, hati-hati."


Setelah 30 menit Ilona, dan Arthur pun menyusul Afmar, yang sedang asik berenang sendirian.


"Afmar, bunda sama papah juga mau ikut berenang dong." ucap Ilona, dari kejauhan.


"Ayo-ayo sini! tapi jangan lupa pemanasan dulu ya?" jawab Afmar.


Setelah selesai pemanasan, Ilona terlebih dahulu memasukan kaki nya ke dalam air, karena dihawatirkan kandungannya yang masih sangat rentan dan lemah, maka ia memilih untuk berenang seperti biasa, tidak lupa di temani juga oleh Arthur.


"Kamu sudah lama tidak berenang ya sayang?" tanya Arthur.


"Hehehe... iyah, aku sedikit berhati-hati." jawab Ilona.


"Ya, aku hanya heran saja, karena dulu yang paling antusias jika di ajak berenang itu kamu, ya makannya anaknya malah lahir Afmar."


"Hey papah! aku mendengarnya loh!" seru Afmar.


"Bercanda, ayo berenang lagi."


"Ya... ya... ya..."

__ADS_1


Dan singkatnya tak terasa waktu berjalan dengan cepat, hari menunjukan pukul 1 siang, mereka pun memutuskan untuk selesai berenang, namun ketika baru saja naik ke permukaan Ilona, secara tiba-tiba ingin sekali muntah akan tetapi ia berusaha untuk menahannya hingga terlihat di wajahnya sangat pucat, akan tetapi Arthur sebagai suami siaga ketika melihat wajah istrinya yang begitu pucat pun akhirnya bertanya apakah dia baik-baik saja atau kemungkinan ia masuk angin karena habis berenang?


Uo...


Seketika melirik ke arah Ilona, dengan cepat. "Sayang? kamu kenapa? masuk angin yah abis berenang?"


Ilona sedikit gugup, ia tidak mau berbohong akan tetapi entah apa yang harus ia lakukan sekarang, ia terpaksa berbohong. "Eum... i-iyah, sepertinya aku masuk angin dan sekarang ingin sekali rasanya muntah, namun aku sedang berusaha untuk menahan nya."


"Astaga sayang, jangan di tahan-tahan ayo cepat aku antar ke kamar mandi." ujar Arthur, yang segera menggendong Ilona, ke kamar mandi.


Sesampainya di kamar mandi Arthur, segera menemani istrinya itu untuk mengusap punggung Ilona, dan benar saja Ilona muntah. Seketika Arthur, semakin menghawatirkan istrinya tersebut. "apa kamu yakin kamu baik baik saja? apakah kita perlu ke UGD?" tanya Arthur.


Dengan serentak Ilona langsung menolak ajakan Arthur, untuk ke UGD. "Tenanglah sayang, aku hanya kebanyakan makan, Jadi rasanya ingin muntah."


"Apa kamu yakin?" ujar Arthur, yang bertanya sekali lagi.


Setelah, melihat bundanya yang sedang mengalami mual Afmar, pun jadi ikut menghawatirkan ilona. "Bunda, apakah bunda baik-baik saja?"


"Bunda baik-baik saja sayang, tenanglah." jawab Ilona, yang berusaha menenangkan suasana.


Bersambung...............


Jangan lupa Like + Komen + Like + Share ❤


Jangan lupa mampir ke Novel baru Author yah❤


Judulnya : Cinta Dalam Balas Dendam


__ADS_1


__ADS_2