PEJUANG GARIS DUA

PEJUANG GARIS DUA
Bertemu Dengan Istri Rizal.


__ADS_3

Mas Satria mencium kening kening Ku dihadapan rekan-rekan kerja dan seketika suara tepuk tangan dan juga siulan terdengar riuh.


"saham mu jauh lebih besar dari saham suami mu ini, dan menurut mas itu tidak ada masalah."


"setuju......"


Ujar Findon secara tiba-tiba ditengah ucapan mas Satria.


"Diam dulu Findon....


Tapi mas mau tanya, kenapa kamu begitu keberatan jika ada keluarga dari pihak ayah ku?"


"begini ya mas, jika ada keluarga dari ayah mas Satria, semua berantakan.


Bude, pak deh dan yang lainnya. tiap saat memintak saham kepada Sarah tanpa dasar apapun.


Bahkan Rizal adik tiri mu harus bercerai karena mama nya menginterupsi pernikahan anaknya.


Mas lihat sendiri dengan kelakuan bude mu itu, yang sudah menjadi parasit di Lila group.


Mengalihkan dana Lila dan mengalihkan saham Lila group dengan cara ilegal.


Sarah gerah jika terus menerus berhadapan dengan keluarga mu mas."


"iya bawel, dan semua tuntutan mu mas penuhi.


Findon, silahkan bersuara."


"mantap, kakak ipar memang luar biasa. segera di eksekusi kakak ku."


brak ......


Bude nya mas Satria membanting meja lalu berdiri dengan tatapannya yang tajam nan mengerikan.


"bude ngak terima Satria, bude akan mengajukan gugatan ke pengadilan."


"silahkan....


Findon, laksanakan tugas Mu."


"siap ketua......"


Teriakan dari Findon disambut tepuk tangan dari yang lainnya, kecuali rombongan dari bude nya mas Satria yang memilih hengkang.**


Lanjut pemotretan yang membutuhkan waktu hampir satu jam dan akhirnya dinyatakan selesai.


"kak Deva, pamit dulu ya, karena mau makan siang sama mas Satria."


"iya deh yang punya suami itu, tapi nanti balik lagi ke kantor insani ya."


Hanya tersenyum menanggapi ucapan dari kak Deva, dan langsung menuju ke ruangan mas Satria.


tok.... tok.....tok.....

__ADS_1


"masuk...."


Itu suara Findon yang memintaku untuk masuk dan segera aku membuka pintu dan langsung masuk.


"dah makan siang apa belum? lapar nih...."


Mas Satria langsung bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arahku.


"Findon mau ikut makan siang sama kami?"


"ngak deh, mas sama mbak aja. kalian berdua itu butuh waktu bersama tanpa ada gangguan dari siapapun.


Ntar Findon makan siang bareng pak Imran atau yang lainnya aja.


Sana.....sana......."


Findon mendorong mas Satria keluar dari ruangannya, dan secara refleks tangan ini sudah meraih lengan tangan mas Satria.


Kami berdua berjalan bersama menuju kafe di depan gedung ini, dan akhirnya kami mendapatkan meja kosong dan langsung memesan makanan serta minuman.


Selesai makan lalu aku memberikan vitamin yang harus di minum oleh mas Satria.


"mas sudah kyak orang penyakitan iya?"


"ngak kok, banyak orang yang minum vitamin atau suplemen lainnya setelah makan.


Jangan ngaco ya mas, dan asal ketahui. bagiamana pun kondisi mas itu, Sarah akan menemani dan mendampingi mu."


Mas Satria hanya tersenyum menanggapi ucapan ku.


"yuk balik ke kantor."


Langsung aku raih tangan itu, dan kami sama-sama bergerak keluar dan mengarahkan ke kasir.


Selesai membayar bill pesanan kami dan langsung keluar kafe dengan bergandengan tangan.


"mas....


itu supermarket, Sarah ke sana dulu ya. mau beli pembalut sekaligus mau membeli crayon untuk Adam."


