PEJUANG GARIS DUA

PEJUANG GARIS DUA
Tamparan.


__ADS_3

Tidak habis pikir akan perbuatan sang ibu mertua ini, bisa-bisanya di mengakui kepemilikan yang bukan miliknya.


Lalu aku meraih handphone Ku, dan membuka situs Lila group akan susunan pemegang saham.


Serta menunjukkan bukti-bukti peralihan saham dari almarhumah bu Lila kepadaku.


"dokter lihat sendiri kan, kalau ibu tiri suamiku itu tidak memiliki saham di Lila group.


Dokter berhasil di tipu, saya disini sebagai pemilik saham mayoritas di Lila group, meminta kepada dokter untuk memberikan bukti-bukti keterlibatan ibu mertua saya itu dalam hal pemalsuan hasil uji laboratorium itu.


Jika tidak saya akan membawa ini ke rapat pemegang saham, dan dokter tahu konsekuensinya.


Harga sewa klinik yang naik atau klinik ini tidak ijinkan lagi menyewa disini, karena memberikan diognoasa yang salah."


Tanpa basa-basi dokter Sarah langsung memberikan bukti-bukti keterlibatan tersebut.


Mulai dari tampilan sisi tv, dimana sang ibu mertua menemui dokter Surah.


Serta ada pernyataan tertulis dari sang ibu mertua, tentang penurunan biaya sewa gedung atas nama pemilik saham mayoritas di Lila group.


Luar biasa dan hal yang paling mengejutkan adalah bahwa sang ibu mertua mengancam dokter Surah untuk memalsukan hasil uji laboratorium terhadap air mani mas Satria.


"tolong jangan disebarkan di media, cukuplah ini menjadi masalah internal kita."


"baik dokter, ada gunanya juga mendesak dokter ya."


"maaf ibu."


Dokumen serta bukti-bukti lainnya tentang keterlibatan sang ibu mertua sudah ditangan. jadi nantinya mas Satria dan ibu tirinya itu tidak bisa mendesak dan menyalahkan Ku.


"satu lagi dokter, bagaimana hasil yang sebenarnya? saya juga ingin mengetahui nya."


"hasilnya sama dengan hasil uji laboratorium dari Indah klinik. inilah hasilnya yang sebenarnya.


Hasil tes yang ditemukan oleh suami ibu adalah editan, sebenarnya dokter laboratorium sudah mendebat kan hal ini kepada saya, tentang kebenaran akan testnya.


Suami ibu mengalami azoospermia, seperti hasil uji laboratorium Indah klinik."


Setelah mendapatkan apa yang sebenarnya serta bukti-buktinya dan langsung pulang ke rumah.


Tidak mood lagi untuk membeli laptop lagi, karena merasa kecewa terhadap mas Satria yang berbohong.


Aku sudah meminta untuk ganti klinik dan mas Satria tidak setuju, tapi ini apa?


Mas Satria diam-diam pergi ke klinik lainya bersama ibu tirinya.

__ADS_1


Sesampainya di rumah dan langsung bertemu dengan ayah ibu mertua, dan lagi-lagi tatapan tajam dari ibu mertua mengarah kepadaKu.


"dari mana saja kau perempuan mandul?"


"saya tidak mandul, saya masih punya rahim, menstruasi yang teratur dan normal.


Dokter juga mengatakan rahim dalam baik-baik saja, dan itu berbeda dengan putri mu, dimana rahim nya sudah dianggap karena virus jahanam yang mengerang nya.


Seorang ibu yang gagal mendidik dan menjaga putrinya, hanya karena sibuk mengurusi urusan orang lain dan harta orang lain."


"kurang ajar....."


plak.... plak......


Ibu mertua yang menamparku dan tangannya di tarik oleh suaminya dan tamparan itu melayang di kedua pipinya.


"perempuan mandul ini menghina putriku, tapi kenapa kamu menampar Ku?"


"kamu yang kurang ajar, gara-gara kau Lyra harus ditempatkan di ruangan standard, dan saya harus membayar biaya rumah sakitnya.


Dasar perempuan tidak berguna, bukan Sarah yang mandul, tapi Satria dan Lyra putri mu yang mandul.


