
Sewaktu kejadian semalam akhirnya Jasmin dapat tidur nyenyak setelah mendapatkan obat tidur yang sudah diresepkan dokter, Jasmin juga sudah ditangani lukanya sehingga ia tidak merasakan sakit luar biasa pada tulang rahang dan lengannya yang terluka bakar.
Sekarang anak itu sedang ditemani oleh Hani untuk sekalian disuapi sarapan, sudah lima suap bubur ayam masuk ke dalam perut Jasmin, Jasmin masih meringis sewaktu membuka mulut.
"Mih, Haris di mana ya?" tanya Jasmin sambil melirik ke sana kemari, tidak ia temukan Haris sejak dirinya bangun pagi. Seingat Jasmin, semalam mereka sempat mengobrol sebentar sebelum Jasmin benar-benar terlelap.
Hani tersenyum kecil. "Dia lagi diwawancara sama wartawan, terus kasih keterangan juga ke polisi. Sekarang sih kayaknya udah beres."
"Ouh. Gaya banget si Haris. Padahal kan aku yang babak belur. Harusnya aku yang diwawancara sebagai korban selamat!" rengek Jasmin sambil memanyunkan bibirnya.
"Ya Allah, harusnya kamu bersyukur masih selamat. Ini pengen diwawancara. Ckck... nih makan lagi," kata Hani sambil menyuapkan bubur ke mulut Jasmin dengan cepat.
Jasmin meringis sakit. “Mih pelan pelan... sakit!" ujar Jasmin galak.
"Oh maaf-maaf, khilaf," jawab Hani sambil tersenyum.
"Eh btw Haris keren banget loh," ujar Hani lagi tiba-tiba sambil mengeluarkan Hp dari dalam tas.
Jasmin memutar bola mata malas.
"Jangan mulai deh, Mih. Mami ini emang dari dulu udah jadi fans besarnya Haris."
"Hihi... nih, mami dikirim video ini sama Daniel. Waktu Haris berantem ngelawan rampok. Cuma 15 detik Min videonya, tapi udah ditonton sama 100k orang di twitter, langsung viral gara-gara diupload sama pihak Polda," cerita Hani bangga.
__ADS_1
"Masa sih Mih... anak kucing kayak Haris mau lawan rampok pake tangan kosong?" Jasmin merebut HP maminya dan melihat video itu langsung.
"Eeh, buset," komentar Jasmin sewaktu melihat adegan perkelahian yang terjadi antara Haris dan dua rampok sekaligus, Haris tampak mengeluarkan tinju dan tendangan secara membabi buta, tetapi tepat sasaran. Jasmin tersenyum kecil.
"Cieee, fallin love nih?" tiba-tiba ada Dimas yang dengan songong muncul di belakang Jasmin sambil senyam-senyum genit.
"Ih Papa!" jerit Jasmin kaget.
"Hihi... pipimu merah Min... liat Haris keren ya...."
"Betul loh Mas, masa waktu tadi pagi aku ke rumah sakit di luar ada wartawan tanyatanya aku, 'bu, ibu mertuanya mas jagoan itu ya?' duh mami sampe kaget Min. Nyesel tadi mami ga dandan," jelas Hani rempong.
"Sama loh papa juga tadi pagi dicegat sama tukang ketoprak di depan rumah sakit pas mau masuk."
Dimas menggeleng. “Bukan, karena belum bayar ketopraknya. Hehe."
"Yeee si Papa!"
Haris yang hendak masuk ke dalam kamar Jasmin masih menunggu di luar karena ia cukup lega saat melihat Hani dan Dimas tampaknya begitu ceria dan menyalurkan keceriaannya pada Jasmin. Oh iya, Haris tiba-tiba saja sulit untuk menemui Jasmin secara langsung, sepertinya Haris masih mikir dua kali buat berhadapan dengan Jasmin karena adegan cium kening semalam.
“Ris, masuk lu sini!" teriak Jasmin yang melihat suaminya luntang-lantung dekat pintu.
"Nggak sopan nih sama suami. Masih aja lu gue," beritahu Hani sambil menyenggol anaknya.
__ADS_1
Jasmin nyengir sambil pura-pura meringis kesakitan dengan senggolan maminya. Haris muncul di dalam kamar, langsung duduk di kursi.
"Apaan?" tanya Haris jutek dengan nada becanda.
"Ke mana aja? katanya lu diwawancara sama media. Kok nggak ngajakin gue?” tanya Jasmin dengan wajah kesal cemberut.
"Yaelah... gue kalo terkenal ngapain ngajak-ngajak lu. Wkwkwk."
Hani menghela napas kasar begitu pula Dimas.
"Sebentar, papa boleh komentar nggak sedikit?"
Hani menoleh pada suaminya, sementara Jasmin dan Haris kompak menggeleng.
"Kenapa mas?" tanya Hani.
"Kita ini kenapa seperti keluarga dengan bahasa bebas? Kalau Surya tahu dia pasti sedih."
"Ih kak Surya kenapa harus sedih, harusnya dia seneng kita bisa akrab kayak temen."
"Bukan gitu, Surya itu dulu duta bahasa Indonesia. Makanya kalo ada yang ngomong nggak sesuai EYD dia bakal sedih," jawab Dimas dengan mimik wajah minta ditampol.
"Ckck. Papa gatau kalo Jasmin duta shampo lain?" balas Jasmin tidak mau kalah.
__ADS_1
"Udah-udah, mami pusing dengar kalian ngobrol. Mas, kita keluar aja dari sini. Biar Harus sama Jasminnya ngobrol dulu berdua."