
POV Satria.**
Ayahnya melotot ke arah Satria, karena merasa kecewa akan anaknya itu.
"percuma mama mu mengeluarkan besar untuk menguliahkan kau di luar negeri, kapan sih kamu sadar."
"sudahlah ayah, aku kok kalau ayah menginginkan Sarah, itu hanya demi kepuasan hasrat mu.
Silahkan ambil perempuan yang tidak tau diri itu, dan bawa dia pergi kehidupan ku.
Sarah adalah istri yang durhaka dan tidak tau diri, dia sengaja mendekati mama untuk mengambil semua harta kekayaan mama.
perempuan itu benar-benar iblis dan membuat ku muak melihatnya."
"hadehhh.....
susah memberitahu orang orang yang bebal dan berotak.
Tapi yang jelas bahwa Sarah tidak pernah mencari kepuasan dari lelaki lain, karena suaminya tidak mampu memberikan nafkah batinnya.
Berbeda dengan perempuan ****** itu, ayah mertuanya diembatnya.
Istrimu itu persis seperti mama mu, setia dan hanya bertahan pada cinta pernikahan.
Kita berdua sama-sama di pertemukan dengan istri yang luar biasa, tapi karena kebodohan dan keegoisan kita, sehingga istri-istri pergi meninggalkan kita.
Kalau ayah mu sudah terlambat, dan kamu masih punya kesempatan untuk memperbaiki pernikahan mu yang bahagia.
Jika dulu ayah mintak maaf kepada mama mu dan meninggalkan para perempuan-perempuan binal itu, tentunya mama mu masih hidup sehat sampai sekarang.
Langkah Sarah saat sudah tepat, yaitu memilih pergi dari sisi mu.
jika mama mu melakukan itu dulu, kemungkinan besar mama mu masih bisa menasehati mu saat ini.
Tapi ya sudahlah, kau sudah dewasa dan juga berpendidikan tinggi.
Ayah nyatakan kamu sanggup untuk berpikir dan bertindak dengan akal sehat mu.
Rabu depan sudah putusan pengadilan untuk ayah, dan ayah benar-benar mengatakan yang sebenarnya dengan bukti-bukti yang terlampir.
Semua murni karena rencana ayah, yang benar-benar ingin melenyapkan mama mu, agar ayah bisa menikmati harta kekayaan nya.
Ternyata itu karma itu harus ayah telan sekarang, dua istri Papa yang lainnya, adalah perempuan binal.
Ibarat seseorang yang melemparkan kotoran ke wajah ayah tapi ayah mu yang bodoh ini masih membela nya.
Sekarang ini juga, ayah harus mendengar kalau anak ku dibakar oleh orang lain karena kerakusannya.
Ditinggalkan istrinya karena karma yang aku perbuat, dan sekarang anak yang ku banggakan di tipu perempuan ****** dan terancam di penjara.
__ADS_1
Ayah ngak sanggup lagi melihatnya, dan hukum mati adalah yang terbaik untuk ayah.
Ayah sudah meminta kepada pengacara dari pemerintah itu, untuk tidak melakukan apapun untuk ayah saat ini.
karena memang manusia biadab, yang tidak tau di untung dan tidak bisa bersyukur.
Inilah karma yang harus aku terima, ayah hanya berharap, kalau karma ini hanya untuk ayah dan putus ayah saja."
"semua itu salah ayah."
"diam kau, ayah mau tidur sekarang. bosan ayah melihat mu."
Satria bengong akan ucapan ayah nya, yang lebih memilih untuk tidak bicara lagi dengan anaknya sendiri.
Tong.... tong...tong.....
Pintu jeruji sel itu di pukul oleh petugas dan ayahnya Satria langsung terbangun.
"ada tamu yang bertemu kalian berdua."
"siapa pak?"
"temui aja dulu, katanya ada mau disampaikannya?"
Dua petugas itu membawa Satria dan ayahnya ke suatu ruangan, dan begitu bahagia ayah Satria melihat tamu yang datang itu, tapi berbeda dengan Satria yang memancar aura emosi.
