Pasutri Gaje

Pasutri Gaje
Part 47


__ADS_3

"Kak Haris, ya?" tanya seorang gadis cantik dengan rambut hitam lurus dan panjang menuruni punggung mungilnya. Gadis itu sangat cantik, senyumnya juga anggun.


Haris mengangguk tanpa menjawab.


Oh, jadi ini yang namanya Mina. Si gadis cantik sekretaris kelas Jasmin yang katanya selalu juara kelas bahkan juara umum berturut-turut di sekolah. Dua minggu lalu Jasmin sempat mengenalkan Haris pada Mina, tetapi baru kali ini jadwal janji bertemu itu Haris tepati.


"Aku Mina, temen sekelasnya Jasmin." Mina menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Haris, Haris menerima jabatan tangan cewek itu dengan wajah super datar.


"Haris, tetangga satu bloknya Jasmin.


Lalu, keduanya kembali diam.


Mina terlihat cukup tertarik pada Haris, apalagi melihat penampilan Haris yang cukup fashionable tapi tetap wajar dan enak dilihat, gaya Haris tidak neko-neko, hanya mengenakan celana jeans hitam pas badan, kaus hitam polos dan sweater abu-abu untuk melindungi tubuhnya dari angin saat mengendarai motor.


Mereka bertemu di toko buku yang sudah sering dijadikan lokasi alibi Jasmin untuk backstreet dari sang Mami dengan Kai. Memang hanya tempat itu lah yang cocok setidaknya bagi Mina dan Haris untuk bertemu pertama kalinya.


"Jasmin sering cerita tentang Kak Haris, katanya Kak Haris suka sama manga, ya?"


"Lumayan."


"Boleh aku kasih rekomendasi nggak?" tanya Mina sambil memilih-milih kumpulan komik yang melimpah jumlahnya.

__ADS_1


"Hmm, boleh."


"Udah baca slamdunk?" Mina mengambil volume satu komik slam dunk dan menyerahkannya pada Haris.


"Hmm. Belum...." Haris berbohong.


"Yaa ampun, itu cocok banget deh buat Kak Haris baca. Nih, volume satunya panjang banget jadi bakal awet buat dibaca. Aku punya koleksi manga, bukan punyaku sih, tapi punya adek... hehe."


"Oh gitu ya Na, hehe, makasih rekomendasinya," jawab Haris singkat, Haris sangat ingin mengakhiri obrolan dan pertemuan ini secepat mungkin.


"Jangan panggil Na dong Kak."


"Terus panggil apa?"


"Ohh, oke, Mina."


Obrolan mereka sangat singkat, kebanyakan pasti Mina yang memulai percakapan diawal sementara Haris hanya menyahut sedikit-sedikit.


Haris pikir tidak ada salahnya untuk membuka hatinya pada sosok Mina yang memang cantik dan terlihat sangat baik juga perhatian, daripada Haris harus menyukai Jasmin terus-menerus yang tidak jelas bagaimana hubungan mereka ke depannya. Lagipula, tentu Haris akan sangat gengsi kalau harus mengakui rasa sukanya pada Jasmin. Haris malu untuk mengakui isi hatinya, bahkan Haris tidak pernah berucap secara langsung bahwa ia menyukai sosok sahabat kecilnya itu.


Sementara di sebuah tempat Jasmin tengah bersama pacarnya Kai, ke mana lagi sih jalannya anak muda di hari Sabtu sore begini kalau bukan nonton film di bioskop. Saat itu pemutaran film sudah berlangsung selama satu jam, Kai memilih untuk nontom film bergenre thriller untuk dinikmati bersama Jasmin.

__ADS_1


Kai pikir Jasmin akan takut melihat adegan bunuh-bunuhan, tetapi nyatanya cewek itu malah fokus dengan setiap adegan dengan kedua mata tak mau berpaling dari layar.


Ekspektasi Kai sih Jasmin bisa imut gitu, pegang lengannya atau sembunyi di bahu kokohnya, tetapi nyatanya nihil sama sekali.


"Ih film nya keren banget, makasih loh udah ajakin nonton." Film berakhir dengan menakjubkan, Jasmin sepertinya terlihat puas dengan film pilihan Kai.


Kai tersenyum kecil. “Sama-sama...," jawab Kai sambil tersenyum menenangkan, tangan cowok itu juga tampak membelai lembut puncak kepala Jasmin. Jasmin menutup matanya karena malu.


"Kai...."


"Hmmm?"


"Kamu nggak akan putusin aku lagi kan?" tanya Jasmin saat mereka berjalan menuju parkiran mall, tangan Jasmin merangkul erat lengan kanan Kai seperti biasa.


Kai menoleh, mendapati Jasmin kembali bertanya soal kekhawatirannya. “Kok ngomong gitu?“


"Aku cuma takut aja suatu saat kamu ngulang perbuatan kamu。"


Kai terkekeh pelan. "Min... kamu harus percaya sama aku. Aku sayang banget sama kamu. Nggak mungkin aku bersikap bodoh lagi." Kai menghentikan langkahnya dan menangkup kedua pipi tembam Jasmin dengan gemas.


Jasmin tersenyum dengan kedua mata berbinar haru. "Janji?"

__ADS_1


"Hmm... Kai janji!"


Satu kecupan dalam Kai jatuhkan di kening Jasmin, amat lembut rasanya, tetapi tetap berhasil membuat Jasmin terkejut, karena ini pertama kalinya bagi Jasmin mendapatkan ciuman di kening dari seorang cowok selain papinya.


__ADS_2