
Sesampainya mereka di hotel, Bima dengan romantisnya membukakan pintu mobil untuk Novita, namun seperti biasa Novita hanya menganggapya biasa saja. "Mari Nyonya, saya bantu untuk keluar dari mobil."
Dengan cueknya ia hanya melirik, dan kembali menghiraukan bantuan Bima. "Hmm... terimakasih."
"Baik Nyonya, ayo kita masuk ke dalam hotel."
"Iyah, hotel mu besar juga ternyata." ujar Novita.
"Tentu saja, apalagi jika kamu jadi istriku, hotel ini pasti akam menjadi milikmu." Bima, berusaha menggoda Novita dengan jaminan hotel.
"Berapa penghasilan perbulan nya? aku bertanya hanya ingin tau, bukan karena aku ingin jadi istrimu."
"Sekitar 700 juta perbulan." jawab Bima.
Seketika Novita, langsung tercengang setelah mendengar ucapan angka yang di sebutkan oleh Bima. "Astaga besar sekali."
"Hahaha... jadi bagaimana? mau mempertimbangkan tawaran ku?" tanya Bima.
Mengubah wajahnya sembilan puluh derajat menjadi tidak tertarik. "Tetap tidak! sudahlah ayo masuk."
"Hahaha... iyah-iyah."
Mereka pun segera masuk ke dalam hotel.
__ADS_1
"Selamat datang di hotel kami, semoga tuan Bima dan Nyonya Novita dapat bersenang-senang." ujar sang pelayan.
Novita, sangat kebingungan kenapa sang pelayan mengetahui namanya. "Hey pelayan! kenapa kamu bisa-bisanya mengetahui namaku?"
"Eits... eits... Novita, sayang jangan kasar-kasar pada pelayan ku. Aku yang menyuruhnya untuk menyambut kita dengan baik."
"Ouh begitu, yasudah." ujar Novita, yang kemungkinan menahan malu dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Bima.
"Hahaha... maafkan aku pelayan, wanitaku memang sedikit emosional." ujar Bima.
"Iyah Tuan, itu tidak masalah bagiku."
"Baiklah kalo begitu lanjutkan pekerjaan mu."
"Baik Tuan."
"Sepertinya penampilan ku ini berhasil memanipulasi mereka." gumam Adira.
Entah bagaimana cara Adira, untuk mendapatkan seragam pelayan hotel itu, akan tetapi hal itu adalah sebuah kecerdikan yang luar biasa. Kalo begini Adira, dapat dengan mudahnya untuk mencari informasi seperti apa yang di inginkan oleh Arthur.
Hal yang di untungkan lainnya adalah Adira dapat mengubah wajahnya dengan menggunakan silikon yang sudah ia rancang untuk keadaan seperti ini.
Penyamaran Adira, menjadi pelayan.
__ADS_1
Beralih ke makan malam romantis yang akan di lakukan oleh Bima dan Novita. Novita, baseorang ratu yang di jamu dengan jamuan yang paling spesial di hotel itu.
"Waw... Bima, apakah ini semua untuk ku?" tanya Novita, dengan senyuman kebahagiaan.
"Tentu saja, aku sudah persiapkan semua ini hanya untukmu Nyonya." jawab Bima.
"Aku begitu sangat merasa senang Bima! karena setelah sekian lamanya aku belum pernah lagi makan makanan bintang lima seperti ini."
"Hahaha... aku senang jika kamu senang, kalo begitu makan lah sepuasnya, karena setelah ini aku pasti akan selalu memanjakan mu dengan hal apapun yang kamu sukai, itu semua demi kebahagiaan mu. Bima pasti akan melakukan apapun demi Novita." ujar Bima, dengan ucapan yang begitu sangat tulus dari dalam hati.
"Kamu memang selalu dapat memperlakukan aku dengan baik Bima, kau itu memanglah teman terbaik yang aku miliki di dunia ini."
Bima, hanya tersenyum saat Novita mengatakan itu, namun berbeda dengan hatinya yang terus-menerus mengatakan. "Teman?! teman?! hanya seorang teman?! ternyata tidak pernah berubah."
Tunggu saja nanti ketika kita pergi bersama ke Itali. Novita, aku pasti akan membuatmu nyaman dan jatuh cinta padaku dengan waktu singkat.
Bersambung...
Jangan lupa Like + Komen + Suport and Share
Jangan lupa mampir ke Novel baru Author yah❤
__ADS_1
Judulnya : Cinta Dalam Balas Dendam