"apa kabarmu nak Sarah? gimana perkembangan bayimu?"
Janin nya sehat dan perkembangan organ tubuh sangat baik.
Rabu depan sudah menjalani usia tujuh bulanan dan Sarah harus berada di rumah sakit untuk persiapan lahiran.
Calon cucu ayah ini kembar sehingga harus dilahirkan dengan cara sesar.
Doakan Sarah dan cucu Papa selamat ya, Sarah juga datang membawa kabar baik untuk ayah.
Cucu ayah sudah lahir, laki-laki dan sehat tanpa kekurangan apapun, demikian juga ibu nya.
Anak almarhum Rizal bersama Desi, ini foto cucu ayah.
Sehat kan? "
"iya ......"
Seketika senyuman ayah mertua Sarah yang lain adalah ayah kandung Satria, di hiasi oleh air mata yang mengalir.
"kenapa Desi dan cucu ku ngak ikut?"
"Desi hanya sanggup untuk bertemu dengan ayah, dan hanya bisa memberikan kabar serta foto ini.
__ADS_1
Desi yang meminta Sarah untuk ketemuan, dan ternyata Desi juga membawa cucu ayah untuk bertemu dengan Sarah.
Desi tidak pernah menyesal menikah dengan Rizal, tapi sangat menyesal membuka pintu untuk ibu mertua nya malam hari itu.
Malam hari ketika ayah mengusirnya dari penginapan itu, dan malam itu pernikahan yang dibangun oleh Rizal dan Desi retak.
Keretakan itu yang memicu terjadinya kehancuran, dan pada akhirnya hancur berkeping-keping.
Sama seperti pernikahan Sarah dengan mas Satria ayah.
Farah namanya kan ayah?"
Sang ayah mertua hanya mengangguk dan hanya bisa menghela napasnya.
" Perempuan itu membawa wanita dari masa lalunya mas Satria, yang bekerjasama untuk melakukan sesuatu yang menguntungkan bagi kedua pihak."
"jangan fitnah Sarah."
"maaf, saya bicara dengan ayah, bukan dengan Mu."
Ucap Sarah, yang menyanggah ucapan yang lebih tepatnya tuduhan.
"Desi itu melahirkan di luar negeri, untuk menghindari ibu mertua nya.
karena jika Desi melahirkan anaknya di kota ini, tentunya ibu mertua nya akan kesempatan dan itu benar-benar terbukti.
Si Farah perempuan licik mendatangi kedua orangtuanya Desi, dan meminta sejumlah sebesar satu milyar rupiah.
Agar Rizal mengikhlaskan anak itu di asuh dan dibesarkan oleh ibunya yaitu Desi.
Tentunya di tolak oleh kedua orangtuanya Desi, dan menyeret perempuan itu dari rumahnya yang sudah diteriaki maling, hampir saja si perempuan jadi amukan massa dan beruntung ada polisi yang lewat waktu itu.
Sebelum berangkat ke luar negeri, Desi menemui mu dan memberikan bukti-bukti atas perbuatan ayah bersama perempuan-perempuan yang menghancurkan keluarga ayah bersama mendiang ibu.
Saat itu juga Desi mengingat Sarah agar menolak segala intervensi dari perempuan itu, karena si Farah itu adalah manusia yang melebihi Iblis."
"tutup mulutmu Sarah, tidak pantas kamu mengatai yang sudah meninggal."
"kau harus tutup mulut Satria, dasar bodoh, idiot. katanya berpendidikan tinggi, lulusan terbaik Sydney.
Isi otak mu hanyalah kotoran, dan ************ aja.
Merasa hebat di ranjang tapi loyo, mengaku subur tapi mandul.
Mengatai ku mandul tapi kau yang mandul, hanya karena jamu makanya kau bisa bertahan satu menit.
Sudah mandul, loyo lagi. kamu kira kau hebat di ranjang?
ngak.....
__ADS_1
kau itu impoten Satria."
Wajah Satria merah padam, mungkin karena malu di katai demikian dihadapan pengacara yang dibawa oleh Sarah dan kedua petugas yang berjaga-jaga itu.