Papa Merindukannya

Papa Merindukannya
Bab 54 Ada 2 konflik?


__ADS_3

Setelah Lifia keluar kelas, teman-teman Afmar yang lainnya pun langsung memprotes keputusan yang telah Afmar putuskan tanpa meminta persetujuan mereka dahulu.


"Afmar, apa yang kau lakukan?" tanya Misha.


"Kau memutuskannya sendirian Afmar! seharusnya kita berunding dulu, dan kenapa pula kau memutuskan untuk menyetujuinya?" seru Alex.


"Ya benar, padahal jelas-jelas dia jahat akan tetapi kau malah mendekatkan nya ke sisimu." ujar Danis yang meneruskan ucapan Alex.


"Kalian tenang dulu! pertama aku meminta maaf kepada kalian karena telah memutuskannya sendiri, namun kalian harus mengikuti arusnya jika kalian ingin mengetahui jawabannya." ujar Afmar.


"Jawabannya?" tanya Alex.


"Iyah jawaban dari maksud Liafia ingin masuk ke kelas ini, kita tidak taukan apa maksudnya? untuk mengetahuinya kita harus terus memantaunya dari dekat." jawab Afmar.


"Tapikan kita bisa menyuruh salah satu dari murid kelas 4-5 B untuk memata-matainya." ujar Misha.


"Seluruh kelasnya pasrti sudah di pengaruhi terlebih dahulu olehnya, jadi ia pasti akan menyuruhnya untuk memberikan informasi yang salah pada kita, jadi jalan satu-satunya kita harus menyelidikinya sendiri."


"Baiklah." jawab mereka semua secara bersamaan.


"Aku mohon kepada kalian mulai dari besok bersikaplah biasa saja ketika Lifia datang."


"Tapi aku tidak bisa Afmar." ujar Alex.


"Kenapa?" tanya Afmar.


"Aku tidak bisa bersikap baik kepada seseorang yang telah menyakiti teman ku." jawab Alex dengan raut wajah bimbang.


Puk...


Afmar, menepuk pundak Alex dengan tangannya. "Kau tenang saja Alex, kita akan bekerja sama dengan baik, bantulah aku untuk meluruskan rencana ini."


Alex, menatap Afmar dengan rasa kagum. "Baiklah Afmar, aku akan berusaha."


"Terimakasih teman-teman, kalian selalu ada untukku."


Teman-teman Afmar, langsung memeluk Afmar, secara bersamaan. "Kami pasti akan selalu ada untukmu Afmar, begitupun dengan kau yang selalu ada untuk kami."


"Aku bersyukur memiliki teman-teman seperti kalian."


"Dan kami bangga memiliki seorang teman sepertimu."


...----------------...


Suasana kantor keluarga Sheng saat ini yang sedang mengadakan meeting penting perusahaan.



Arthur, masuk ke dalam kantor dengan gagah dan seketika mata para pebisnis lain pun menatap penuh ke arah Arthur.


"Presidir Arthur, anda sudah datang." ujar salah satu pebisnis yang ada di dalam ruangan rapat.

__ADS_1


"Kalian bisa lihat sendirikan saya datang?" tanya Arthur.


"Tuan Presidir, dimana sekertaris mu?"


"Ouh iyah benar, dimana sekertaris mu tuan?" saut pebisnis lain.


"Ouhh, soal itu yah, dia__"


Pembicaraan Arthur, terpotong oleh seseorang. "Susan, sedang libur, dan perkenalkan saya adalah sekertaris barunya."


Seketika seluruh pebisnis yang ada langsung melirik ke arah pintu keluar. "Nyo-nyonya besar Sheng! kau sudah kembali?"


Arthur, menepuk jidatnya. "Nyonya, apa yang sedang kau lakukan disini? aku sudah memintamu untuk diam di ruanganku kan?"


Ilona, menyatukan jari telunjuknya dengan jari telunjuk lainnya, lalu menunjukan raut wajah memohonnya di hadapan Arthur. "Aku hanya ingin membantumu, Tuan."


"Hmm... yasudah duduk." ujar Arthur.


Ilona, dengan senangnya langsung duduk di kursi yang tepat di sebelah kanan Arthur. Sebenarnya tujuan Ilona, untuk memilih ikut meeting adalah untuk berjaga-jaga agar Arthur tidak meninggalkan meeting yang belum selesai, mungkin kehadiran Ilona di sampingnya akan jauh lebih baik untuk membantunya berfikir.


"Baiklah semuanya, kita mulai meeting ini." ujar Arthur.


"Tuan, mohon izin untuk berbicara dahulu."


"Baiklah saya persilahkan tuan Akso, untuk mempresentasikan hasil jualnya terlebih dahulu."


