Pasutri Gaje

Pasutri Gaje
Part 88


__ADS_3

"Tante Jasmin!" sapa Nela sembari berlari ke arah Jasmin yang sedang duduk-duduk santai bersama Chen di teras belakang toko.


Jasmin cukup kaget ketika melihat Nela datang ke tokonya dan Haris.


"Ya ampun, Nela... kok bisa ada di sini?" tanya Jasmin keheranan, tetapi mereka justru berpelukan akrab karena sudah lumayan lama tidak bertemu.


Nela nyengir, anak itu selalu tampak ceria bila bertemu dengan Jasmin maupun Haris.


"Nela kangen sama tante-om, Jaris!" beritahu Nela dengan manja, gadis kecil itu juga menggelayutkan tangannya di lengan Jasmin.


(Jaris : Jasmin dan Haris).


Chen yang ada di sana tampak tersenyum-senyum memperhatikan Jasmin dan Nela.


"Kak, Chen tinggal dulu ya ke depan. Kayaknya ada pelanggan," pamit Chen pada Jasmin. Jasmin mengangguk pada ucapan Chen dan kembali sibuk dengan Nela.


"Adik bayinya gimana, Tante? Kapan lahir?" tanya Nela lagi, bawel banget ini bocah.


"Hm. Masih lama... sekitar 3 bulanan lagi. Kenapa? Nela mau punya adik, ya?"


Nela mengangguk. "Iya... Nela mau punya adik bayi. Bosen main sendiri terus!" keluh Nela sembari menekuk bibirnya.


"Oh, minta dong sama Papanya Nela. Bisa gak papa kasih adik bayi?!" Jasmin tersenyum miring, mampus lu bocah gue kerjain.


"Emang papa bisa kasih adik bayi, Tan?"


"Hehe... enggak bisa, harus ada mamanya," jawab Jasmin dengan asal. Nela tampak berpikir.


"Yaudah, kalo tante Jasmin udah melahirkan. Tante sama Papa bikin adik bayi juga dong buat Nela... ya, Tante, ya?"


"Nanti... Nela kasih Tante mainan Nela deh semuanya, uang jajan Nela juga bakalan Nela bagi buat Tante," bujuk Nela dengan mata berbinar-binar memohon.


Jasmin melotot dengan ucapan Nela. Namun, segera Jasmin mengubah ekspresi wajahnya. Nela kan masih kecil, mana ngerti hal begitu bisa dosa dan membuat Haris murka kalau sampai dengar!


Tapi, Jasmin jadi penasaran juga... ke mana sih Mamanya Nela. Dan kenapa juga Kai bisa cerai sama istrinya! Fiks, sifat Jasmin satu ini belum berubah. Masih kepo!


"Nela... gak bisa dong, Tante kan udah punya Om Haris... hehe... nanti, adik bayinya punya tante sama Om Haris boleh kok jadi adik bayinya Nela juga... gimana?" ujar Jasmin dengan lembut seraya mengusap puncak kepala Nela dengan penuh perhatian.


Nela tersenyum kecil. “Hmm iya deh... sayangnya, tante bukan punyanya papa Nela."


'Kami mantan Nak, dan papamu adalah mantan terindahku!'


***


Haris beberapa kali melirik ke teras belakang di mana Jasmin dan Nela tampak asik mengobrol. Haris mau kepo sih mereka lagi ngobrolin apaan, tapi tidak bisa karena ada Kai di sebelahnya yang sibuk minta dilayani untuk dipilihkan beberapa jenis furniture yang ada di toko.


Meskipun males banget ngeladeni Kai, tapi mau gimana lagi sih... Haris sedang melayani pembelinya. Dalam hukum pedagang, 'pembeli adalah raja' ya, meskipun Kai adalah raja kegelapan di mata Haris.


"Hebat ya lu... beberapa tahun gak ketemu udah punya brand furniture sendiri!" puji Kai pada Haris. Mereka teman sekelas dulu, cukup akrab karena beberapa kali sering nongkrong sepulang sekolah. Namun, semuanya itu berubah saat cinta-cintaan menyerang!

__ADS_1


"Hehe... biasa aja, ini juga ide dari bokap buat bisnis ginian," kata Haris tak fokus, matanya masih terarah pada Jasmin dan Nela di belakang sana, Kai menyadari hal itu dan tersenyum lucu dengan tingkah Haris.


