Pasutri Gaje

Pasutri Gaje
Part 50


__ADS_3

Setelah seharian melakukan kegiatan mata-mata seorang diri, tiba saatnya Haris untuk menjemput Mina karena permintaan gadis itu. Haris sih boleh-boleh saja dan mau jalan sama Mina, ya hitung-hitung menghilangkan kebosanan karena seharian terus berada di rumah selepas jadi murid home schooling.


Waktu menjelang makan malam Haris sudah tiba di rumah Mina, dengan bermodalkan mobil milik mamanya Haris sudah siap di sana sembari membawa satu kantong berisi komik koleksinya untuk ditukar dengan punya adiknya Mina.


Mina muncul mengenakan celana jeans navy dan kaus polos warna putih dilapisi jaket bomber yang senada dengan jeans yang dikenakannya. Mina juga tampak menguncir rambutnya ke belakang, menampilkan pesonanya yang berbeda malam itu.


Haris tampak cukup terkejut dengan metamorfosa penampilan Mina yang biasanya pakai rok atau dress saat bertemu.


"Loh... aku kira kamu mau pake motor."


Haris tampak menggaruk tengkuknya. "Eh hehe.. pake motor jalanannya lagi becek. Yaudah iseng pake mobil punya mama."


Mina tampaknya kurang senang dengan jawaban Haris, gadis itu padahal sudah totalitas mengenakan pakaian yang cocok untuk berkendara dengan motor. Ditambah lagi, tak pernah sekalipun Haris membonceng Mina dengan motornya.


"Katanya mau dianter ke toko buku. Mau pergi sekarang nggak?" tanya Haris pelan.


"Hmm, boleh." Mina menampilkan senyum terbaiknya hari itu pada Haris, meski sebenarnya dia tidak tahu mau membeli buku apa lagi hari ini, tetapi karena tak ada alasan lain untuk pergi maka Mina memutuskan untuk pergi ke toko buku agar bisa bersama Haris.


"Ris...," panggil Mina saat mereka berada di parkiran toko buku.


Haris tahu ke mana arah obrolan ini berujung.


“Mina... kamu mau kita pacaran?"


Deg!


Mina terkejut, pipinya memerah saat ucapan yang keluar dari bibir Haris sesuai dengan isi hati dan kepalanya. Haris tampak tidak menatap ke arahnya, tetapi kalimatnya membuat Mina berhasil melambung di udara.


"Bukannya aku nggak mikirin pertanyaan kamu tadi siang... kamu tanya status kita apa... ya, jadi... aku tanya ke kamu, kamu mau kita pacaran?"


"Aku mau Ris...."


Haris menoleh dan tersenyum kecil. “Okay... tapi.. kamu tahu aku orangnya kayak gini."


"Haris... kenapa bilang begitu? Aku seneng bisa kenal kamu, aku sering denger kamu dari Jasmin. Kamu cowok perhatian, dan pendiem... aku suka kamu Ris... aku suka kamu bahkan sebelum kita ketemu."

__ADS_1


Haris memaksakan senyumnya karena berat bagi Haris untuk mendapatkan kalimat-kalimat itu dari Mina, apa benar dia cowok perhatian? Pendiam... sih iya, tapi kalau perhatian... rasa-rasanya perhatian itu tidak akan Haris tunjukkan pada perempuan lain selain pada mamanya, Airin... dan... Jasmin.


Cukup Haris! Haris gak harus mikirin lagi Jasmin. Sekarang ada Mina dan hubungan mereka yang baru saja dimulai. Ya, Mina, Mina, Mina!


***


Hari-hari ujian sibuk bagi Jasmin, meskipun pulang sekolah masih kurang dari jam makan siang, tetapi gadis itu sudah sibuk menunggu Kai di gerbang sekolah. Sambil menikmati cimol mang Maman, Jasmin celingukan di sana menunggu motor sang pacar menepi.


Jasmin to Kaisay : Bebbb di mana?


Sebuah pesan kembali Jasmin kirimkan pada Kai, tetapi kekasihnya itu tak kunjung membalas, padahal Jasmin udah tambahin 3 B dikata beb sebagai ungkapan ketidaksabarannya.