"ayo biar mas temani."


Bahagia rasanya karena mas Satria sangat begitu perhatian.


Sesampainya di supermarket dan langsung mengambil barang-barang yang aku butuhkan dan langsung menuju kasir.


Selesai membayar dan mas Satria lagi dan lagi memegang tangan ku.


Hingga akhirnya kami tiba di lantai dasar gedung dan Findon langsung menghampiri kami.


drrrt...... drrrt.....


handphone ku berbunyi dan setelah mengambil handphone tersebut dan melihat di layar, Desi yang menghubungi Ku.

__ADS_1


"mas naik aja duluan ya, Sarah mau menerima panggilan dari Desi dulu, istrinya Rizal mas."


Mas Satria mengganguk dan langsung naik lift bersama Findon, sementara aku sudah tersambung dengan Desi.


Ternyata Desi berada di area kantor ini dan ingin bertemu dengan Ku.


Desi berada di luar dan melambaikan tangannya ke arahku.


Aku mengajak Desi masuk ke dalam untuk ngobrol di kantin gedung ini yang tidak jauh dari lantai dasar.


Kami sudah memesan jus buah tanpa ice dan sedikit roti, lalu kami menuju meja kosong dan duduk berhadapan.


"kok Desi tahu kalau mbak ada di kantor?"


"iya mbak, tadi Desi ke rumah mbak dan kata si mpok kalau mbak Sarah di kantor, segera deh Desi nyusul."


"iya ampun Des....


Hamil besar kyak gini kok masih keluyuran, seharusnya mbak aja yang menghampiri mu."


"Desi yang punya kepentingan kok, lagian Desi bosan mbak karena ngak ada kegiatan.


kedatangan Desi menemui mbak kemari hanya ingin menyampaikan sekaligus pamit ke mbak dan juga mas Satria.


Desi akan pergi ke negeri dan nantinya akan melahirkan disana, Desi di temani oleh mama dan sekalian medical cek up.


Perceraian akan di urus pengacara Papa dan Desi hanya terima beres dan konsentrasi untuk lahiran."


"apa memang harus bercerai? apakah tidak ada jalan yang lain?"


Desi menghela napasnya dan bola mata itu sudah berkaca-kaca dan akhirnya meneteskan air mata.


Lalu air mata langsung di seka oleh Desi dengan tissue yang tersedia di atas meja ini.


"Desi yang terlalu cinta kepada Rizal dan berharap Rizal mau berubah menjadi suami yang lebih baik.


Sempat ada harapan itu, setelah di nasehati oleh Papa dan mama.


Tapi tiba-tiba saja berubah hanya sekejap waktu setelah Rizal bertemu dengan mama nya dan semuanya hancur berantakan."


Desi berhenti bicara karena air mata itu semakin banyak yang mengalir di pipinya, kemudian Desi memberikan handphone kepada ku, dimana ada sebuah video mesum antara Rizal dan perempuan lain yang terlihat lebih tua dari Rizal.


"itu kelakuan Rizal mbak, menurut mbak. apakah pantas Desi mempertahankan pernikahan ini?


ngak kan mbak, jika dipertahankan yang ada hanyalah rasa sakit yang semakin menjadi-jadi dan menyisahkan hati yang berkeping-keping.


Desi mengira ucapan Rizal waktu di rumah mbak itu hanyalah emosi sesaat, tapi dengan video mesum itu dan Desi semakin yakin kalau Rizal memang sudah tidak menginginkan Desi dan anak ini lagi.


Parahnya iya mbak, si Rizal di dukung oleh mamanya untuk melakukan perbuatan zinah itu.


Mama Rizal sendiri yang mengirimkan video mesum anaknya ini.


Gila ngak tu perempuan?

__ADS_1


Jangan mbak biarkan mama nya Rizal merusak pernikahan mbak, cukuplah pernikahan Desi yang sudah dihancurkan perempuan itu. "


Desi mencurahkan isi hatinya dan berusaha untuk tegar.


__ADS_2