
Hey Arnold adalah serial kartun Amerika yang sangat populer di tahun 1996-2004, karakter utama dalam serial ini adalah Arnold si bocah laki-laki yang tulus dan pendiam bersama seorang kawannya Gerald yang konyol, dibalik sikap pendiamnya, Arnold juga memiliki teman perempuan bernama Helga yang selalu mengusili hidupnya. Dibalik sikap menyebalkan Helga, ternyata gadis itu menyimpan perasaan suka untuk Arnold yang sangat besar.
Jika boleh kembali pada waktu dulu, mungkin ia ingin kembali pada masa kanak-kanak, dimana letak perasaan sangat tidak diperhatikan sama sekali, yang terpenting selalu bersama, bermain, dijemput kedua orang tua dari sekolah untuk makan siang.
Memang nyatanya tidak ada kemurnian lain di muka bumi ini selain kasih sayang kedua orang tua kepada anaknya. Persahabatan antara laki laki dan perempuan suatu saat akan dibumbui dengan perasaan yang dinamakan cinta. Gengsi? Tentu saja, bersahabat selama 20 tahun bukan lah hal yang mudah diruntuhkan dengan ungkapan perasaan cinta. Tapi, cinta itu nyatanya dapat memisahkan, membingungkan, dan bahkan menyedihkan.
Jasmin memasukkan pakaian-pakaiannya ke dalam sebuah koper ukuran sangat besar, saat itu juga tepat tengah malam setelah pertemuan keluarga dilakukan, Jasmin langsung diminta Hani untuk segera merapikan barang-barangnya dan pergi ke Belanda untuk tinggal bersama Joseph. Jasmin yang bimbang tidak dapat menolak keinginan Hani yang sangat kecewa padanya. Mempermainkan pernikahan memang harus mendapatkan hukuman yang setimpal seperti sekarang ini.
Dengan derai air mata, gadis itu melipat satu demi satu pakaian dan memasukkannya ke dalam koper, sisanya ia termenung dan terisak seorang diri.
__ADS_1
Hani mengintip dari ambang pintu, bahkan Jasmin tidak menyadari kehadiran dirinya yang sejak lima belas menit lalu ada di sana.
"Sudahlah... biarin Jasmin ngobrol berdua dulu sama Sehun," bisik Dimas pada Hani.
Hani mengembuskan napas dengan kasar. "Masih marah aku...," balasnya dengan jengkel.
"Nggak baik Han... pernikahan mereka mungkin awalnya palsu. Tapi, apa kamu nggak denger tadi Haris jelasin gimana? Inget Han, kita pernah muda...," beritahu Dimas.
Dimas tidak bisa menjawab keluh kesah istrinya, dan dengan terpaksa lelaki itu kembali menuruti kemauan Hani untuk tidak ikut campur.
__ADS_1
Haris marah, dia sejak tadi terus diam di pojok kamarnya sambil mencoba menghubungi Jasmin dengan HPnya, tetapi nihil, nomor Jasmin terus tidak bisa dihubungi dan telepon rumah pun tidak kunjung diangkat. Haris juga dipaksa pulang dan diusir oleh Hani dari rumahnya. Baru kali ini Haris terlihat sangat terpukul, dibandingkan dengan hari-harinya yang berat ketika bertengkar dengan Jasmin, justru ketika mereka dipaksa berpisah membuat Haris sangat terluka dan sedih seperti sekarang.
"Gue nggak boleh diem terus!" Haris berujar pada dirinya sendiri dengan tangan terkepal.
Haris adalah tipikal lelaki nekat, jika ia memiliki kemauan dan niat maka hal itu harus terwujud kapan pun. Cowok itu dengan segera langsung menyambar helm full face nya, dan mengambil kunci motor yang ada di atas meja.
"Mau ke mana, Ris?!" teriak Fany saat melihat Haris keluar dari kamarnya. Sepertinya seluruh keluarga belum bisa tidur karena kejadian menggemparkan malam ini. Bahkan Surya dan Airin pun sepertinya menginap di rumah Hani dan Dimas.
"Keluar," jawab Haris singkat.
__ADS_1
Fany berusaha mengejar Haris, tetapi Jordan menahan tangan isterinya itu. "Sudah biarin, Haris mungkin ingin menyelesaikan masalahnya sendiri," ucap Jordan menenangkan.
Bersambung ....