"Eh sorry ya, Jasminnya diajak ngobrol dulu sama Nela," timpal Kai pada Haris. Haris yang celingak-celinguk langsung menatap ke arah mantan temannya itu dengan mata membulat polos.


"Nggak apa-apa, kan?" tambah Kai lagi.


Haris mengangguk. “Iya... mau liat-liat lagi barang yang lain? Barangnya gak ada di sini sih, masih ada di Jepara, sebagian ada di Jogja. Tapi kalo mau liat, gue udah siapin beberapa gambar buat jadi option lain."


Kai menggelengkan kepalanya pada tawaran Haris. "Gak perlu, gue ambil yang ini aja!" Tunjuk Kai pada salah satu ayunan kayu yang ada di hadapannya.


"Oke... langsung dikirim sekarang ke rumah?"


"Hmmm!"


Kai melakukan pembayaran, tetapi Nela masih belum selesai bermain bersama Jasmin. Kai pun memutuskan untuk duduk di kursi yang sudah disediakan untuk para pengunjung toko, lelaki itu menunggu Haris memberikan nota padanya.


Haris muncul dan memperhatikan Kai yang pandangannya terarah pada teras belakang, di mana Jasmin dan Nela berada di sana.


"Eh Ris... selamat ya," ucap Kai sembari menyodorkan tangannya untuk disambut oleh Haris.


"Buat?"


"Buat semuanya... lu sama Jasmin... buat keluarga kecil kalian juga,“ ungkap Kai dengan senyum kalem. Nggak mempan! Batin Haris mengumpat


"Oh, iya makasih," balas Haris datar.


"Gue sebenernya gak niat banget beli ayunan... tapi, gue cari alesan aja biar Nela bisa ketemu Jasmin."


"Gue takut ganggu kalian lagi," tambah Kai dengan tenang.


"Tapi, gue lakuin ini semua demi Nela... Nela yang gak punya Mama."


Haris mencelos, rasa jengkel dan senyum ketus yang sering ia berikan pada Kai kini berubah menjadi rasa kasihan pada sosok teman lamanya itu. Kai tersenyum dipaksakan ketika melihat ekspresi Haris yang bertolak belakang dengan yang tadi.


"Nela?" gumam Haris dengan pelan. (Mama Nela itu juga namanya Nela. Emang, aku sembarang aja kasih nama😆. Maafin).


"Ada komplikasi saat bersalin, karena usia yang masih sangat muda, makanya... Nela gak bisa bertahan sehari setelah melahirkan."


"Salah gue juga... hmm.“ Kai tersenyum miris, wajah gantengnya berubah jadi sendu dan menatap ke arah teras dengan pandangan yang sangat tidak bisa ditebak. Haris memperhatikan dengan raut khawatir.


"Waktu itu gue bego banget, gue gak bisa memperlakukan Nela yang lagi hamil anak gue dengan baik. Gue malah sering kasarin dia, bahkan... gue terpaksa dengan keadaan waktu itu. Nela stress berat, dan.... karena itu juga ada komplikasi pasca melahirkan."


***


Nela tertidur pulas di ruang kerja Haris, anak kecil itu sedang libur sekolah dan justru maunya main bersama Jasmin dan Haris, Kai sudah pamit sejak siang, dan menitipkan Nela yang tidak mau ikut pulang bersamanya pada Haris dan Jasmin.


Toko sudah mau tutup, karena akhir pekan dan tentu saja waktu pun sudah beranjak menuju sore. Chen juga sudah pulang dan karyawan lain pun pamit untuk beristirahat.


"Sayang... ayo pulang,“ ajak Haris pada Jasmin yang masih tiduran di sofa, Jasmin baru saja bangun lima belas menit yang lalu dan dia masih malas untuk melakukan apa pun. Mama hamil emang doyan rebahan.

__ADS_1


"Hm? Jam berapa?" tanya Jasmin dengan polos, kek anak kecil banget.


"Jam setengah lima ...."


"Loh! Belum masak, A... ayo cepet pulang!" ujar Jasmin dan langsung terduduk di sofa. Jasmin melirik pada Nela yang tidur di sofa kecil tepatnya di samping meja kerja Haris. Jasmin tersenyum lembut.


"Nela gimana?"


