Pasutri Gaje

Pasutri Gaje
Part 27


__ADS_3

Sementara itu, benar tebakan Haris, Jasmin sedang asik chatting bersama temannya di Grup SMA, rencananya mereka akan reuni seminggu lagi tepat pada hari valentine nanti. Jasmin sih sudah ada di dapur, selesai mengupas bungkus sosis dan nugget, tetapi pekerjaan gadis itu sama sekali belum kelar.


Ira : SERIUS LU KETEMU KAI? Cowok DENGAN DUA LUSIN MANTANN, Wkwkwk....


Jasmin : Udah punya anak. Anaknya cewek, cakep banget. Emaknya siapa, ya?


Risa : Yang jelas bukan lu, wkwkwkwkwk.


Sera : Kak Jasmin, dia katanya udah nikah pas keluar SMA.


Jasmin : Iya ya, wajar anaknya udah gede.


Ira : Segede apa?


Jasmin : Udah TK gitu sih kayaknya.


Risa : Dia tahu nggak lu married ama Haris?


Sera : Nah, wkwkwk....

__ADS_1


Jasmin menyimpan HPnya di atas meja makan saat mendengar suara pintu ditutup. Gadis itu langsung saja menyalakan kompor gas yang sudah ditaruh wajan dan minyak di dalamnya.


"Eh, Haris nih dateng!" ujar Jasmin kaget, ia pun sigap menggoreng sosis meski minyak masih belum memberi tanda-tanda panas.


"Riiiissss. Sini, gue lagi manasin minyaknya. Cepetan woy!" teriak Jasmin dari dapur sambil pura-pura sibuk nyari piring untuk wadah sosis.


"Iya, aku di sini," jawab sebuah suara yang sama sekali tidak Jasmin kenal.


Jasmin menoleh ke sumber suara dan menemukan dua orang pria berpakaian serba hitam berdiri di pintu dapur, mengenakan topeng hitam penutup wajah yang hanya membuat mulut dan kedua matanya saja yang terlihat.


Tubuh Jasmin seketika gemetar saat dua pria itu tertawa dengan gelagat tak beres.


"Jadi, Neng sendirian aja di rumah?!" tanya salah satunya sambil berjalan mendekat. Jasmin memegang spatula hangat di tangannya dengan gemetar, gadis itu terkejut dan takut bukan main, kakinya tidak bisa melangkah walaupun satu inci.


"Lu lama banget sih mandinya... cepetan!" kata Jasmin berusaha untuk berakting. Sementara dua pria itu berjalan mendekat, salah satunya memegangi tali tambang yang cukup besar, sementara yang satunya lagi menyembunyikan senjata di belakang tubuhnya.


Jasmin hanya dapat berdoa dalam hati, semoga Haris pulang dari warung dan menemuinya sekarang juga. Ini pertama kalinya Jasmin ketakutan lagi setelah menikah dengan Haris.


"Nggak usah pura-pura," kata salah satu komplotan itu. "Kamu diam aja di sini ya, Neng. Biarin temen-temen saya ambil barang-barang yang ada di rumah ini, mending kamu ambil brangkas yang ada perhiasannya." Beritahu salah satunya.

__ADS_1


Jasmin gemetar saat jaraknya dan perampok itu semakin tipis. Karena Jasmin tidak mau mati sia-sia tanpa perlawanan, gadis itu kemudian meraih gagang wajan dan melemparkan wajannya pada kedua perampok.


"ARRGHHHH!" Dua perampok itu berteriak histeris dengan hebat saat minyak panas yang berisi sosis berhasil mengenai wajah mereka yang tertutup topeng. Jasmin menggunakan kesempatan itu untuk berlari dan segera keluar rumah, tetapi sial gadis itu terpeleset pada noda minyak yang menetes di lantai, sehingga Jasmin terjatuh dan mendapatkan luka melepuh di lengan kirinya.


"Hikss... Hariss!" teriak Jasmin dengan kencang, menangis takut dan panik. Jasmin merasa ini adalah akhir hidupnya.


"WOY! BANG ADA APA?!" teriak salah satu rampok yang rupanya ada di dalam sudut rumah Jasmin yang lain.


Jasmin semakin gemetaran di tempatnya terjatuh sekarang.


Dua perampok tadi mulai merapikan diri setelah disiran minyak panas. Ketiga orang berpakaian serba hitam itu lalu berkumpul dan menyergap Jasmin yang sudah gemetaran. Sial! kenapa Jasmin tidak langsung pingsan aja sih.


Jasmin menangis, kakinya lemas dan lengannya perih.


Satu di antara perampok langsung mengikat kaki dan tangan Jasmin menggunakan tambang.


"Salan!" teriaknya marah karena ia terkena siraman minyak cukup banyak.


Plakkk!

__ADS_1


Satu tamparan keras mendarat di wajah Jasmin, membuat gadis itu mendapatkan luka memar sekaligus di pipi kirinya. Jasmin menangis semakin kencang.


"Berisik! Nggak usah nangis lu!"


__ADS_2