PEJUANG GARIS DUA

PEJUANG GARIS DUA
Masih Tetap Bodoh.


__ADS_3

POV Satria.*


Neni kemudian mengembalikan handphone milik Satria dan menatapnya dengan tatapannya yang tajam seraya tersenyum sinis.


"jelaskan apa maksud perkataan mu barusan."


"kenapa sih kau itu bego banget, aku hanya mau sama kau karena uang mu banyak.


Laki-laki loyo seperti kau hanya buat geli aja, sebagai wanita normal dan tentunya akan mencari kepuasan dengan pria lain.


baru masuk sebentar dan sudah lemas tidak berdaya, kamu itu loyo Satria.


Walaupun hanya dua ratus juta, tapi itu sudah lebih dari cukuplah dan ditambah lagi dengan menjual bayi malang ini.


Nikmatilah hidup mu disini, penjara ini cocok untuk mu."


"Neni.... N...e...n....i......."


Satria berteriak memanggil Neni dan tentunya Neni langsung meninggalkan ruangan tersebut dan mengadukan Satria kepada petugas.


Terdengar sekilas bahwa Neni mengatakan kalau Satria sudah stres.


Neni sudah pergi karena pengamanan dari petugas, sementara Satria duduk dengan lemas di kursi itu dan kemudian si tuntun petugas untuk masuk ke ruang interogasi.


"waktunya sudah habis dan mana pengacara mu?"


"tolong berikan waktu sepuluh menit lagi, tadi karena ada tamu yang menemui Ku."


Petugas itu mengabulkan permohonan Satria dan mengizinkan untuk melakukan panggilan telepon.


'kok belum mas kirim uang nya?'


'sudah di ambil oleh Neni.'


'iya sudah, berarti itu pilihan mu, dasar bebal.'


tut.... tut.... tut.....


Satria berteriak memanggil nama Findon, karena sambungan telepon berakhir dan terus menerus menghubungi nya.


Tapi itu sia-sia saja, karena handphone yang dihubunginya sudah tidak aktif lagi, dan beberapa saat kemudian petugas menghampiri Satria.


"bagaimana saudara Satria, apakah sudah mendapatkan bantuan pengacara?"


Satria terlihat lemas lalu menjawab petugas dengan menggelengkan kepalanya.


"baiklah kalau begitu, sekian dulu hari ini dan besok sudah pengacara yang dibayar negara untuk saudara Satria.


Pengacara gratisan untuk orang kaya seperti saudara."


Petugas itu berkata demikian, dan itu adalah hinaan bagi Satria, karena sempat menolaknya dengan alasan dua tidak pernah memakai yang gratisan.


Kemudian Satria dibawa dan di masukkan ke dalam sel.


Satria merasa kenal dengan seorang tahanan yang sedang tiduran.


"ayah...."

__ADS_1


Seketika tahanan itu bangun dan kemudian berjalan mendekati Satria.


"waouuuuu......


akhirnya anak yang sombong ini masuk juga ke sel ini ya, apa gerangan yang membawa mu kemari?"


Satria terduduk dan terlihat sangat lemas, lalu sang ayah duduk disampingnya.


"Sarah menjebak Ku dan menyeret ku sampai kemari, aku ngak menyangka kalau perempuan itu sangat jahat."


"jahat......


kayaknya kamu salah orang Satria, yang jahat itu kamu dan kelakuan mu.


Oh iya gimana kabar perempuan jal*ng itu?"


"apa benar ayah berhubungan dengan Neni?"


"Satria.....


apa perlu ayah menjelaskan nya? itu aib Satria.


karena ayah sudah melakukan perbuatan yang maksiat, tidak seharusnya ayah melakukan itu."


"bagaimana ayah bisa melakukannya? karena..."


"karena loyo maksud Mu?


iya benar bahwa ayah memang loyo pada awalnya, tapi mama mu memberikan jamu yang terlalu tinggi dosis nya, sehingga ayah mu ini menjadi over dan haus.


Uang banyak dan tentunya bisa dong ayah mendapatkan perempuan dengan berbagai jenis dan merek.


