
Suasana reuni semakin ramai ketika tamu-tamu alumni satu angkatan berdatangan dan mulai mengisi kursi-kursi kosong di aula. Setelah serangkaian acara yang cukup mengembalikan nostalgia semasa SMA berlangsung dengan baik, kini giliran Ravi dan Danil turun dari panggung dan bergabung dengan kawan-kawan mereka.
Ravi yang kebetulan adalah teman dekat Haris tentu saja langsung menghampiri Haris yang pada saat itu menjadi pusat perhatian teman-teman lain di sana, kenapa coba Haris jadi pusat perhatian?
Selain karena ganteng dan akan segera menjadi ayah, Haris juga kedatangan tamu istimewa yang tidak diundang dan tidak dijemput tiba-tiba datang. Siapa lagi kalau bukan Mina orangnya.
Mina yang cantik dan anggun tampak tersenyum berseri-seri kepada semua orang yang ada di sana, terutama pada Haris yang sejak kedatangannya jadi cemberut dan tidak banyak bicara. Jasmin yang duduk di samping Haris tampak tidak peduli sama sekali dengan kehadiran Mina di sana, memang keterlaluan si Jasmin ini, padahal Haris ingin cepat pulang, tetapi Haris tahan karena Jasmin terlihat senang-senang saja duduk di meja laknat itu sambil menikmati makanan yang tersaji.
"Jadi... aku tuh bakalan jarang banget ke Indonesia. Ini baru pertama kalinya aku pulang ke Bandung lagi setelah 5 tahun bolak-balik Singapore-Amerika,” jelas Mina menyambut pertanyaan dari Berlian yang kini profesinya sebagai pengamat fashion branded.
Orang-orang semeja tampak takjub dengan karier Mina yang memang sudah begitu mumpuni di dunia presenter. Apalagi Mina menyebutkan akan debut sebagai news anchor di CNN Singapore.
"Jadi, kesini sengaja buat ketemu mantan doang nih ceritanya?" tanya Lita dengan sengaja, sesekali Lita tertawa mengejek ke arah Haris.
Jasmin berhenti makan, asalnya ia tidak peduli sih pada Mina, tetapi karena ada yang bawa-bawa nama mantan tentu saja Jasmin menajamkan kupingnya. Haris tidak merespons, sementara Mina udah senyam-senyum.
"Ya, gitu deh... hehe... Haris ternyata populer juga ya waktu sekolah," komentar Mina dengan wajah tersipu.
__ADS_1
Ravi dan Daniel saling sikut, kedua cowok itu memperhatikan raut wajah Jasmin detik demi detik. Sementara Haris udah istigfar sambil baca ayat kursi dalam hati agar terhindar dari setan-setan reuni. "Ekhm... kenapa jadi bahas gue, ya?" tanya Haris pura-pura tak berdosa.
Mina terkikik, sok anggun pakai menutup bibirnya. "Ris, emang iya kan Ris, kamu terkenal juga. Malah di sekolah aku tuh kamu tenar banget katanya, cowok ganteng yang sering anter jemput Mina." kikik Mina sambil melirik ke arah Jasmin, berharap kalau Jasmin akan ngambek atau mulai tersulut oleh pancingannya.
Namun, Jasmin justru terlihat baik-baik saja menikmati hidangan di atas meja, Lita yang kebetulan ikut dalam obrolan nyatanya gagal untuk membuat Jasmin bete.
Ravi yang biasanya bawel juga tidak ikut bicara, dia takut mood Jasmin jelek dan reuni yang susah payah dibuat malah hancur berantakan.
"Emang berapa kali sih Haris anter jemput lu ke sekolah sih Min?" tanya Jasmin tiba-tiba, membuat seisi meja melirik ke arah Jasmin yang tampaknya baik-baik saja malah ngemilnya semakin banyak.
Jasmin tertawa kecil, “Masa sih?! Wah padahal Haris tuh paling males loh boncengin cewek selain gue, mami sama kak Airin... pasti Haris anter jemput lu pake mobil ya, Na?"
Mina terdiam, dan Haris menyembunyikan senyumnya susah payah.
"Haris emang gitu Na. Ini aja nikah sama gue sikapnya gak berubah Na. Masih bawel, sering banget ngajak berantem... iya kan Ravi, Nil? Kalian paling tahu Haris dong... kan waktu SMA kalian sering main ke rumah Haris... Jona apa lagi, dia sebangku sama Haris tuh... eh Jona nya gak ada ya, hehe," ucap Jasmin dengan santai
Mina mengeratkan rahangnya begitupun kepalan tangannya yang sejak tadi ia sembunyikan di bawah meja. Para wanita saling beradu pandang. Mereka saling bertanya-tanya tentang sikap Haris menurut penjelasan Jasmin.
__ADS_1
Masa sih Haris bawel dan tidak bisa diam seperti yang diceritakan Jasmin barusan? Mina tidak pernah tuh dibawelin Haris sama sekali selama mereka pacaran. Mina juga tidak pernah diajak ngobrol duluan sama Haris, malah Haris itu anaknya pendiam dan tidak banyak bicara.
Setelah suasana panas di meja reuni, Mina dan Jasmin bersamaan pergi ke toilet. Dua wanita beda status itu kini berdampingan sambil bercermin. Jujur saja, Mina cukup kaget ketika melihat penampilan Jasmin saat ini. Jasmin yang dulu langsing dan kekanakan, sekarang malah sedang hamil dan terlihat sangat dewasa dibandingkan tahun-tahun lalu.
"Gue kira... Lu sama Haris cuma becandaan doang posting foto-foto di instagram," ujar Mina sambil menyilang lengannya depan dada. Jasmin tersenyum kecil.
"Gue gak nyangka. Ternyata kalian nikah beneran," tambah Mina lagi.
"Hehe... iya Na, gue juga gak nyangka jadinya nikah sama Haris. Kan kata orang Sunda nih, jodoh itu jorok. Artinya bisa siapa aja kan, gak mandang dia temen kita, atau tetangga kita, atau musuh sekalipun, atau bahkan dia itu mantannya temen sendiri. Kalo udah jodoh, mau dipisahin gimanapun juga ya akhirnya bakalan tetep jodoh," jelas Jasmin dengan bijak, padahal aslinya Jasmin udah jengkel banget dengan sikap songong Mina sejak kedatangannya ke reuni.
Mina menghela napasnya. "Maaf ya Na... Harisnya malah suka sama gue, dan kita sekarang mau punya anak pertama. Lu gak marah kan?"
Mina tersenyum mengejek ke arah Jasmin yang memasang wajah polosnya. "Iya iya. Mau marah juga percuma, udah terlambat. Selamat deh Min, pada akhirnya meskipun gue envy sama lu dan Haris, gue bisa apa?"
Jasmin tersenyum dan merangkul Mina dengan lembut. "Lu itu beruntung banget Na, cantik, pinter, cerdas, terkenal lagi... apalagi sekarang lu udah punya kerjaan yang keren banget sampe ke Amerika."
BERSAMBUNG ....
__ADS_1