
Ada yang capek-capek nahan rindu karena LDR, eh ujung-ujungnya putus karena salah satunya selingkuh. Ada juga yang mesra-mesra pacaran selama bertahun-tahun, ujung-ujungnya tidak jodoh karena ditikung sama yang lebih mapan. Ada lagi yang baru kenal, tetapi langsung nikah sampai beritanya viral, banyak.
Yang jarang itu ya menikah sama sahabat sendiri, yang udah dikenal luar dalamnya, kiri kanannya, sampe gesrek dan warasnya. Lebih aneh lagi, kok bisa sih sahabatan dari kecil, udah saling suka sejak dulu, tetapi sulit ngungkapin isi hati satu sama lain.
Jasmin menatap keluar jendela pesawat pemandangannya hanya awan putih yang terhampar membentuk gelombang-gelombang. Sebebas itu perasaan Jasmin sekarang, seperti awan-awan itu yang beterbangan mengisi luasnya angkasa. Beda banget sama Jasmin yang dulu, Jasmin sekarang bisa senyum, hatinya juga tidak gondok karena perasaan cemburu yang tidak jelas. Pokoknya plong banget deh.
Haris ada di sampingnya. Ya, suaminya itu ikut dan membeli tiket pesawat langsung di bandara. Namun, ada yang berbeda dengan Haris. Haris sama sekali tidak berekspresi, sejak dirinya berada di dalam pesawat, Haris sama sekali tidak mengajak Jasmin mengobrol.
"Nold, kok ngelamun aja dari tadi? Canggung ya karena udah nembak gue?" tanya Jasmin dengan tatapan penuh tanya dan perhatian pada Haris.
Haris masih tidak menggubris Jasmin yang ada di sisinya. Haris menatap Jasmin dengan tatapan seperti orang mengantuk.
"Ih, biasa aja kali, kan udah dari kecil kita bersahabat... Hehe... persahabatan bagai kepompong, iya gak?" ucap Jasmin sembari nyanyi.
"Bukan gitu Min, lu jangan geer dulu dong jadi cewek," balas Haris, membuat Jasmin cekikikan. Arnold kembali ke bentuk aslinya gaes, nyebelin.
"Terus kenapa dong, Aa Haris cemberut mulu."
__ADS_1
Haris tersenyum kecil, sebutan Aa keluar dengan manis dari bibir kecil istrinya yang enggak kalah manis.
"Hmm... uang gue habis semua Min."
"HAH KOK BISA?!" ucap Jasmin terkejut.
"Masih nyisa gak? Terus kita honeymoon di sana gimana? Harga BH di belanda mahal-mahal Ris. ****** juga. Mana lu gak bawa baju sama sekali."
"Ck, honeymoon mah di kasur juga jadi Min,“ jawab Haris enteng.
"Terus... kenapa duitnya bisa abis?"
Haris menangkup kedua pipi tembam Jasmin dengan gemas. "Dengerin Arnold ya wahai Jubaedah."
"Hm kenapa?" Bibir Jasmin sedikit mengerucut karena Harus masih menangkup kedua pipinya.
"Uangnya habis karena beli tiket pesawat on the spot itu lebih mahal 3 kali lipat dibandingkan harga normal. Demi lu juga nih gue rela ngabisin duit."
__ADS_1
Mata Jasmin tampak berkaca-kaca, lalu tersenyum tak seperti biasanya pada Haris.
"Iiih... demi siapa?"
"Demi lu," kata Haris sambil memalingkan wajahnya ke arah lain. Membuat Jasmin gemas.
"Ih, gumush...."
"Hmm, coba lu bilang dari SMA kalo lu tuh suka sama gue."
Haris menoleh ke arah Jasmin dan menyebikan bibirnya. "Lu juga harusnya bilang dong naksir gue dari SD."
"Ih, waktu jaman SD mah masih cinta monyet Ris, kalo lu kan suka sama gue pas SMA. Itu mah udah mulai cinta beneran, Ris."
"Oh, jadi pas SD lo bukan spesies manusia ya, tapi spesies monyet wkwkwk." Ngakaklah Haris di depan wajah Jasmin.
PLAR PLAK PLAK
__ADS_1