Jaga ucapan Mu, dua dokter kandungan sudah menyatakan Sarah tidak mandul.


Sementara Putri mu saat sudah tidak punya rahim lagi, sadar diri kamu."


Satria itu tidak mandul, perempuan mandul ini sudah bekerjasama dengan klinik sebelumnya."


Seketika itu juga aku lempar kan photo copy surat pernyataan dan janji ibu mertua kepada dokter Surah, janji dan pernyataan kalau dirinya akan memberikan pengurangan sewa gedung asal mendapatkan hasil laboratorium yang sudah di rekayasa.


"tuh lihat buktinya, mengaku sebagai pemilik saham mayoritas di Lila group dan berjanji untuk memberikan pengurangan biaya sewa demi hasil uji laboratorium yang di rekayasa.


Lihat saja ya, saya akan membawa semua bukti-bukti ini ke rapat pemegang saham, untuk mencabut status mu sebagai penerima Spesial medical dari rumah sakit Lila.


Karena sudah menipu pihak permata klinik dan mengatasnamakan Lila group, dan itu adalah kebohongan yang bisa merugikan Lila group.


Bagaimana jika penyewa yang lain meminta pengurangan sewa gedung?


Ini tidak ditolerir lagi, kebohongan ini sudah sangat fatal.


Ibu bisa menghina saya, tapi jangan menipu orang lain terutama Lila group."


Tatapan mata yang tajam dari ayah mertua kembali ke arah istrinya.


"apa maksudnya ini? coba jelaskan."

__ADS_1


"perempuan mandul ini bohong mas, dia ingin menjebak saya. percaya sama ku mas, saya tidak mungkin melakukannya.


Memang Satria dalam keadaan normal, dan perempuan ini yang mandul."


Lalu aku mengirimkan video dimana ibu mertuaku ngobrol dengan dokter Surah, dokter yang memimpin dan pemilik klinik permata.


Kemudian aku berikan bukti hasil uji laboratorium air mani mas Satria yang sebenarnya, dan juga hasil laboratorium yang sudah direkayasa.


"klinik permata sudah merekayasa hasil uji laboratorium air mani mas Satria, dan ibu yang meminta nya.


Ibu juga mengancam dokter Surah, pemilik klinik permata, jika dokter Surah tidak memenuhi permintaan ibu, maka ibu akan mengusir klinik permata, dan jika klinik permata memenuhi permintaan ibu maka, harga sewa akan di kurangi.


Saya sudah merekam pernyataan dokter Surah, dan bukti screenshot percakapan antara dokter Surah dengan ibu.


Sebentar biar Sarah kirim semua ke ayah."


Segera aku kirimkan semua bukti-bukti yang telah aku dapatkan, agar mulut perempuan bermulut pedas berhenti menyerang Ku.


Kami terdiam sejenak dan ayah mertua terduduk lemas setelah melihat bukti yang sudah diterimanya.


drrrt..... drrrt..... drrrt......


Handphone berbunyi dan ternyata itu mas Satria yang menghubungiku lewat panggilan WhatsApp.


'ya mas.'


'suruh mereka berdua pergi dari rumah itu, mas tidak butuh penipu ulung seperti mereka berdua.'


Tut....tut..... tut......


Panggilan terputus dan terlihat ayah mertua meraih handphonenya.


Ternyata saat mengirimkan bukti-bukti itu semua ke ayah mertua, rupanya terkirimkan juga ke mas Satria.


Baru sadar akan perbuatan Ku ini, dan ayah mertua terlihat panik ketika menjawab panggilan telepon itu.


Sepertinya yang menghubungi ayah mertua adalah mas Satria.


haaaaa..........


plak...... plak...... plak...... plak.......


Setelah ayah mertua berteriak dan tamparan itu melayang ke pipi istrinya dan secara berulang-ulang sehingga terlihat jelas bekas tamparan di pipinya.


Lalu ayah mertua kembali terduduk lemas, akan tetapi tatapannya yang tajam mengarah ke istrinya.

__ADS_1


Tatapan sangat menyeramkan dan ibu mertua kini sudah terduduk lemas di lantai.


__ADS_2