Pasutri Gaje

Pasutri Gaje
Part 55


__ADS_3

Hari Kamis yang mendung Jasmin kembali ke sekolah seorang diri, Hani tidak dapat mengantarnya karena wanita itu sedang memiliki sebuah proyek desain di luar kota. Sepulang sekolah ini Jasmin naik apa, pun masih bingung harus pulang maminya juga meminta Jasmin untuk pulang ke rumah neneknya yang ada di Cikutra dan itu jaraknya cukup jauh dari sekolah Jasmin.


"Mi, hari ini gak pulang?"


"Hah? Pulangnya malem, yaudah, mami jemput Jasmin di rumah enin."


"Di rumah enin juga nggak ada siapa-siapa?!"


"Ih terus Jasmin pulang ke mana?“


"Enggak mau ke rumah tante Fany."


Jasmin cemberut, bibirnya sudah benar-benar manyun.


"Yaudah... iya iya, Jasmin pulang aja tunggu Mami. Oleh-olehnya jangan lupa!"


"Hmm bye. Love you."


Bip


Jasmin mematikan sambungan telepon dan kembali duduk di bangku panjang milik mang Maman, belakangan ini hanya mang Maman yang menjadi tempat Jasmin berlindung sepulang sekolah. Mang Maman pun rasa-rasanya sudah mengenal Jasmin karena seringnya bertukar cerita, toh Jasmin ini tidak seperti anak gadis kebanyakan, Jasmin ini underated, dibalik wajahnya yang judes ternyata Jasmin anak yang senang mengobrol dengan siapapun tanpa memilih siapa orang yang ia ajak bicara.

__ADS_1


Mina keluar dari gerbang sekolah dengan wajahnya yang sudah cerah, mungkin hasil jerih payah Haris mengantarkan bubur buatan Airin sangat manjur sehingga Mina dengan cepat pulih dari sakitnya. Jasmin yang melihat Mina urung menyapa ketika gadis itu sendiri menghampirinya untuk duduk di bangku.


"Hei Min... tadi kok nggak bareng?"


Jasmin tersenyum dipaksakan, karena masih lemes. "Iya, tadi aku habis remed 5 mata pelajaran di ruang guru," kata Jasmin dengan wajah lesunya.


Mina tertawa kecil. "Loh kok banyak banget sih, tapi kamu udah baikan?"


"Udah Alhamdulillah. Kamu nggak ada remed Min?" tanya Jasmin bego, sudah pasti Mina tidak akan remed lah, Mina itu pintar banget dan selalu juara umum mana mungkin remed.


"Enggak ada remed Min.. kayaknya tadi aku periksa jawaban kamu deh, kamu remed fisika sama kimia juga kan?"


Entah kenapa, Jasmin merasa kalau tampang Mina saat ini mirip dengan pengikut firaun, sombong. Mungkin perasaan Jasmin aja sih karena Jasmin kesal juga kenapa dikasih anugerah otak eksak minimalis.


"Kayaknya nilai kamu masih jelek deh," beritahu Mina.


“Hah? Masa sih... kok bisa ya, padahal gue udah belajar," ujar Jasmin pasrah campur sedih, tuhkan si Mina nyebelin. Bisik Jasmin pada dirinya sendiri.


Ada mobil sedan hitam lagi terparkir di depan gerbang sekolah, Jasmin yakin itu Haris yang hendak menjemput Mina. Terlihat Mina bersiap merapikan tas dan rambutnya yang sudah rapi untuk semakin cantik. Maklum kan mau ketemu pacar, jadi Mina beberes dulu se-total mungkin.


Benar sekali tebakan Jasmin, Haris turun dari mobil dan langsung menghampiri Mina yang duduk di bangku milik Mang Maman.

__ADS_1


"Cimol, A'?" tanya Mang Maman pada Haris yang baru tiba.


"Enggak Mang...," kata Haris singkat.


Jasmin mengabaikan Haris, pandangannya ia arahkan pada jajaran angkot yang mengetem di depan sekolahnya, berkali-kali Jasmin ditawari oleh supir angkot, tetapi gadis itu terus menggelengkan kepalanya pertanda menolak.


"Lu nggak balik Min? Apa mau jualan cimol dulu?“ tanya Haris menyebalkan pada kawannya ini.


Jasmin menyebikan bibirnya, padahal Jasmin sudah berharap untuk tidak mendapatkan pertanyaan dari Haris.


"Apa sih lu," ucap Jasmin datar.


Mina pun hanya tertawa kecil mendengar obrolan antara Haris dan Jasmin, gadis itu lugu sehingga tidak bisa diajak becanda.


"Ris, hari ini jadi kan kamu daftar ulang?" tanya Mina pada Haris yang sepertinya sudah rapi. Jasmin tercengang, tetapi tidak mau kepo pada Haris.


Haris melirik Jasmin sebentar. "Hmm, kayaknya jadi... mumpung masih jam 11 siang."


"Mau ikut balik nggak?" tanya Haris pada Jasmin.


Ah, males banget harus balik bareng Haris sama Mina. Jasmin masih punya ongkos kali buat naik angkot atau taksi. Namun masalahnya, kalau Jasmin pulang juga mau sama siapa di rumah. Airin juga pasti masih kuliah dan Hamid sudah pulang ke Surabaya.

__ADS_1


Jasmin mengendikan bahunya. "Enggak, mau jualan cimol!" jawab Jasmin asal yang mengundang tawa kecil dari Mang Maman dan Mina yang menguping.


Haris menyembunyikan senyumnya. “Yaudah, kalau gitu gue sama Mina balik duluan. Tiati."


__ADS_2