Hanya karena ke egois kamu tidak bisa menerima kalau terong mu itu memang loyo.


Lalu melampiaskannya kepada perempuan yang benar-benar yang terbaik untuk mu.


Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, ya pribahasa itu tepat untuk kita berdua.


Kamu meniru ayah, tapi kau jauh lebih bodoh. katanya lulusan terbaik dari Sidney, tapi kok tertipu.


Kurang apa lagi coba mama mu, cantik, seksi, bahkan lebih cantik dari model.


Pengusaha kaya raya dan sangat memukau di ranjang, begitu perhatian sama ayah.


tapi dengan bodohnya ayah mu, menukar nya dengan sampah yang tidak di di di daur ulang.


Kamu juga sama dengan ayah, menukar emas berlian dengan sampah."


"tapi Satria mencintai Neni dan juga Sarah."


"sssttt.......


cinta mu yang berdasar itu hanya petaka bagi Satria.


terus kamu masih yakin dengan Neni, perempuan ****** itu?


ngak habis pikir aku melihat mu, oh kamu disini karena apa?"

__ADS_1


"di gugat oleh Indah klinik, karena Indah klinik sudah bekerjasama dengan Sarah untuk menanamkan sel ****** pria lain saat proses bayi tabung itu ayah."


"untuk apa Sarah melakukan nya? emangnya kamu kemana aja sampai bisa Sarah melakukan itu?"


"di klinik itu juga ayah, tapi dengan liciknya Sarah melakukan nya."


"kata siapa? siapa yang mengatakan kalau Sarah bekerja sama dengan dokter di klinik untuk menukar sel ****** mu itu?


apakah itu perawat atau dokter dari klinik itu? atau apakah Satria melihat secara langsung ataupun melalui sisi tv?"


"ngak, karena ibu dan Neni mengetahui semua rencana busuk yang disepakati oleh Sarah."


"dasar anak bodoh, kok bisa-bisanya kamu bodoh nan idiot seperti ini.


Apa sih yang ada di otak mu itu? kok bisa-bisanya kau percaya pada ke-dua perempuan jal*ng itu?"


Satria malah bengong melihat ayahnya yang seperti tidak seperti biasanya.


"jawab bego, sekarang kemana si Neni perempuan jal*ng itu?


Satria.....


ayah benar-benar ngak habis pikir tentang kamu, seharusnya kamu jauh lebih bijaksana dari ayah.


apa kamu ngak sadar kalau terong mu itu loyo?


terus kenapa kamu yakin, kalau anak yang di kandung perempuan ****** itu adalah anak kandung mu?


Findon berkata sudah memberi tahu mu kalau, anak yang dilahirkan oleh perempuan ****** itu adalah anak haram, sampai-sampai Findon melakukan uji tes DNA di empat laboratorium rumah sakit dan hasilnya sama saja.


tapi kau ngak terima dan malah mengatai Findon yang nggak-nggak.


Kamu itu bego atau gimana sih?"


"cukup..... cukup ayah cukup....."


Satria berteriak agar ayah nya berhenti bicara, karena merasa dia yang tersakiti.


"Sarah telah mengotori pikiran Neni agar Neni meninggalkan Ku sendirian."


"Lila....


kenapa anak kita sangat bodoh? apakah ini karma Ku."


Ujar ayahnya Satria dan kemudian menatap wajah anaknya seraya meneteskan air matanya.


"ayah mu ini akan di hukum mati, karena melakukan pembunuhan berencana terhadap mama mu.


Ayah hanya bisa berharap agar kamu bisa berpikir jernih dan normal.


Semoga Sarah masih bersedia menerima pria bodoh seperti kau."


"kenapa ayah terkesan membela Sarah? apa ayah menyukainya?"


"jelas ayah menyukainya, karena Sarah adalah wanita yang tepat untuk menjadi istri mu, mama mu tidak salah memilih istri untuk Mu.


tapi apa pantas kau bersanding dengan Sarah?"

__ADS_1


Ucapan ayahnya membuat Satria seperti emosi, seolah-olah Satria adalah orang yang paling buruk.


__ADS_2