
Kejadian di rumah Enin seminggu lalu membuat Jasmin tak bisa tidur dengan tenang, selain patah hati Jasmin justru dengan cepat membuka hatinya lagi. Ini Jasmin yang bego atau memang hati Jasmin sangat cepat lekas sembuh seperti harapan dokter pada bungkus resep?!
Ah gatau deh.
Jasmin tidak bisa keluar rumah karena ia sedang dalam masa pemutihan kulit, juga dalam masa menghindar dan menghilang dari dunia fana yang menyakitkan. Jasmin berusaha untuk tidak menemui orang lain selain Maminya saja atau si ART yang sehari-hari ada di dalam rumah. Sepertinya seminggu tidak keluar rumah membuat kulit Jasmin sangat putih sekarang, bahkan mendekati pucat, beda ketika dia pacaran, mungkin karena sering ke mana-mana sepulang sekolah naik motor, kulit Jasmin jadi agak kusam dan tangannya pun sedikit berwarna gelap, kalau sekarang Jasmin sangat kinclong seperti panci-panci home shopping.
"Mami lagi apa?"
Jasmin tahu sih, Hani sedang menjahit sebuah jas hitam dengan begitu telaten, tidak biasanya saja Jasmin melihat maminya ini menjahit seorang diri di dalam rumah mereka, sebab biasanya Hani meminta pegawainya untuk melakukannya.
"Lagi jahit baju... buat Haris."
"Hah? Buat Haris?!"
Hani mengangguk. "Hmm, buat prom night katanya, tadi mamanya Haris yang anterin ke sini, jasnya kegedean minta dikecilin sama mami."
Jasmin menghela napas lega, Jasmin pikir Harus mau tunangan sama Mina.
Jasmin tersenyum kecil.
"Kenapa senyam senyum?" ujar Hani heran
__ADS_1
"Hehe, enggak...."
"Kamu enggak bakal ke prom night? Oh iya, pacarnya Haris itu temen kamu?"
Jasmin cemberut lagi, kalau ingat ini bikin Jasmin jadi sedikit tidak nyaman.
"Iyaa... namanya Mina, anaknya pinter banget loh Mi...."
"Jasmin engga ke prom Mih, mau di rumah aja. Tapi, Jasmin mau minta uang. Hehe." Jasmin menadah kedua tangannya sebagai pertanda minta uang.
Hani tersenyum tipis. "Kenapa enggak ke prom? Jomblo, ya?"
"Ih Mami jahat amat, iya jomblo!"
Jasmin menatap Hani dengan bingung, sejujurnya Jasmin sangat ingin pergi ke prom, tetapi dia tidak tahu harus menghabiskan waktunya dengan siapa. Teman-temannya semua udah punya pasangan. Mengajak Haris juga sudah terlambat karena cowok itu pasti akan menjadi teman prom nya Mina.
"Mau gak? Mami anterin... sekalian, mami juga mau pergi ke rumahnya Tante Sica, pulangnya Mami jemput kamu.“
Jasmin agak berpikir, akhirnya gadis itu mengangguk.
"Iya deh... tapi beneran ya Mami jemput Jasmin?"
__ADS_1
"Iya bawel."
***
Prom night dengan dress code hitam pun akhirnya menjadi tantangan terbesar bagi Jasmin untuk ditaklukan malam itu. Kawan-kawannya sudah datang sejak 1 jam yang lalu dan menikmati rangkaian pesta dari awal, sementara Jasmin datang belakangan agar dia tidak menjadi pusat perhatian karena datang sendiri.
Jasmin memilih untuk duduk terlebih dahulu sembari menikmati makanan yang telah ia bawa, suasananya tampak ceria, tetapi Jasmin seperti mengurung diri di dalam kamar, gadis itu diam saja ketika melihat teman-teman sekolahnya saling bergandengan tangan dan menikmati pesta.
Mina yang menjadi bintang acara itu juga naik ke panggung karena mendapatkan penghargaan best students, best osis of the year, dan best prom night dress.
Tidak seperti Jasmin yang kegiatan sekolahnya hanya itu itu saja, Mina justru terlihat sangat cemerlang di atas panggung, mendapatkan tepukan tangan. Jasmin hanya bisa ikut bertepuk tangan melihat Mina ada di panggung dengan banyak buket bunga di tangannya.
"Karena prom night nggak seru nih kalo nggak ada acara dansanya, jadi, kita langsung aja ya ke acara dansa nya, disini kita bakal pilih King and Queen prom nightnya yaa guys"
"Kalian dateng couple, kan?" tanya si MC yang juga berpasangan itu.
"BAWAAAAA!" jawab si peserta prom night dengan semangat dan sorak cie-cie.
Jasmin sial banget sih, nyesel dia dateng.
"Oke oke, kayaknya nggak sabar nih buat acara pamungkas. Langsung aja ya, kita reset musiknya jadi lebih match buat dancenya."
__ADS_1
Musik mengalun memenuhi ballroom sekolah, Jasmin memasukkan lagi snack ke mulutnya dan tidak mempedulikan orang-orang sudah mulai berdansa berhadap-hadapan dengan kawannya. Jasmin juga bisa melihat Risa dan Ira yang sedang asik dengan gebetan masing-masing.
"Awas yaa kalo nyontek PR lu Risa!" ejek Jasmin dengan sebal.