
"Miiinnnn gawat!" Haris menerobos masuk ke dalam kamar di mana Jasmin berada di sana, Jasmin tidak merespon heboh panggilan Haris, gadis itu sudah bersiap tidur di atas sofa dengan wajah sembab.
Haris langsung menutup bibirnya saat ekspresi Jasmin tidak seperti biasanya.
"Kenapa?" tanya Jasmin lembut.
"Hmm... kita ke ciater sekarang."
"Hah?!" Jasmin terkejut, tetapi setelahnya dia biasa lagi.
"Hah doang?" tanya Haris heran.
"Ya mau gimana lagi, ini pasti rencana gila om Jordan, kan?!"
"Iyaa, ayo lah siap-siap," ajak Haris dengan santai, karena Jasmin juga tampak sudah bangun dari duduknya di sofa.
"Heran gue sama om Jordan, pantatnya nggak betahan banget di rumah. Dikit-dikit nongkrong, dikit-dikit ke Bali, kerjaan traveling mulu. Anak ditinggal-tinggal."
Jasmin cekikikan mendengar ocehan Haris tentang papa tirinya itu. “Lu dari tadi ngomongin pantat mulu, pantat kurang kasih sayanglah, pantat nggak betahanlah."
Haris tersenyum kecil, lega karena Jasmin ternyata masih bisa cekikikan setelah sikapnya tadi lumayan bikin Haris khawatir.
***
__ADS_1
Super sial! Jasmin dan Haris terpaksa harus satu mobil dengan Surya dan Airin menuju Ciater tempat mereka akan melakukan babymoon untuk Airin. Jasmin sudah pasti cemberut habis-habisan, sementara Haris harus tahan pasang tampang supercool. Di dalam perjalanan tidak terjadi banyak percakapan, jadi nggak usah gue ceritain lah yaa. Gue tahu kalian pinisirin sama kisah dua bocah itu diciater begimana. Haha.
"Taraaa kita sudah sampai...." Jordan dan Fany lebih dulu menyambut besan dan anak menantu mereka pada sebuah vila megah yang asri, waktu menunjukkan pukul 11 malam saat ini, tetapi wajah-wajah para orang tua terlihat masih segar, terutama Jordan dan Dimas.
"Udah tahu Om, kalo masih di jalan mah ngapain Om ngomong tara tiri...," ceplos Jasmin dengan wajah agak bete.
Hal itu membuat Jordan tertawa kecil, dan Hani memelototi anak semata wayangnya.
"Hehe... aduh Jasmin sepertinya kesal, ya?"
"Enggak Om, Jasmin ngantuk,“ jawab Jasmin ngasal.
"Hahaha... oke oke, spesial buat kamu menantu tersayang dan Haris anak bungsu, kamar kalian ada di atas, sebelahan sama Surya dan Airin, nih kuncinya," kata Jordan sembari menyerahkan satu kunci ke tangan Jasmin.
Haris mengekori Jasmin untuk segera naik ke lantai dua, dua anak itu tampaknya kelelahan tanpa alasan, kelelahan menonton kemesraan gebetan masing-masing selama perjalanan bukanlah hal yang mudah sobat!
Jasmin langsung masuk ke dalam kamar merebahkan diri di atas kasur super empuk yang tersedia di sana, kasurnya cukup dingin sehingga membuat Jasmin harus memeluk lengannya sendiri. Haris menyusul sembari menaruh tas berisi pakaiannya ke atas lemari kecil.
"Kita tidur sebelahan aja," ucap Jasmin sambil memejamkan matanya.
"Hah?"
Jasmin menoleh ke samping. "Iya sebelahan. Di sini nggak ada sofa, karpet juga nggak ada. Lu mau tidur di lantai? Dingin...," peringat Jasmin pada Haris.
__ADS_1
Haris tersenyum miring, "Hello... setahu gue hari ini adalah jadwal gue buat di atas dan lu di bawah" Haris melipat lengan di depan dada.
"Nah makanya, samping-sampingan aja.“
"Ogah!" ujar Haris tak mau kalah.
"Yaudah lu di bawah!"
"Lu yang di bawah!"
"Lu lah, ngalah kek jadi laki!"
Pintu terbuka dari luar, tampak Dimas bengong dengan jagung bakar berada di tangannya, menyaksikan pertengkaran Haris dan Jasmin di dalam kamar.
Jasmin dan Haris otomatis langsung menoleh ke arah pintu dan menatap laki-laki itu cukup terkejut.
"Mau jagung?" tanya Dimas kikuk.
Jasmin dan Haris kompak menggeleng.
"Okee...," kata Dimas sambil menutup pintu.
Namun, pintu kembali terbuka, beruntung Haris dan Jasmin masih berada di posisi masing-masing. Dimas kembali muncul dengan wajah canggung.
__ADS_1
"By the way... atas bawah sama saja... coba kalian gantian. Tapi.. papa setuju sama saran Jasmin, samping-sampingan juga enak."