PEJUANG GARIS DUA

PEJUANG GARIS DUA
Tentang Almarhumah.


__ADS_3

Kemudian aku berjalan ke arah lemari itu dan membuka kembali, setelah terbuka lalu membuka brankas.


Setelah terbuka ada tumpukan dokumen dan paling atas adalah buku catatan pribadi.


Kemudian aku duduk di kursi yang sangat bagus itu, seperti ini adalah kursi almarhumah karena aroma parfum nya masih tercium dari kursi ini.


"mohon duduk karena Sarah menjelaskan apa yang Sarah ketahui."


Mas Satria yang terlebih dahulu duduk dihadapan ku, lalu menyusul Deva dan Findon.


Sementara pak Imran masih terduduk di salah satu kursi yang dekat dengan Ku.


"pertama sekali almarhumah mengatakan kepadaku waktu di kios pulsa di depan rumah Ku.


bahwa diriku ini adalah gadis pilihan nya, tapi sudah lama tidak muncul.


Gadis pilihan tanpa spasi adalah password membuka flashdisk dari almarhumah yang di titipkan kepada ibu Karmila, istri dari pak Imran.


Almarhumah berpesan agar Sarah mempelajari isi file dari flashdisk tersebut, jika bingung silahkan bertanya kepada mu mas.


Berawal dari set emas perhiasan dari ibu tiri mas, dan set perhiasan itu ada penjelasannya di file flashdisk.


Perhiasan itu adalah milik almarhumah ibu, yang merupakan hadiah dari neneknya mas yang di beli di London.


Set perhiasan itu memiliki sertifikat dan atas nama Halima, dan Halima memperoleh emas itu dari keluarga Arkah Harmono.


Arkah Harmono adalah kakek mu mas, begitulah sejarah set emas perhiasan itu.


Dijelaskan bahwa set perhiasan itu hilang, dan ibu tiri mu mengatakan kalau itu adalah hantaran pernikahan dari ayah.


itulah kenapa Sarah membelinya dari ibu, dan melalui emas itu, kemudian mempelajari isi file dari flashdisk tersebut.


Namun berkaitan dengan dokumen yang diberikan oleh pak Deva.


Sarah mengetahui password pintu masuk, lemari dan brangkas itu dari file.


Mungkin buku catatan ini adalah petunjuk lainnya.


Sarah ingin bertanya satu hal, dulu waktu ketemu di kafe itu mas, Sarah melihat ada lebam leher sebelah kanan almarhumah.


Lebam yang berusaha di tutupi dengan makeup, dan ketika terakhir di rumah sakit, lebam itu semakin terlihat.


apa yang sebenarnya terjadi kepada almarhumah ibu mas?"


Tangan mas Satria meraih tanganku yang berada diatas meja, lalu menatapku dengan tatapan yang penuh drama dan sulit untuk di artikan.

__ADS_1


"mas minta maaf karena meragukan mu, dan sudah saatnya kamu mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


Mama itu pernah mengalami kecelakaan saat menyetir mobil sendiri, waktu itu pak Imran dijebak.


Pak Imran di minta ayah untuk menjemput mama di bandara, akan tetapi mama tidak ada di bandara.


Tidak pastinya kejadian itu, karena semuanya terjadi begitu saja.


Mama mengendarai mobil dari rumah om Farhat dan tiba-tiba dijalan kecelakaan karena rem yang blong.


Saat itu mama hanya mengalami cidera di kaki saja, dan sedikit mengeluarkan darah.


Lalu datanglah seorang pria yang membawa ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.


Karena memang luka nya tidak terlalu parah, dan hanya butuh berobat jalan, lalu mama pulang diantarkan pria itu ke rumah.


Beberapa hari setelah peristiwa itu, ayah meminta mama untuk mengecek kondisi kaki nya di rumah sakit Lila.


Berdasarkan hasil ronsen pada kaki kanan mama, dan dokter mendiagnosis ada keretakan tulang.


Mama disarankan untuk terapi, dan mengkonsumsi obat resep dokter itu.


