Pasutri Gaje

Pasutri Gaje
Part 21


__ADS_3

Hujan deras yang semula mengguyur reda seketika saat Haris selesai memarkirkan motor untuk masuk ke dalam garasi rumah, Jasmin sudah terlebih dahulu merapikan diri untuk terbebas dari jas hujan ponco yang membuat celana jeans-nya basah kuyup dari lutut sampai kaki.


Mami Hani lari terbirit-birit dari dalam rumah ketika melihat anak dan menantunya hujan-hujanan pakai motor.


"Yaa Allah... udah gede masih aja ujan ujanan... kapan dewasanya sih kalian?!" bentak Hani sambil ngomel-ngomel khas dirinya, kepada Jasmin yang justru tertunduk dengan wajah lesu cemberut. Haris yang menyadari air muka Jasmin hanya dapat menghela napas lega, karena dia nggak sebasah Jasmin.


Hani masih tidak menyadari keadaan puterinya, Hani kemudian menyerahkan handuk ke tangan Haris dan Jasmin.


"Nih, mami kan udah bilang pake mobil, Ris! Jangan motor-motoran terus. Hujan ya kehujanan kan...," peringat Hani pada Haris.


"Pakai motor lebih cepet Mih, kalo naik mobil tadi jalurnya ditutup."


“Ckck alasan aja, kamu ini emang pecinta roda dua."


"Ya kalo pecinta tiga roda Haris bawa bajay dong. Emang Mami mau punya mantu supir bajay... bergetar Mih," jawab Haris dengan nada becanda, Hani tertawa kecil.


"Oke oke terserah kamu deh...."


Tanpa mereka sadari, Jasmin justru masuk rumah dengan wajah masih cemberut dan murung, anak itu sepertinya terkena tekanan batin gara-gara kehujanan dan cuma pakai jas hujan ponco. Itu sih tebakan Haris.


"Jasmin kenapa?" tanya Hani pada Haris.

__ADS_1


"Bete mungkin Mih, dia kebelet ee"


"Temenin gih," perintah Hani yang membuat Haris harus ekstra sabar menghadapi Hani dan Jasmin.


***


Jordan dan Fany sudah kembali dari liburan kedua mereka setelah merayakan ulang tahun pernikahan, itu artinya keluarga berkumpul lengkap di rumah besar milik Haris dan Jasmin. Sepertinya rumah baru Haris dan Jasmin sebagai hadiah pernikahan itu kini menjadi basecamp para orang tua untuk melakukan reuni, bahkan tidak jarang kalau Dimas dan Hani menginap untuk sekedar patroli orang tua, atau kadang-kadang juga Surya dan Airin ikut menginap lantaran kesepian di dalam rumah mereka yang jaraknya tinggal nyebrang doang. Sekarang tambah member baru, Jordan dan Fany ikut nimbrung juga.


Terlihat Jordan dan Fany semakin mesra daripada biasanya, setelah bulan madu kedua wajah mereka amat bersinar bak pengantin baru. Papa tiri Haris dan Mama menantu Jasmin itu sangatlah elegan dan manis, beda dengan Dimas dan Hani yang slebor, tetapi asik diajak ngobrol.


Jasmin tak kunjung turun dari kamarnya sejak kembali dari tempat kerja, di ruang keluarga juga hanya Haris yang terjebak tanpa partner in crime-nya, ada Surya dan Airin sedang membaca buku batita panduan menjadi orang tua, Dimas dan Hani sedang ngemil sukro.


"Hm, kamu sudah baby moon belum, Rin?" tanya Jordan pada putrinya.


"Belum sempet, Pah, akunya juga masih kena morning sickness."


"Wah, itu pasti debaynya pengen piknik... emang belum kamu rencanain buat baby moon, Surya?"


'Mana ada dede bayi udah ngerti piknik,' batin Haris sedih.


"Belum pah... masih tunggu waktu."

__ADS_1


"Ckck... ya nggak usah tunggu-tunggu. Resort papa ada di ciater udah lama nggak dikunjungin. Ke sana kan deket, sekalian kita terapi pake ikan kerapu."


"Hm bentar Om... terapi pake ikan kerapu. Emang di ciater ada laut?" tanya Haris ditengah obrolan antara Dimas, Surya dan Jordan.


"Dibakar loh Ris, maksudnya kita makan makan...."


Haris manggut-manggut, dua kali dia kena trap orang tua


"Boleh deh Pah... kita coba nanti minggu depan ke ciater. Kalo hari ini belum bisa, Surya masih ada kerjaan," jawab Airin dengan nada lembut.


"Ah ngapain nunggu minggu depan. Sekarang aja kita pergi, mumpung masih sore."


"Heh, sore dari mananya? Ini udah jam 9 malem,.


Om," ucap Haris dengan mata melotot.


"Duh Haris, kamu itu memang masih bayi yaa, denger-denger, kamu sama Jasmin juga belum bulan madu kan? Nah ini waktu yang tepat. Kamu juga harus kasih cucu buat kita-kita," jawab Jordan, laki-laki itu langsung berdiri dari duduknya dan mengajak Fany untuk bersiap pergi.


"Eh ini beneran pergi sekarang?!" tanya Dimas dan Hani barengan.


"Beneran... kuy lah," jawab Jordan santai.

__ADS_1


Airin dan Surya hanya dapat tertawa kecil, memang beginilah sikap Jordan, tidak suka menunda-nunda rencana. Haris cuma bisa cengo ditempatnya.


__ADS_2