Tuan Akso, dahulunya adalah pesaing besar perusahaan Sheng untuk bisnis di bagian Fashion, namun setelah sepuluh tahun bersaing beliau memutuskan untuk bekerja sama dengan perusahaan Sheng, dan sekarang kerja sama antara tuan Akso dengan perusahaan sudah berjalan selama tujuh tahun.


"Terimakasih presidir, seluruh cabang Fashion kita sedang mengalami kekurangan bahan import dari amerika, saya mohon tingkatkan kembali daya import bahan kita terutama kain dan pernak-pernik."


"Emm... tapi tuan, daya import perusahaan saya memang sedang menurun, akan tetapi mungkin itu karena keteledoran salah satu karyawan saya."


"Baiklah, jika itu masalahnya perusahaan Sheng akan mengecek apa masalahnya besok."


"Saya mohon secepatnya tuan, karna daya tarik konsumen sedang melunjak naik, hal yang saya takutkan adalah apabila kita tidak segera mengimport barang pemasukan perusahaan pun akan menurun."


"Baiklah. Ilona, cepat hubungi karyawan administrasi kita untuk cepat menghubungi pihak administrasi kantor tuan Akso."


"Baik sayang, eh maksudku tuan." jeda. "Astaga Ilona, kau salah bicara." ucap Ilona, di dalam hatinya sambil menutup kedua matanya.


Arthur, mengusap kepala Ilona. "Tidak apa-apa, sekarang kamu bantu aku yah."


"Eumm... baiklah." ujar Ilona, yang segera menghubungi pihak administrasi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


2 jam kemudian.


Pembelajaran Afmar, pun akhirnya telah selesai di laksanakan, dan Ilona, pun sekarang sedang bersiap untuk menjemput Afmar di sekolah.


"Ah akhirnya pembelajaran selesai." ujar Alex.

__ADS_1


"Kalian tau tidak aku di jemput oleh siapa?" tanya Afmar.


"Supir?" jawab Misha.


"Nenek dan Kakekmu?" ujar Alex.


"Tante Ilona?" jawab Danis.


"Gacha! kau benar Danis." seru Afmar.


"Afmar!" teriak seseorang di depan gerbang sekolah.


Afmar, menoleh ke arah gerbang dan menyelidiki seseorang yang memanggilnya. "Eumm siapa? oh! bibi Novita!"


"Hai sayang... sudah lama kita tidak berjumpa." seru Novita dari jauh.


"Novita, siapa weh?!" desis Alex.


"Wanita itu kelihatannya sangat tidak baik." ujar Misha.


"Hey dia bukan tidak baik, akan tetapi dia sangat s3xs1." ujar Alex.


Plak... !!!


Misha, langsung memukul kepala Alex dengan buku yang ada di tangannya. "Mesum! kau masih kecil Alex! jangan sampai fikiran mu itu kotor."


"Wanita itu bukannya teman masa kecilnya paman Arthur yah?" ucap Danis.


"HAH... !!!" bentak Alex dan Misha bersamaan.


Novita, adalah salah satu teman dekat Arthur semenjak ia masih kecil, dari mulai masih duduk di bangku SD sampai SMA mereka selalu bersama. Sama dengan halnya Arthur, Novita pun ternyata adalah seorang wanita pebisnis, hanya saja ia sukses di negara Italia.


Setelah kuliah mereka memutuskan untuk berbeda sekolah, dan berbeda jurusan di bidang bisnis. Arthur memiliki tekad untuk menguasai seluruh bisnis dari mulai, barang, fashion, makanan, minuman, lestoran, caffe, dan lain sebagainya, berbeda dengan Novita yang memilih jurusan fashion, akan tetapi Novita ingin juga nantinya ia masuk ke dalam bisnis otomotif.


"Bibi! kau jahat sekali sudah tidak mengunjungiku selama dua tahun!" seru Afmar yang langsung berlari menuju ke arah Novita.


"Maafkan aku sayang... apakah kau merindukan ku?" tanya Novita.


Afmar, langsung memeluk Novita dengan cukup keras. "Aku sangat merindukan mu bibi."


Teman-teman Afmar, hanya bisa bertanya-tanya, kenapa Afmar belum pernah sekalipum menceritakan sosok teman masa kecil papahnya? kenapa hanya Danis saja yang tau akan hal ini? sebenarnya apa maksud dari kedatangannya yang begitu mendadak? padahal Ilona baru saja kembali ke dalam keluarga Sheng.


Bersambung....................


Nantikan bab novel selanjutnya! jangan lupa share yah, membantu orang itu dapat pahala loh.♡(∩o∩)♡


Jangan lupa mampir ke Novel baru Author yah❤


Judulnya : Cinta Dalam Balas Dendam


__ADS_1


Oh iyah Author mau kasih rekomendasi novel bagus lagi nih, jangan lupa mampir.



__ADS_2