Pasutri Gaje

Pasutri Gaje
Part 26


__ADS_3

BREAKING NEWS


Terjadi perampokan di kawasan perumahan elite Batu Mas, tidak terdapat korban dalam peristiwa perampokan kali ini, tetapi dapat dipastikan dua rumah mewah di sana dijarah habis oleh kawanan perampok. Berdasarkan sumber dari kepolisian Bandung, perampok berhasil menggondol sejumlah uang dan perhiasan berharga milik korban. Perampokan ini telah cukup lama hilang di kawasan Batu Mas, tetapi kembali menjadi teror meresahkan bagi penghuni Batu Mas di awal tahun 2022 ini.


Jasmin dan Haris mengabaikan berita malam itu, dua anak itu sibuk dengan kegiatan masing-masing. Haris sedang mabar Pubg di sofa sementara Jasmin sedang chatting bersama teman-teman event organizer-nya, memang Jasmin ini selalu lebih produktif ketimbang Haris kalau sedang di rumah.


"Min, laper gue. Bikinin mie gih...." Haris mencolek kaki Jasmin menggunakan jempol kakinya, Jasmin yang sedang asik chat pun mencibir ke arah sahabatnya itu.


"Bikin sendiri, punya kaki malah dipake colek-colek. Jalan sono ke dapur kan deket!“


Haris masih fokus menatap layar Hpnya tanpa peduli dengan Jasmin yang memonyongkan bibirnya.


"Kan gue lagi sibuk. Lu ga liat tangan gue lagi ngapain? Pegang hp!" jawab Haris menyebalkan.


"Lu juga kan pasti laper. Bikin dua, pake telor pake irisan cabe." beritahu Haris sambil serius main PUBG.


Jasmin mendecak sebal. "Tadi gue lupa ga beli


mie... malah nugget doang."


Jderrr!


Bersamaan dengan ucapan Jasmin, Haris pun mati ditembak. Cowok itu mendesah kasar dan membanting hp ke atas sofa.


"Eh, lu ga peka banget sih sama musim hujan kek gini. Harusnya lo tuh beli mie se kardus kek, halah. Yaudah, gue beli mie nya ke warung Jefri. Lu goreng sosis deh sama nugget nya." Haris yang masih pake sarung sehabis solat isya pun langsung bangkit dan pergi ke warung Jefri untuk membeli mie. Sementara Jasmin masih rebahan di atas sofa tanpa mempedulikan perintah Haris.


"Nyuruh-nyuruh. Bikin aja sendiri, wlee," cibir Jasmin ke arah pintu keluar rumah di mana Haris sudah menghilang di sana.

__ADS_1


***


"Eh, kemarin rumahnya bu Sunny kemalingan. Orangnya untung lagi nggak di rumah. Sekeluarga lagi pelesiran ke Maldives."


"Ya untung bu sunny ajak pembantunya juga pelesiran. Coba kalo engga, kasusnya kayak rumah bu Yuri. Pembantunya diperkosa sama rampok. Memang biadab, kita harus perketat ronda, kalo perlu tambah personel hansip!" ujar seorang anak muda yang diketahui bernama Ravi, dia adalah ketua karang taruna yang ada di perum Batu Mas sekaligus pemimpin kaum LGBT alias Lelaki Ganteng Banyak TJintanya.


Empat orang yang berkumpul di warung Jefri itu tampaknya sangat akrab dan serius membahas mengenai kasus perampokan dan pemerkosaan yang meneror kembali perum Batu Mas. Hal ini membuat Jefri semangat menyeduh gelas demi gelas kopi. Ravi dan Daniel sebagai dua pentolan Batu Mas tampaknya tidak akan tinggal diam jika terjadi sesuatu lagi.


"Lu sih kemarin cemewew mulu Niel. Jadinya kerampokan kan."


Daniel tertawa kecil, matanya ilang. "Ya namanya juga pengantin baru kasih wajar aja, Rav," tambah Jefri sambil menyerahkan segelas kopi hitam.


"Lagian memang udah lama kan nggak ada kasus maling lagi. Jadi kita selama ini terlalu santai," tambah Will yang keliatannya paling sangar dan semangat kalau harus gebukin rampok dan kawanannya.


Tiba-tiba....


"Eh, ada penganten baru juga nih, udah sarungan aja boss," sapa Jefri setelah empat kawannya membalas salam Haris.


Haris cekikikan. "Penganten apaan, gue beli mie rebus dong, pake telor yee."


"Siap, Boss."


Haris kemudian duduk di bangku, berdekatan dengan Will, Daniel dan Ravi. Menyalami teman satu kompleknya dengan ramah dan bersahabat.


"Kemarin baru liburan katanya sekeluarga ke ciater, Ris?"


"Heem... itu sekalian anterin kak Airin baby moon."

__ADS_1


"Ohh, udah baby moon aja yaa...memang hebat loh bang Surya ini. Udah kaya, istri cantik, kerjaan lancar, sekarang mau punya anak. Betapa indahnya kisah bang Surya."


"Eh lu gatau emang gosip terbaru kompleks


menurut penelusuran, Sera?"


"Apaan?" Selidik yang lain ingin tahu saat Will memulai pergibahan.


"Sinar, warga komplek sebelah yang digadang-gadang sebagai kembang komplek, katanya mantan bang Surya juga."


Haris tidak peduli, wajahnya datar. Beda sama yang lain langsung berwow ria mendengar kisah sepak terjang Surya bersama para wanita.


"Elu sebagai iparnya kepo. Tahu ga Ris?" tanya Ravi.


Haris mengendikkan bahunya cuek. “Engga tahu sih, ah ga ngurus gue."


"Jasmin nggak diajak btw? Apa di rumah nyokapnya?"


"Dia di rumah lagi goreng sosis," jawab Haris cuek.


Ravi tersenyum geli diikuti oleh Daniel dan Will


"Sosis lu ga disantap Ris? Apa belom? Wkwkwkwk...."


"Yekali ah. Sosis gue mah tulang lunak,” canda Haris yang sukses membuat tiga pemuda di sana


tertawa ngakak.

__ADS_1


Mie rebus dengan telur dan irisan cabe pun selesai dibuat, tanpa pikir panjang Haris langsung menyantapnya. Haris tidak mengingat Jasmin, soalnya dia yakin kalau Jasmin pasti lupa juga tentang dirinya yang beli mie. Haris juga yakin Jasmin tidak mungkin menggoreng sosis dan nugget.


__ADS_2