Pasutri Gaje

Pasutri Gaje
Part 80 : Reuni 2


__ADS_3

Nostalgia SMA adalah tema reuni kali ini yang diadakan oleh angkatan 2014. Reuni ini diadakan di sekolah pada sore hari di Sabtu yang cerah. Ravi dan Daniel adalah panitia acara reuni ini, sebenarnya masih ada sih yang lainnya, tetapi karena Ravi dan Daniel adalah pembawa acara maka bolehlah kita sebut dua orang ini sebagai Duo Raniel yang selalu menjadi favorit semasa sekolah dulu.


Di angkatan 2014 terdiri dari Haris, Jona, Kai, Ravi, Mark, Ramdan dan masih banyak lagi. Namun, yang populer dari angkatan 2014 ya adalah sekumpulan cowok tinggi ganteng itu. Oh iya, Daniel itu sebenarnya angkatan 2015 tapi karena dia dekat dengan kakak kelas semasa sekolah dulu maka Daniel ikut-ikutan saja reuni nostalgia SMA terlebih lagi isteri Daniel juga berada di angkatan 2014.


Kai datang bersama Nela mengenakan kemeja casual berwarna hitam dan celana jeans abu muda yang membuat kaki panjangnya tampak menarik perhatian kaum hawa di sana, sementara Putri kecilnya membuat Kai tidak lepas dari pandangan mata siapapun. Semua orang terutama cewek-cewek melirik ke arah Kai sambil berbisik.


Kai yang dulu merupakan Don Juan sekolah dengan lusinan mantan ternyata berubah total karena membawa sesosok anak kecil cantik bersamanya.


"Widih... Hot Daddy nih," puji Berlian yang merupakan salah satu mantan Kai saat sekolah dulu.


Kai tersenyum kecil, dia masih kontak dengan Berlian sampai memiliki Nela. Nela pun tampaknya mengenal Berlian.


"Ck, gue gada pasangan nih. Jadinya bawa Nela," beritahu Kai pada teman sekelasnya itu.


"Ah santai Bro... malah lu jadi pusat perhatian karena bawa anak. Dan kesempatan lu buat reuni sama mantan bakal susah dong di sini, wkwkwk," timpal Mark sambil tertawa dengan mata terpejam. Beres ketawa orang-orang kabur tuh.


"Hi Nela... ikut sama Papa?" tanya Berlian sambil berjongkok di hadapan Nela.


"Iya Tante... kalo gak ikut, Nela gaada di sini dong," jawab Nela sambil tertawa kecil, membuat Berlian tersenyum kecut.


"Nela gak boleh gitu sama Tante," peringat Kai pada anaknya.


"Ih ya ampun so swit liat Kai sama anaknya... kita kapan Yang?" ujar Lita pada Danil yang kebetulan sedang duduk-duduk di dekat Kai dan Nela.


"Nela lucu banget sih... mirip Papanya dulu.”


"Makasih Om Tante...." Nela tersenyum menerima pujian yang tiada henti dari teman sekolah Papanya, anak kecil itu juga mendapatkan banyak cokelat dan makanan dari berbagai arah karena hanya dirinya lah satu satunya bocah yang ada di sana.


"Eh, Haris dateng gak?" tanya Ramdan pada Ravi.


Ravi menggaruk kepalanya gusar. "Gatau sih, katanya gak dateng, bininya lagi hamil. Tapi gatau gimana mood bininya," jawab Ravi dengan suara pelan.


"Hah? Si Haris punya istri?" tanya Ramdan kaget, karena suara Ramdan cukup keras maka orang-orang yang ada dalam lingkaran itu pun menoleh ke arah Ramdan.


Kalau Danil dan Jona sih sudah tau betul siapa istrinya Haris.


"Lah pada ke mana sih? Haris kan suka update sama istrinya," ucap Jona membantu Ravi yang tengah dalam kebingungan.


"Anjir, maksudnya Jasmin? Istrinya Jasmin yang tetangganya? Dulu gue main ke rumah Haris mau deketin Jasmin. Eh, malah diusir gue... ckck, pantesan sekarang mereka nikah,“ serobot Jack yang entah kapan muncul disitu.


"Lah sama... gue juga DM Jasmin diIG gak dibaca-baca, giliran dibales setahun lalu, itu juga cuma di jawab 'udah punya pacar' gitu doang." Ada Hasdi juga disitu dan ikut berkomentar.


"Itu mah kayaknya akal-akalan si Haris doang, wkwkwk."


"Gue kira becandaan doang Jasmin istrinya. Mereka udah deket sih dari jaman SD," tambah Ramdan.


