Pasutri Gaje

Pasutri Gaje
Part 39


__ADS_3

"Tante tadi Nela beli happy meal, ada dua... papa bilang tante suka burger, ya? Nela juga beliin big mac." Nela menyodorkan makanannya ke atas meja lebih tepatnya mendekatkan makanan itu pada Jasmin. Jasmin jadi tersanjung, Kai masih ingat aja makanan kesukaannya.


"Iih Nela... makasih, tau aja kalau tante lagi laper," jawab Jasmin sambil tersipu, di hadapannya ada Kai yang berdandan kasual tidak lupa juga kalau cowok itu tampak sangat kalem dan ganteng seperti biasanya.


"Hehe sama-sama, Tante. Tante, Om Haris enggak disini?"


Jasmin celingukan mendengar pertanyaan Nela, khawatir kalau Kai mungkin akan curiga dengan hubungan Jasmin dan Haris sekarang ini.


"Nela makan dulu, nanti keburu dingin," ujar Kai pada putri kecilnya.


Jasmin merasa terselamatkan dengan ucapan Kai pada Nela sehingga ia tidak perlu cari-cari alasan untuk menjawab pertanyaan polos Nela tentang Haris.


"Oh iya, kamu selama ini tinggal di Bandung terus, Min?" tanya Kai tiba-tiba, Kai ini memang paling bisa membuka tema gengs, dia ini ahli dalam melunturkan kecanggungan. Wajar kalau Kai begini, makanya dia punya banyak mantan.


"Hm, iyaa... di Bandung terus, kuliah juga di Bandung."


Kai manggut-manggut kecil. "Oh... betah banget ya di Bandung? Hehe."

__ADS_1


"Hehe, lumayan."


"Kalau aku sih... setelah lulus SMA Langsung pindah ke jakarta. Di sana tinggal sama Mama."


"Dunia sempit ya, kita masih bisa ketemu setelah bertahun-tahun lost contact."


Kai terus bicara sendiri, dan Jasmin mendengarkan, seperti mengulang masa lalu di mana mereka masih menjalin hubungan percintaan. Kai itu sama seperti Jasmin, anak broken home yang tinggal bersama Papanya di Bandung sementara Mamanya adalah seorang pegawai Bank swasta dan tinggal di Jakarta, sejak SMA Kai pun sering bercerita pada Jasmin mengenai sosok kedua orang tuanya yang sudah pisah.


"Hmm gitu, ya."


Kai tersenyum kecil mendengar tanggapan Jasmin yang tampaknya canggung.


Jasmin menatap cowok itu dengan pandangan terkejut, Kai sepertinya bisa menebak isi kepala Jasmin dengan tepat.


Nela tampaknya masih asik memakan happy mealnya sambil menonton saluran youtube kartun, sehingga dia tidak tertarik dengan obrolan Papanya dan Jasmin.


Jasmin yang sedang begitu rapuh tentu akan menjadi pendengar yang baik untuk mantan kekasihnya ini, saat Kai memutuskan hubungan mereka secara sepihak Jasmin menangis berhari-hari karena sakit hati. Dan saat Kai kembali, tentu perasaan itu akan tumbuh kembali dengan cepat, meski Jasmin mendapatkan resiko bahwa Kai telah memiliki anak dan statusnya pun tidak jelas.

__ADS_1


Jasmin sendiri pun sudah menikah, dengan Haris.


"Kalau aja dulu aku nggak pergi... mungkin..."


"Om, Haris!" teriak Nela girang, hal itu berhasil membuat Jasmin dan Kai menoleh ke teras rumah di mana Haris sudah melepas helm yang melekat di kepalanya. Saking fokusnya, Jasmin sampai tidak dengar kalau motor Haris sudah tiba.


Haris terlihat biasa saja ketika mendapati Kai dan Jasmin tengah bercengkrama, tetapi cowok itu melempar senyum manis pada Nela yang langsung berhambur menghampirinya.


"Eh ada Nela," sapa Haris lembut.


"Om Haris ngapain ke sini?" tanya Nela.


Haris tampaknya kebingungan saat hendak menjawab.


Jasmin memberikan kode pada Haris agar tidak keceplosan untuk menyebutkan bahwa mereka kini sudah tinggal bersama dan menikah. Namun, sepertinya Haris tidak menangkap kode tersebut, atau bahkan Haris sama sekali tidak peduli.


"Om kan tinggal di sini“ jawab Haris santai, Jasmin memejamkan matanya tegang.

__ADS_1


"Loh, Om ini saudaranya tante Jasmin?" tanya Nela lagi polos.


Haris berjongkok di depan Nela, lalu mencubit lembut pipi gembul gadis itu. "Om itu suaminya Tante Jasmin."


__ADS_2