Pasutri Gaje

Pasutri Gaje
Part 49


__ADS_3

Kaisay : Beib, main yuk.


Jasmin yang sudah bersiap dengan dandanan cantik langsung berjalan keluar dari rumah Haris untuk menghampiri Kai yang sudah berjanji akan menjemputnya di depan kompleks.


Jasmin : Oke Beib, udah sampe?


Kaisay : Daritadi... Beibbb.


Jasmin : Ihhh... Beibbbb tunggu....


Kaisay : Hehe, makin kesini bnya makin nambah. Jadi makin sayang.


Jasmin : Hihi Beibbbbbb ....


Valentine sudah lewat, tetapi hari penuh kasih sayang sudah bertambah dan makin merekah-rekah di antara hubungan Jasmin dan Kai. Terhitung sejak peristiwa Kai masuk rumah sakit, hubungan mereka sampai hari ini telah terjalin selama empat bulan lamanya, meskipun masih berstatus backstreet dari orang tua, tetapi nyatanya tak ada yang dapat menghalangi betapa bar-barnya cinta dua remaja ini.


Kai cowok yang pandai mengatur situasi dan kondisi saat berkencan, dan sering mengajak Jasmin ke berbagai macam tempat indah, sore itu mereka jalan-jalan menyusuri braga setelah gerimis mengguyur. Layaknya pasangan muda-mudi mereka mengambil foto selfie berdua, berkendara dengan motor berdua.


"Kenapa coba aku nggak suka pake mobil?" tanya Kai saat mereka kini hendak menuju tempat makan pilihan Kai.


"Kenapa? karena pake mobil itu macet?"


Kai tersenyum. "Hmm... bener sih, tapi ada alasan lain."


"Apa? Hihi... penasaran deh."


"Biar bisa dipeluk kamu lah, hehe,“ jawab Kai dengan nada gombal yang isi gombalannya itu ditambahin sedikit aroma ekstasi, alias bikin Jasmin klepek-klepek.


"Ih kamu mah, sebel," kata Jasmin dengan memasang tampang imut, Kai menatap wajah pacarnya via kaca spion dengan senyum amat lebar. Pelukan Jasmin semakin erat di pinggang kekasihnya sore itu.


Kai menyudahi gombalannya, karena dia takut Jasmin kejang-kejang di atas motor.


Ketika turun dari motor Kai melepas helm yang dikenakan oleh Jasmin, merapikan rambut panjang gadis itu dengan telaten serta membawakan tas yang dibawa Jasmin agar gadis itu dapat berdandan dahulu sambil berkaca lewat spion. Gimana Jasmin tidak kesemsem coba sama Kai? Attitude dan cara Kai nge-treat cewek tuh udah sempurna banget, udah gitu Kai juga pacar pertama Jasmin, cowok terindah yang pernah Jasmin miliki di dunia ini.


Apa sih yang Kai tidak punya, semuanya Kai punya. Rugi banget makanya kalau Jasmin harus ngelepasin Kai karena hal sepele kayak kemarin. Jasmin udah percaya banget kalau Kai sudah berubah, bukan playboy lagi.


Bioskop hanya menjadi lokasi kamuflase untuk dua sejoli ini berpacaran tanpa ketahuan oranglain, sebab jika Kai mengajak Jasmin makan di cafe atau resto, Hani alias Maminya Jasmin pasti akan tahu hubungan terlarang mereka, ditambah lagi bioskop juga tempat yang cocok untuk mereka mengobrol panjang lebar dibawah sinar minimalis.

__ADS_1


"Kamu nanti kuliah di Bandung, kan?" tanya Jasmin saat mengetahui kalau pacarnya sudah dinyatakan lulus SMA kemarin. Maka sebagai bentuk perayaan, Kai meminta Jasmin untuk jalan dengannya.


"Iya di Bandung. Kenapa emang?"


Jasmin tersenyum kecil. “Asiiik. Berarti kamu nggak ninggalin aku ke mana-mana dong?"


