Pasutri Gaje

Pasutri Gaje
Part 36


__ADS_3

Acara empat bulanan sukses digelar, meski tidak semua kerabat datang memenuhi undangan, tetapi Alhamdulillah tetangga dan teman dekat hadir untuk memberikan doa serta selamat bagi si Jabang bayi. Tidak kebayang gimana cantik atau gantengnya bayi Surya dan Airin nanti.


Airin nya cantik, Surya nya juga terlihat dermawan dan ganteng. Lengkap sudah kebahagiaan pasangan suami istri itu dengan kehadiran sesosok bayi nanti.


Kini keluarga sedang berkumpul, hanya minus Jasmin yang katanya sudah naik duluan untuk tidur. Sementara Haris yang tidak sempat kabur terpaksa harus ikut kumpul sambil menikmati teh manis menjelang malam.


"Ris, Jasmin ke mana?"


"Tidur duluan Mi." jawab Jasmin pada pertanyaan Hani.


"Tumben. Baru aja jam 8 kok udah tidur... kalian berantem, ya?"


Semua mata langsung tertuju pada Haris, kecuali Dimas yang tersenyum geli pada menantunya itu. Haris menelan ludah kasar ketika ia menjadi pusat perhatian.


"Engga kok, nggak berantem...," jawab Haris bak anak kecil.


"Masa sih. Tadi aja kalian nggak banyak ngobrol. Mama perhatiin dari kemarin kalian juga nggak pernah pergi bareng-bareng," komentar Fany yang sudah tiga hari ini tinggal bersama Jasmin dan Haris.


"Sudah sudah. Haris sama Jasmin baik-baik aja kok. Tadi siang kan habis mantap-mantap ya, Ris. Jasmin kecapean kali." Dimas menyambar pertanyaan Fany sebelum Haris sempat membuka mulutnya.


Blushh ... pipi Haris memerah, sementara para orang tua langsung saja tidak membahas perihal Haris dan Jasmin, mereka langsung mengalihkan obrolan ke arah lain, sebab kalau Dimas sudah ikut nimbrung maka gosip tetangga pun akan jadi bahasan.


***


Nela : Makasih ya Min, udah jagain Nela. Kapan-kapan kamu aku ajak makan ya, sekalian aku mau bilang makasih lebih sopan.

__ADS_1


Jasmin langsung membalas cepat pesan yang dikirim dari nomor Nela. Gila....


"Gilaaa... Kai? Ngechat gue. Berani banget dia?!" umpat Jasmin, tetapi wajahnya menunjukkan rasa bahagia luar biasa.


Tanpa pikir panjang Jasmin langsung membalas pesan itu sambil membuat wajahnya serius, biar ngaruh sama kalimat.


Jasmin : Loh, ini kan nomornya Nela. (hapus)


Jasmin : Hmm... sama-sama... oh nggak perlu kok, aku seneng bisa temenan sama Nela. (kirim)


"Dih. Gue kesannya cuek banget nggak sih kalau gini!" ujar Jasmin saat pesan berhasil terkirim.


Nela : Nela cerita, katanya Tante Jasmin baik banget sama Om Haris nya. Kalo boleh, nanti ajak Haris juga ya buat makan bareng. Gimana lusa pas weekend bisa kan?


Jasmin cemberut. "Kirain mau ngajak dinner gue doang. Eh, taunya ngajak si Arnold juga."


Nela : Kamu masih keep in touch sama Haris kan, Min?


"Gimana gue nggak keep in touch ama Haris... Kai... gue istrinya! Lu telat sih datengnya. Coba lu dateng enam bulanan ke belakang, pasti gue bakal mepetin elu. Nggak bakal gue nikah sama Haris!" ujar Jasmin frustrasi pada layar Hp nya yang masih menampilkan pesan dari Kai.


Cklek!


Pintu terbuka dari luar, Haris datang dengan wajah super datar dan kelihatannya bete banget karena terus digodain di bawah. Jasmin langsung merapikan posisi duduknya di atas kasur saat ada Haris di sana.


"Hmm. Udah bubaran?" tanya Jasmin langsung.

__ADS_1


Sehun merebahkan diri di sofa.


"Udah. Pinjem charger dong, charger gue dipinjem si Surya."


Jasmin mengambil charger miliknya yang tersimpan di samping ranjang dan menyerahkannya pada Haris.


"Hmm... lu mau tidur di mana?" tanya Jasmin.


Haris celingukan. "Di kamar sebelah... Tapi ntar subuh gue pindah ke sini, takutnya kebablasan. Terus nyokap gue tahu kalo kita pisah ranjang."


Jasmin manggut-manggut. "Emmm... kenapa nggak tidur di sini aja?"


"Hah? engga deh... badan gue sakit kalo tidur di sofa, tidur di kasur juga lu nya nggak bisa diem. Muka gue kena tendang terus ama kaki lu," alasan terus Haris ini.


"Ouh okee... hehe... sorry."


"Yaudah, gue tidur ya. Kalau ntar subuh gue belum balik ke sini. Lu bangunin gue aja ya biar gue pindah."


"Hmm... oke."


Haris keluar dari kamarnya yang kini ditempati Jasmin, napasnya memburu kencang, cowok itu bersandar pada pintu yang tertutup dan merutuki dirinya yang sangat bodoh.


"Kenapa ya Allah... kenapa engkau berikan hamba nafsu sebesar itu pada makhluk bernama Jasmin. Kalau bisa mah jangan ya Allah," ujar Haris dengan khidmat sambil memejamkan matanya. Baterai Hp Haris juga masih sangat penuh, yang tadi hanyalah alasan agar dirinya bisa melihat Jasmin dulu sebelum tidur. Dan lagi, Charger Hp Haris ada di kamar sebelah, tidak dipinjam tidak juga ke mana-mana.


Sementara itu di dalam kamar Jasmin hanya bisa merasakan panas di seputaran wajahnya sejak Haris berada di kamar. Saat Haris pergi, Jasmin merasa kecewa, tetapi saat Haris berada di dekatnya Jasmin sangat malu.

__ADS_1


Mereka juga tidak pernah lagi diskusi atau membuat strategi tentang Surya dan Airin. Bahkan soal ciuman tempo hari pun tidak pernah mereka ungkit. Sebenarnya mereka hanya bingung, harus bagaimana memulai sebuah hubungan yang awalnya hanya sebatas persahabatan.


__ADS_2