Bukannya malah sehat, efek samping obat itu menimbulkan lebam di beberapa bagian tubuh mama.


Lalu mas mengambil obat itu, dan memeriksa nya, ternyata obat untuk epilepsi.


(Penyakit epilepsi atau ayan adalah gangguan sistem saraf pusat akibat pola aktivitas listrik otak yang tidak normal. Hal itu menimbulkan keluhan kejang, sensasi dan perilaku yang tidak biasa, hingga hilang kesadaran.)


Tidak hubungan obat itu terhadap luka kaki mama, dan karena obat itu kesehatan mama semakin drop.


Obatnya ada tiga jenis, dua diantaranya mampu menghancurkan kelancaran hati dan menyumbat pembuluh darah.


Ketika kamu melihat terkapar di jalan waktu itu, mama itu tidak sadar pergi kemana atau linglung gitu.


mungkin terpleset dan jatuh, menyebabkan pendarahan seperti yang kamu lihat.


Dokter yang memberikan obat kepada mama, atau meresepkan obat itu sudah meninggal dengan cara bunuh diri.


Tapi ada kejanggalan dan sekarang masih penyeledikan polisi."


Mas Satria menarik tangannya dan kemudian menyeka air mata dari pipinya.


"kenapa hanya kita yang ada di ruangan ini yang ada waktu pemakaman ibu mas?"


"kematian ibu harus dirahasiakan, karena takutnya menimbulkan hal-hal yang di inginkan.

__ADS_1


Semua itu dilakukan untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi dan apakah ayah terlibat dengan semua ini."


"terus kenapa tante Kensa selalu meminta saham mas?"


"itu yang perlu dicari tahu Sarah, semuanya masih meraba."


"apa mas sudah menyelediki Sari group? karena menurut keterangan sahabat Sarah, kalau akhir-akhir ini ibu tiri mu itu bertemu dengan Loren.


Loren adalah pemilik laboratorium klinik permata itu mas.


Loren itu adalah pewaris dari sari group, Sarah juga pernah mendengar percakapan ibu dengan seseorang melalui telpon.


Ibu berkata kalau sudah saatnya menghancurkan Lila group, dan setelah selesai bicara melalui telepon itu.


ibu meletakkan handphone diatas meja dan aku melihat riyawat panggilan nya, dengan nama Loren.


Biar Sarah kirim nomor handphone Loren itu ke mas ya."


Lalu aku mengirimkan nomor handphone Loren itu, dan saat itu juga mas Satria meneruskan pesannya ke Findon.


"Sarah mau nanya mas, kenapa mas bisa kepikiran untuk melakukan uji laboratorium di klinik permata bersama ibu?


Kenapa kita tidak sama-sama mencari klinik yang lain jika klinik Indah mas ragukan?"


"jujur ya, mas tidak terima hasil dari uji laboratorium klinik indah, dan mencoba memeriksa ke klinik lainya.


Mas hanya ingin melihat keseriusan dari ibu, karena dia begitu semangat."


"jika mas berkata ingin melihat keseriusan dari ibu, itu ngak nyambung mas. kak Deva jelas-jelas mengatakan kalau ibu tiri mu mas pelakor.


Bisa-bisanya mas yakin dengan ucapan ibu, atau mas tidak mau tahu apa yang sudah almarhumah alami?


mas tidak memikirkan perasaan almarhumah ibu ketika suaminya mengkhianati cintanya?


Dua perempuan sekaligus, ibu dari Rizal dan juga ibu dari Ferdinand.


Apa masih kurang ayah perselingkuhan nya?"


"itulah yang perlu mas jabarkan, karena sebelumnya juga mas berada di luar negeri ketika permasalahan pernikahan mama dan ayah.


Lagipula mama selalu merahasiakan permasalahannya dan sangat lihai dalam menyembunyikan perasaan yang terluka, jadi sulit untuk mengungkap nya."


Aku masih kurang yakin dengan semua penjelasan dari mas Satria.


Sepertinya ada yang disembunyikan olehnya, tapi sulit untuk digali saat.

__ADS_1


__ADS_2