"Engga Jasmin... aku udah betah banget di Bandung. Apalagi setelah kenal kamu."


"Aku nggak mau LDR kayak temen-temen. Cowoknya selingkuh masa. Jahat banget kan."


Kai menatap Jasmin serius, membuat Jasmin mengerucutkan bibirnya karena bisa saja Jasmin salah bicara atau memojokkan Kai lagi.


"Kamu masih belum yakin ya sama aku?" tanya Kai dengan nada lembut.


Jasmin menggelengkan kepalanya. "Enggak gitu... Jasmin cuma khawatir aja."


Kai tersenyum hangat dan meraih pipi Jasmin untuk dibelai oleh tangan lembutnya. "Khawatir kenapa?"


"Khawatir, kalau kamu naksir cewe lain di kampus baru," ujar Jasmin.


"Mahasiswa kan cantik-cantik," tambah Jasmin.


Saat bibir mereka hampir bersentuhan, HP Jasmin yang lupa disilent tiba-tiba berbunyi cukup keras sehingga gadis itu langsung menghindar dari Kai dan meraih Hpnya. Kai tampak kecewa karena gagal mendapatkan apa yang diinginkannya dari Jasmin.


Incoming calls from Arnold....


"Anjir Arnold...!" geram Jasmin sambil menggeser tombol menerima panggilan.


"Ada apa?!" tanya Jasmin jengkel.


"Uh... ini semur jengkol...."


"Iya kenapa semur jengkolnya?!"


"Udah boleh dimakan belom?"


Jasmin mendengkus, gadis itu menghela napas kasar. "Bolehh... gue udah kasih buat lo sama emak lo... kasih Hamid juga."

__ADS_1


"Eh Min... bentar jangan tutup dulu!"


"Apalagi Nold...."


"Lu tahu password wifi gedung ibu-ibu plek nggak?"


"GAKTAHU!"


"Lah, tanyain dong ke emak lu... gue darurat nih mau mabar."


"Tanya sendiri aja sih, Nold. Ya Allah...."


"Hehe yaudah iya iya...."


Bip


Telepon Jasmin matikan bahkan sebelum Haris kembali bicara, gadis itu lalu menonaktifkan HP nya dan kembali fokus pada tontonan yang sebenarnya dari awal juga sudah dicuekin.


"Arnold siapa?" tanya Kai pada Jasmin yang terlihat masih jengkel.


"Haris," Jawab Jasmin singkat.


Kai mengangguk-anggukkan kepalanya, dengan senyum kecut cowok itu tampaknya tahu akan suatu hal antara Haris dan Jasmin.


"Dia sering telepon kamu? Bukannya dia sekarang sama Mina, ya?"


Jasmin menoleh ke arah Kai dengan tampang cemberut. "Engga sering juga sih... belakangan juga dia emang selalu sama Mina."


"Dia tahu ga kalo kita pacaran lagi?"


Jasmin mengangguk. “Tahu, soalnya aku sering minta tolong Haris kalau mau jalan sama kamu. Mami kan nggak bolehin aku pacaran dulu, hehe... maafin."


Kai meraih sebelah tangan Jasmin dan menggenggamnya erat. "Min, aku tuh serius kok sama kamu. Enggak apa-apa kalau mama kamu marahin aku karena pacarin anaknya. Aku udah siap dengan segala resiko di antara hubungan kita ini."


Jasmin menatap kearah Kai dengan mata berbinar, ketampanan Kai bertambah berkali-kali lipat saat bicara dengan lembut dan penuh dengan penghayatan ini.


"Aku mau kenal sama mami kamu. Aku gak mau sembunyi-sembunyi lagi.“

__ADS_1


"Ih, Kai... kamu jangan gini... Jasmin jadi makin suka," ucap Jasmin malu-malu membuat kai tersenyum kecil.


"apalagi Aku Min... hehe"


__ADS_2