"Eh udah-udah... kok malah pada gibah, ada yang panas nih hatinya...," ujar Ravi sambil melirik ke arah Kai yang dari tadi tak banyak berkomentar.


"Hahaha... apaan sih," timpal Kai dengan tawa garing.

__ADS_1


"Ciee konek, wkwkwk...." Heboh deh suasana di sana yang awalnya ngomongin Haris sama Jasmin jadi beralih pada Kai.


Mereka kemudian langsung hening dan tidak lagi membahas tentang Jasmin maupun Haris yang tidak ada di sana.


***


Haris menggandeng Jasmin untuk masuk ke aula tempat berlangsungnya acara Nostalgia SMA, atas undangan Ravi pada akhirnya Haris nyerah dan memutuskan untuk datang bersama Jasmin. Haris sebenernya ogah, Haris pikir reuni itu tidak ada faedahnya sebab semasa sekolah dulu temen-temen deket Haris itu hanya sedikit, sisanya hanya teman sekelas dan teman basket. Selain ngobrol dan nostalgia, sisanya makan-makan.


"Kok cemberut?" tanya Jasmin yang berada di sisinya.


Haris mengendikkan bahunya. “Gatau nih, mendadak berat banget kaki mau masuk.“


Jasmin bersandar di bahu kokoh suaminya. "Adik bayinya mau katering... eh, kantin nya buka gak? Ada yang jual kwetiauw pedes gak sih... dulu lu suka beliin kwetiau itu kalo balik sekolah." Jasmin nyengir sambil mengusap-usap perutnya di balik kemeja yang dikenakannya.


Haris jadi tersenyum dan mencubit lembut kedua pipi istrinya itu, "Iya iya, kalo adik bayi yang mau pamil turutin deh."


"Yeaayyy... ayo masuk pamil!" ajak Jasmin pada Pamilnya (Papa hamil) untuk segera bergabung di aula bersama kawan-kawan.


Jeng jeng!


Aula sudah dipenuhi teman satu angkatan 2014, tidak ada yang Haris kenal sama sekali di sana. Yang Haris tahu hanya Ravi dan Danil yang kini berdiri di atas panggung untuk menyambut tamu reuni yang datang.


Haris yang mengenakan kemeja hitam dan jaket kulit pas badan tampak menawan dan gagah, sementara di sisinya Jasmin memadukan jeans longgar dan kemeja etnic tanpa lengan sebagai style-nya sore itu. Keduanya tampak serasi dan manis sekali. Jasmin melirik kesana kemari untuk mencari spot duduk.


"Tante Jasmin! Om Haris!" panggil suara imut pada sepasang suami istri yang baru dateng itu.


"Ya ampun, Nela." Jasmin langsung saja bisa mengenali Nela yang sedang duduk di kursi yang telah disediakan di sana.


"Enaknya ketemu mantan," sindir Haris pada Jasmin.


"Ih apaan sih," balas Jasmin jengkel.


"Nela, ada kursi kosong lagi gak?" tanya Haris pada Nela yang tentu saja membuat senyum Nela semakin lebar, gigi kecil anak itu tampak terlihat semua saking lebarnya senyum Nela.


"Ada Om, tapi tinggal satu aja," jawab Nela sambil menunjuk tempat duduknya yang memang sudah diisi oleh banyak orang.


Haris menghela napasnya. “Yaudah, lu duduk dulu di sana sama Nela. Gue nyari kursi dulu.“


"Ih... gamau, barengan," tolak Jasmin sambil meremas lengan suaminya.


"Gak baik loh orang hamil kelamaan berdiri, udah sana sama Nela dulu, ntar gue nyusul. Oke bumil?"


Jasmin pada akhirnya menyerah, karena dia tidak mau juga kambuh mual-mual seperti diacara fashion show kemarin gara-gara kelamaan berdiri.


"Nela, Om Haris titip tante Jasmin ya... awas ada yang godain. Hehe tante Jasmin lagi hamil. Di perutnya ada adik bayi punya Om," beritahu Haris pada Nela dengan tampang bangga. Nela manggut-manggut.


"Waaah... Tante Jasmin mau punya adik bayi? Yeay!"


"Papa liat siapa yang dateng....“ Nela dengan heboh memberitahukan kedatangan Jasmin pada Papanya dan membuat Jasmin tersenyum canggung menyapa sekumpulan teman-teman Kai dan mungkin beberapa di antaranya ada teman Haris.

__ADS_1


"Loh Jasmin, ya? kemana Harisnya?" Yang menyapa duluan bukan Kai, melainkan Jack yang langsung mempersilakan Jasmin duduk di kursi yang berada di sampingnya.