"Neng. Tumben masih nunggu... biasanya udah dijemput?" tanya mang Maman pada Jasmin yang kelihatannya udah nunggu hampir 15 menit di gerobaknya.


"Iya nih Mang, chat aku juga belum dibales, ikut dulu ya...."


"Boleh Neng, pacarnya beda sekolah?"


"Iya Mang.... kalo satu sekolahan mah saya samperin Mang."


"Ah si Amang suka curcol. Hihi," balas Jasmin sambil terkikik.


"Eh si Neng, enakan pacaran mah sama tetangga neng, irit ongkos. Hehe."


Tiinn Tinnn...


Sebuah mobil sedan hitam terparkir di depan gerobak cimol mang Maman, sontak membuat Jasmin dan si mang Maman menoleh ke sumber suara. Si pengemudi mobil itu menurunkan jendelanya, ternyata yang punya mobil itu Haris.


"Nold... elu jemput gue?" tanya Jasmin sedikit terkejut dan senang, karena Jasmin tidak mengira kalau Haris akan menjemputnya tanpa dichat sama sekali. Haris juga baru kali ini mengendarai mobil.


Mang Maman hanya memperhatikan sambil menggoreng cimol.


Haris tidak menjawab pertanyaan Jasmin karena cowok itu turun dari mobil dan menghampirinya.


"Mang mau dong, cimolnya 2 bungkus. Goceng-goceng, pake bumbu asin sama keju doang," ucap Haris sambil memberikan uang sepuluh ribu rupiah pada si mang Maman yang langsung bersiap menerima pesanan Haris.

__ADS_1


Haris duduk di bangku panjang bersanding dengan Jasmin yang masih menunggu Kai. "Elu ngapain jemput gue?" tanya Jasmin lagi.


Haris menghela napasnya. “Bukan jemput elu, geer."


Jasmin cemberut. "Terus jemput siapa? Sengaja beli cimol doang ke sini?!"


"Tumben banget lagi elu pake mobil... biasanya pake motor."


Mang Maman datang sambil membawa dua bungkus plastik cimol, dan Haris menerimanya.


"Kepo banget lu," jawab Haris nyebelin.


"Iih. Sebel. Bilang aja kangen kan sama gue... karena kita udah lama ga bersama. Ngaku lu?!"


"Harissss!" panggil sebuah suara lembut dari gadis berseragam SMA berambut lurus panjang.


Mina datang dengan senyum lebar dan manis, aura-aura baru jadian sangat kentara menghiasi wajah gadis itu.


Haris berdiri dan menyerahkan satu bungkus cimol pada Mina.


Jasmin hanya diam mematung di bangku panjang sambil membulatkan kedua matanya lebar-lebar. Haris sama Mina? Apa jangan-jangan.


"Eh ada Jasmin. Belum pulang?" tanya Mina ceria.


Meskipun Jasmin dan Mina sekelas, tetapi sekarang ini mereka jarang bersama dikarenakan sedang ujian sehingga Mina dan Jasmin berada di ruangan yang berbeda. Tidak tahu bagaimana perkembangan hubungan Mina dan Haris yang sudah Jasmin rencanakan pada awalnya.


"Belum. Hehe, masih nunggu Kai."


Haris sepertinya tidak mau terlibat obrolan dengan dua gadis ini, makanya dia hanya memakan cimol dan ingin segera pergi dari tempat itu.


"Ohh... Ris, kita pulang sekarang?"


Haris menoleh ke arah Mina dan mengangguk. "Hm boleh."


"Min... kita duluan ya... soalnya gue mau ke rumah tante dulu takut keburu sore... bye Min." Mina tampak senang gadis itu melambaikan tangannya pada Jasmin sambil masuk ke dalam mobil yang dikendarai Haris.

__ADS_1


Haris menyusul Mina dan menoleh pada Jasmin dengan wajah datar, Jasmin pun tidak berani mengajukan pertanyaan pada sahabatnya itu ataupun Mina. Jasmin pun pada akhirnya kembali duduk di bangku panjang sambil memegangi bungkus cimolnya. Mang Maman menjadi saksi lamunan Jasmin siang itu.


__ADS_2