
Waktu semakin sore, acara empat bulanan pun akan segera dimulai. Semua keluarga sudah berkumpul di teras belakang rumah, pengajian akan digelar nanti malam setelah acara adat selesai di selenggarakan.
Tampak Dimas mencari-cari Jasmin dan Haris yang tidak ada di tempat, pria beranak satu itu segera saja menyusuli anak tiri dan menantunya ke lantai dua. Memang sudah biasa bagi Dimas untuk mengganggu anak-anaknya dengan keisengannya.
Suasana masih canggung di antara Haris maupun Jasmin, seperti sekarang ini, dua manusia itu tidak saling bertegur sapa ketika hanya berduaan di dalam kamar. Jasmin sedang bersiap mengeringkan rambutnya dengan hairdryer sementara Haris sedang bersiap mengganti pakaian untuk menyambut tamu acara.
Tok
Tok
Tok
Haris mendengar ketukan pintu, cowok itu langsung membuka pintu kamarnya dan Jasmin, dan menemukan Dimas yang sudah tersenyum cerah menyapanya.
"Ada apa Om?" Haris melongokkan kepalanya dibatas pintų, dia melakukan itu sebab Dimas suka kepo kebangetan. Kan Haris kesel.
"Kalian udah siap? Jasmin mana?"
"Ouh. Jasmin belum keluar Om."
Dimas tersenyum gemas. "Ahhhh.. belum keluar toh. Kamu sudah?"
"Sudah Om"
"Ckck...yaudah suruh keluar dulu. Maaf ya ganggu. Hehe." Dimas menarik pintu untuk ditutup, dan Haris langsung mengatupkan bibirnya karena dia tahu apa yang Dimas maksudkan.
***
__ADS_1
Nela hadir sebagai tamu tak diundang sore itu, anak itu banyak yang menyukai termasuk para orang tua yang hadir di sana. Nela katanya mengendarai sepedanya sendiri untuk bermain dan menemui Jasmin yang sementara waktu masih tinggal di kediaman pak Jordan.
"Ya ampun, Nela ke sini sama siapa? Papanya tahu?"
Nela tersenyum manis saat Jasmin bertanya mengenai kedatangannya. "Hihi... Nela udah nge WA papa kok Tante. Papa bilang enggak apa-apa kalo mainnya ke rumah Tante Jasmin."
Haris yang mendengar itu agak mendelik malas, sementara Jasmin hanya dapat tersenyum tipis.
"Ouh begitu... Nela udah makan?"
"Udah, Tante. Tadi dikasih nasi tumpeng sama Omah Hani."
"Eh Nela. Masih kecil nggak boleh pegang HP." Komentar Haris pada Nela yang sejak tadi terus memperhatikannya.
"Nggak papa Om, yang nggak boleh itu kalau anak kecil pegang-pegang api."
"Kenapa emang anak kecil nggak boleh pegang
"Panas Om."
"Wkwkwkwk." Jasmin menertawakan kebodohan Haris dan obrolan Nela sekarang. Haris memasang tampang asem, sementara Nela yang duduk di antara mereka hanya dapat tersenyum sambil menutup bibir kecilnya.
"Hihi. Om Haris lucu," ujar Nela pada Haris.
Jasmin menyebikan bibirnya. Eh, tetapi sejak kapan ya Nela kok bisa jadi sok akrab gini sama Jasmin. Apa jangan-jangan... Nela mau Jasmin jadi Mama tirinya? Hehe ....
"Iya dong aku lucu. Eh, kamu pulang sana, nggak baik anak kecil masih keluyuran, bentar lagi maghrib nanti kamu di gondol kalong wewe," beritahu Haris pada Nela.
__ADS_1
“Ris, lu nggak usah doktrin aneh-aneh deh sama bocah!" timpal Jasmin membuat Haris tersenyum geli.
"Kalong wewe apaan sih Om, Tan?" tanya Nela polos.
"Kalong wewe itu, mbak-mbak yang dadanya besar," jawab Haris cepat. Haris tertawa kecil ditahan, sementara Jasmin memelototi suaminya dengan galak.
"Ouh. Berarti tante Jasmin bukan kalong wewe ya. Dadanya kecil kayak Nela."
"HAHAHAHA" Haris tertawa ngakak di tempatnya duduk, membuat semua orang menatap ke arahnya, tetapi Haris tidak peduli. Nela ini lucu banget apalagi kalau sudah mengejek Jasmin yang sekarang manyun kesel karena dikatain dadanya kecil.
"Rese lu, Nold!" Jasmin menimpuk paha Haris cukup keras, tetapi Haris tidak merasakan kesakitan. Hiburan ditengah kecanggungan itu selalu ada ya sobat.
***
"Om Haris udah punya pacar?" tanya Nela saat ia pamit pulang, Jasmin sudah lebih dahulu berada di gerbang, rencananya Nela akan di jemput oleh pengasuhnya lima menit lagi.
Haris melihat ke arah Jasmin sambil tersenyum hangat. "Hmm maunya?"
"Om Haris jangan punya pacar dulu. Tunggu Nela gede, ya?”
"Emang kalau Nela udah gede, Nela mau jadi pacarnya Om?"
Nela mengangguk kecil. “Iya dong. Om Haris ganteng... baik lagi, lucu... idung Om juga gede mancung. Kayak badut dufan."
'Yeh ini anak. Persis amet bapaknya, mulutnya lemes! Untung Jasmin nggak denger gue di nistain,' umpat Haris dalam hati sambil memegangi hidungnya.
"Hehe, becanda Om. Om, Nela pulang ya, makasih Om udah mau ajakin Nela main."
__ADS_1
"Iya sama-sama. Belajar yang pinter ya, Nela."
Nela melambaikan tangannya pada Haris, lalu memberikan salam pada Jasmin saat si pengasuh tiba untuk menjemput.