Haris menghampiri Nela dan membawa gadis kecil itu ke dalam gendongannya, Nela tidak bergeming dan masih tertidur pulas meskipun Haris menggendongnya. Jasmin tersenyum hangat memperhatikan itu, kepala Nela disandarkan pada bahu kuat Haris yang terbalut kemeja hitam.


Padahal pertemuan pertama Haris dan Nela juga tidak bagus-bagus amat. Mereka rebutan nugget di Mall. Tapi sekarang justru Haris keliatannya baik banget sama Nela.


"Nelanya kita bawa aja ke rumah. Kan dia mau jenguk adik bayi kak Airin ...."


Jasmin nyengir, "Ih... Aa Haris kalau gini tiap hari Jasmin naksir loh."


Haris tertawa kecil dan merangkul bahu Jasmin dengan lembut. "Ah, gue gak begini juga lu mah udah klepek-klepek. Kalo gue tiap hari soswit ntar lu kena ayan, Sayang"


"Hihi... lu kalo ngomong jangan dicampur-campur gitu dong. Sayang ama ngehina jangan disatuin. Jadi bingung gue!" kekeh Jasmin kesal. Haris masih menuntunnya menuju parkiran.


"Iya deh iya Nyonya Jandut... ayo naik... awas tiati kepalanya kepentok!" Haris dengan seksama juga membukakan pintu mobil untuk Jasmin dan mengawasi kepala Jasmin agar tidak terbentur pintu mobil. Jasmin masuk ke mobil dengan selamat. Setelah selesai dengan Jasmin, Haris pun menaruh Nela yang masih terlelap tidur ke bagian belakang mobil, tidak lupa Haris juga memberikan Nela boneka sebagai bantal kepala gadis itu. Sebelum menutup pintu, Haris memandangi wajah polos Nela yang lucu, Haris tersenyum kecil, senyum tulus yang siapa saja kalau melihat akan mengira jika Haris adalah Papanya si kecil Nela.


"Nold... nanti mampir dulu ke Minimarket ya... mau beli sesuatu.“


Permintaan Jasmin barusan membuat Haris tersadar dari lamunannya.


"Oh.. hmmm ...." Haris menutup hari itu dengan senyum yang begitu tenang. Rasanya pertemuan barusan dengan Kai dan obrolan singkat dengan lelaki itu menjadi titik balik untuk Haris.


Haris melajukan mobil dengan kecepatan sedang, dia juga berhati-hati menjaga jarak mobilnya dengan kendaraan lain agar tidak nge-rem mendadak, sebab di belakang sana Nela sedang tidur dan kondisi Jasmin juga tidak boleh kena shock-shock ringan dengan alasan pendarahan yang mungkin bisa terulang lagi.


"Sayang... maafin Aa ya, kalo suka bikin kesel...," ucap Haris ketika mobilnya berhenti di lampu merah. Lampu merah di perempatan ini lama banget, saking lamanya bisa ditunggu sambil rebonding rambut.


Jasmin menatap horor pada suaminya. "Ih, Haris! Lu abis ngapain?!"


Haris malah ngulum senyum dan mendaratkan telapak tangannya dengan lembut ke atas perut Jasmin, lalu mengusap-usapnya.


"Bayi juga... maafin papa ya kalo kamu mau apa-apa papanya susah ngabulin."


"NOLDDD, jangan bikin gue takut! Mending lu ngaku deh, habis ngelakuin dosa apa sampe minta maaf begini?!" tanya Jasmin curiga.


Soalnya Ravi sama Jona bilang kalau Haris lagi kerajinan game online, dan lusa kemarin Haris beli voucher game sampe 2 juta.


"Nold!" bentak Jasmin pelan, tetapi Haris malah menatapnya dengan tulus dan tidak membantah ucapan Jasmin, gak ngeles kayak bajay seperti biasanya.


"Ris, ih...!" Jasmin merajuk, menuntut kejujuran. Pipi Haris memerah. “Engga... gak apa-apa kok, emang gak boleh minta maaf doang?"


"Ya tapi kan aneh... masa gak ada salah minta maaf. Lebaran juga udah kelewat."


Haris mengulum senyum. “Duh.. minta dicium nih Jandut. Imut banget sih curiganya."

__ADS_1


Bersambung ....


Maaf ya, kalau aku lama upnya, soalnya aku sibuk banget akhir-akhir ini, nanti aku usahain up banyak.


__ADS_2