
Jumat sore menjelang sabtu merupakan hari paling berharga untuk Jasmin, selain menjelang weekend Jasmin pun sudah ada janji dengan Kai atas undangan cowok itu untuk mentraktirnya makan siang besok, tentu tidak berdua, Jasmin juga mengajak Haris meskipun Haris belum memberikan jawaban yang pasti untuk ikut. Namun, yang jelas Jasmin mempersiapkan pertemuannya dengan Kai itu sangat matang, mulai dari baju baru dan tas baru yang ia beli tadi siang.
Kegiatan Jasmin hari ini pun tidak sepadat biasanya, dia sedang jobless menjadi seorang MUA dan Jasmin pun hanya membuat sebuah video tutorial make up di channel Youtube-nya.
Jasmin mendapatkan sebuah pesan dan langsung ia buka.
Arnold : Lu di mana?
Jasmin : Rumah Mami.
Jawab Jasmin langsung dan singkat. Jasmin memang sekarang tinggal bersama Hani dulu kalau menjelang weekend, sebab ia tidak mau kalau tinggal di rumah Fany dan Jordan karena sepasang suami istri itu akan pergi keluar kota jika weekend, dan Jasmin juga tidak boleh ditinggal sendirian di rumah, ia masih trauma. Maka Haris meminta Jasmin untuk tinggal bersama Hani dulu sampai situasi di komplek Batu Mas aman dan tentram dari teror rampok.
Arnold : Udah makan?
Jasmin mengerutkan alisnya. "Tumben banget nanya gini."
Jasmin : Belom... lu?
Arnold : udah lah.. wkwkwk.
Jasmin menyebikan bibir jengkel, bete banget sih punya suami macam Haris, iseng aja kerjanya.
Tiba-tiba Haris mengiriminya pesan lagi.
Arnold : Mau nasi goreng nggak? Gue beliin yang deket alfa itu.
Jasmin tersenyum girang. "Nah gitu dong!"
Jasmin : Mau Nolddddd... banget.
__ADS_1
Arnold: Tunggu
Jasmin : Oke, lopyuuu.
Arnold : Huekkk....
Haris tersenyum tidak jelas saat mendapat pesan terakhir dari Jasmin. Dengan bermodalkan celemek milik Fany yang biasa dipakai memasak, Haris kemudian menyiapkan wajan dengan sedikit minyak lalu menaruhnya di atas kompor, cowok itu mulai memasak nasi goreng dengan jerih payahnya sendiri.
***
Waktu menunjukkan pukul tujuh malam, Jasmin tidak melihat adanya tanda-tanda Haris ada di rumah, cowok itu juga bohong soal nasi goreng yang akan dia belikan padahal Jasmin udah lapar banget sebab sejak siang ia hanya makan sedikit ditambah lagi tadi sore ia habis buat video, otomatis perut Jasmin sudah pasti sangat keroncongan menjelang malam begini.
Drrrttt ... Drrrttt ....
Jasmin mengernyit saat sebuah nomor tidak dikenal meneleponnya, gadis itu langsung menyambar HP yang tersimpan di atas meja dan mengangkat panggilan.
"Hallo...," kata Jasmin pelan dan hati-hati.
Jasmin tersenyum agak jengkel, suara Nela cempreng banget.
"Uh. Nela toh? Tante di rumah...," jawab Jasmin setelah terdiam beberapa detik.
"Nela main ya sama papa ke rumah tante."
"Heh? Main? Ngapain?"
"Main tante... Nela bete," ucap Nela lagi seraya membujuk, terdengar di telepon suara agak bising, mungkin Nela ini sedang di jalan bersama Papanya.
"Hmm tapi tante Jasmin nggak di rumah sekarang."
__ADS_1
"Loh kata tante. Tantenya di rumah. Kok gitu? Tante bohong, ya?"
Jasmin memejamkan matanya jengkel, ia sudah keceplosan.
"Eh maksudnya tante nggak di rumah itu. Tante ada di rumahnya mami tante."
"Pah, Tante Jasminnya nggak ada di rumah itu. Adanya di rumah maminya...." terdengar Nela sepertinya mengadu pada Kai, mendengar Nela menyebut Kai dengan sebutan papa membuat Jasmin merasa malu sekaligus tersenyum geli.
"Oh coba sini Hpnya...," ujar Kai pada Nela, Jasmin bersiap membersihkan tenggorokkannya untuk mengobrol dengan Kai.
"Hallo Min?"
"Hmm iya?"
"Kamu di mana? Nela katanya mau main nih. Maaf ya ganggu malem-malem.“
"Hmm aku lagi di rumah sih, hehe."
"Oh di rumah. Rumah kamu masih yang dulu bukan?"
"Iya, emang masih hapal?"
"Haha... masih sih kayaknya. Tapi kalo nggak keberatan kita main ke sana ya? Boleh kirim lokasinya enggak?"
"Hmm gimana ya, di rumah lagi nggak ada siapa siapa sih. Mami lagi pergi.. hmm... boleh deh.. sebentar aku kirim lokasinya dulu."
"Oke. Ditunggu ya Min," ujar Kai dengan lembut.
Jasmin mematikan sambungan telepon, lalu langsung saja mengirimkan lokasinya pada nomor Kai yang ia segera simpan dengan cepat. Sambil menunggu kedatangan Nela dan Kai, Jasmin segera berlari menuju kamarnya dan mengganti pakaian untuk terlihat lebih rapi di hadapan Kai dan Nela.
__ADS_1
Maaf ya, Jasmin ini memang kekanakan. Padahal kalau ingat dulu perbuatan Kai padanya, Jasmin seharusnya tidak bisa memaafkan Kai dengan mudah, tetapi sepertinya kebaikan Kai jauh lebih berbekas di hati Jasmin dibandingkan perlakuan buruk cowok itu padanya.
Tak perlu menunggu lama, kurang dari tiga puluh menit Kai dan Nela sudah tiba di kediaman Jasmin. Di rumah Jasmin tidak ada siapa-siapa selain ART yang sedang beristirahat, Hani dan Dimas pun sedang makan malam di luar dan mereka sudah pergi sejak tadi sore. Haris juga tidak kunjung muncul sejak tadi pagi, janji cowok itu untuk membelikan nasi goreng pun tidak ditepati. Wajar dong kalau Jasmin yang kelaparan sangat senang dengan kedatangan Nela dan Kai ke rumahnya.