Semua orang yang ada di sana melihat ke arah Jasmin dengan takjub, karena Jasmin sangat berbeda, selain semakin cantik dan terlihat dewasa tidak lupa juga kalau penampilan Jasmin sekarang tampak gemuk dan perutnya buncit.


"Haris lagi nyari kursi, hehe," ucap Jasmin malu, sangat malu dan gak main-main malunya.


"Oh iya Pah... Om, Tante... Tadi Om Haris titipin adik bayinya ke Nela, katanya ada diperutnya Tante Jasmin..." celoteh Nela lagi yang membuat semua orang yang ada di sana gemas pada Nela yang lucu dan gemas juga pada cara Haris memperlakukan istrinya.


"Gilaa... Haris totalitas banget ya sejak nikah, sampe dititipin ke siapa aja biar istrinya gak ada yang ganggu."


"Hehe... iyaa." Hanya itu yang dapat Jasmin ucapkan, selebihnya dia canggung karena di sampingnya ada Kai yang tengah bersama Nela di atas pangkuannya. Jujur, Jasmin sangat melting melihat Kai dan sikap lelaki itu pada anaknya. Manis aja gitu dilihatnya.


"Haris itu dulu populer loh pas dia ekskul basket... gue jadi inget waktu dia bawa kakaknya itu, si kak Airin, saking gamau diganggu sama cewek-cewek pas lagi ngeshoot, dia suruh Kak Airin jagain di lapangan buat pura-pura jadi ceweknya. Hahaha ...."


"Oh iya bener-bener. Dulu fans nya Haris saingan sama fans nya Kai, tapi kalo cewe yang ngefans ama Kai mah pasti dipacarin langsung sih, wkwkwk ...."


Meja bundar itu ramai dengan obrolan orang-orang yang sedang reuni. Sampai tidak lama kemudian, Haris muncul dengan membawa makanan diatas piring.


"Ngomongin gue nih ceritanya?" ucap Haris yang tiba di sana dengan senyum tipis.


"WOAHH... Haris nih Haris! Akhirnya dateng juga," sambut Jack yang ceria dan riweuh.


Jasmin menyambut suaminya dan berdiri. "Kursinya mana? katanya mau bawa kursi?"


"Enggak ada, nih Aa bawain makanan... katanya kamu laper."


Blush... pipi Jasmin memerah padam. Apa Jasmin tidak salah denger, Haris berubah jadi mas-mas perhatian sama istrinya. Apa Haris denger ya isi hati Jasmin yang tadi muji-muji Kai karena manner-nya pada Nela?


Jasmin menerima piring berisi camilan manis dan asin yang Haris bawakan, tidak lupa Jasmin juga tersenyum ke arah suaminya tanpa batas dan melupakan keberadaan mereka berdua yang berada di tengah-tengah tatapan orang.


"Kok so sweet banget sih suamiku?" ucap Jasmin sambil bersender di lengan Haris, sekarang mereka menyingkir dari perkumpulan setelah menemukan spot di paling ujung aula sambil menyaksikan penampilan seorang alumni yang nyanyi di atas panggung.


"Ada ikatan batin antara aku dan si bayi. Kayaknya gue tadi dikasih firasat kalo lu kesemsem sama Kai," jawab Haris dengan tampang ketus main-main.


Jasmin tertawa kecil, “Hihi tau aja ih. Jadi, kalo gak ada firasat gak bakal semanis itu dong?"


"Gak lah... kalo gue manis manis, ntar lu diabetes, bahaya dong, hehe ...."


"Nah gimana nih reuninya? Ada yang ketemu sama CS nya kah? Atau udah ketemu sama temen sebangkunya yang suka nyontek bareng, atau mungkin ada yang nostalgia sama pacarnya di sini?"


Suara Ravi mengisi kearamaian aula. Jasmin dan Haris sontak langsung bertatapan dan terlihat perubahan ekspresi Jasmin.


"Ada nih disini... huh sampe blushing,“ komentar Haris yang gunanya untuk menyindir Jasmin. Jasmin menyenggol lengan suaminya jengkel.


"Haris!"


Saat Haris sibuk menggoda Jasmin, suara seorang wanita menginterupsinya sehingga membuat Jennie menoleh duluan ke sumber suara.


"Mina?" gumam Jasmin pelan ketika Mina muncul di sana dan hanya menatap lurus ke arah Haris saja, tidak mempedulikan Jasmin sama sekali.

__ADS_1


BERSAMBUNG .....


__ADS_2