PEJUANG GARIS DUA

PEJUANG GARIS DUA
Menguak Rahasia.


__ADS_3

Akhirnya berhasil juga satu tahap dan satu embrio yang berhasil di gabungkan dan berkembang dengan baik telah di suntikkan ke rahim Ku.


Awalnya lemas untuk beberapa jam, dan ngilu. setelah lima jam berlalu dan akhirnya sudah merasa jauh lebih baik dan akhirnya kami harus bermalam di klinik agar dokter bisa mengontrol embrionya.


Pagi hari dan telah selesai cek up kesehatan dan terakhir USG.


Dokter Supriadi tersenyum ketika melihat layar monitor itu dan akhirnya selesai juga USG tersebut.


Kemudian kami dipersilahkan untuk duduk di kursi dan berhadapan dengan dokter Supriadi bersama satu perawat nya.


"syukurlah.....


akhirnya berhasil juga, rahim ibu Sarah sudah menyatu dengan embrio dan itu puncak keberhasilan di awal.


Tidak sia-sia perjuangan bapak dan ibu, menjalani serangkaian tes kesehatan dan juga yang lainnya, mulai dari perubahan hormon yang menyebabkan emosi yang tidak stabil.


Bapak dan ibu adalah pasangan yang luar biasa dan sangat harmonis, bersama-sama berjuang untuk mendapatkan yang diinginkan bersama.


Terimakasih saya ucapkan karena sudah berhasil melewati semua masa-masa sulit itu dan saatnya lebih bersabar, jaga kesehatan, jangan stress dan banyak mengkonsumsi makanan bergizi, minum air yang banyak dan rajin buah serta olahraga kecil-kecilan."


"banyak juga ya dok."


"lumayan lah ibu Sarah, jika dilaksanakan dengan hari yang gembira, maka semuanya akan terasa ringan.


Setiap minggunya ibu harus datang kemari untuk USG dan juga medical cek up.


untuk saat ini, saya meresepkan vitamin dan juga merekomendasikan susu formula yang cocok untuk ibu."


Akhirnya kami pulang setelah empat hari menginap disini, awalnya dokter Supriadi berkata hanya butuh tiga hari, tapi mas Satria memintaku untuk disini satu hari bersamanya agar dokter Supriadi bisa memantau kesehatan embrio yang baru di suntikkan ke rahim Ku.


Dokter Supriadi menyambut baik keinginan suamiku, karena itu sangat penting.**


Sesampainya di rumah dengan barang bawaan yang banyak, Adam adikku menunjukkan tropi kemenangan lomba matematika.


Senyuman itu membuat semangat ku semakin bertambah-tambah, program bayi berhasil untuk beberapa persen progres dan adikku juara satu lomba matematika.


Mas Satria menggendong Adam dan bersama-sama kami masuk ke kamar kami.


Sesampainya di kamar dan mas Satria mendudukkan Adam di pinggir ranjang bersama ku, lalu berlutut di hadapan Adam sambil memegang kedua tangan adikku itu.


"Adam.....


mas mintak tolong ya, jaga kakak mu dengan sebaik mungkin."

__ADS_1


"pasti dong mas, karena Adam sangat sayang sama kak Sarah.


Mas dan kak Sarah seperti nya kelelahan, istrihat ya mas dan begitu juga dengan kakak ya."


Mas Satria hanya tersenyum menanggapi ucapan dari Adam, dan Ia pergi dari kamar setelah mencium ku dan juga mencium mas Satria.


"sesuai dengan ucapan dari Adam, kamu harus istrihat ya.


tapi sebelum istrihat minum susu dulu, biar mas buatkan ya."


tok....tok....tok....


Mas Satria berhenti bicara karena ketukan pintu, setelah mas Satria membuka pintu kamar seketika mpok Surti langsung memelukku.


"selamat ya neng, selamat ya nak Satria."


"selamat untuk apa mpok?"


ujar mas Satria, lalu si mpok langsung mengambil kantong plastik yang berisi susu formula itu.


"ini susu formula untuk ibu hamil di masa awal kehamilan, tadi mpok melihat nya dan langsung ke kemari untuk membuatkan susu serta mengucapkan selamat."


"oh....."


"iya dah biar mpok buatkan dulu."


Ucap mpok Surti dan langsung pergi membawa susu formula serta pakaian kotor kami yang berada koper.


Mas Satria mengajakku mandi bareng karena ingin memastikan kalau aku harus hati-hati saat mandi.


Segar juga setelah mandi air hangat, dan kami sama-sama menggunakan kimono setelah keluar dari kamar mandi.


Pintu di ketuk kembali dan setelah dipersilahkan mpok Surti masuk dengan membawa satu gelas susu dan satu gelas pagi minuman rempah-rempah untuk mas Satria.


"minuman rempah-rempah ini sangat cocok untuk untuk nak Satria, walaupun pahit tapi berkhasiat."


Mas Satria langsung meneguknya, karena memang sudah hangat, lalu memintaku untuk melakukan hal sama.


Mpok Surti baru keluar setelah susu itu habis aku minum dan memintaku untuk istrihat.**


Seperti biasa bangun pagi dan mpok Surti tidak memperbolehkan aku untuk memasak, cukup duduk manis dan mengomentari masakannya.


Setelah selesai masak dan kami sarapan bersama-sama, setelah itu barulah mas Satria berangkat kerja.

__ADS_1


Mas Satria dan Adam sudah berangkat dan aku masuk ke kamar.


Disini aku mempelajari semua arahan dan juga buku modul tentang bayi tabung.


Disela-sela asyiknya membaca dan aku teringat dengan flashdisk yang diberikan oleh Desi, yaitu istri Rizal yang sudah menggugat cerai.


Flashdisk nya menguat hal yang tabu dan juga informasi tentang keluarga ini.


Semakin aku pelajari dan semakin terungkap semuanya dan hal berhubungan dengan set perhiasan itu.


Ternyata di tempat set perhiasan tersebut ada flashdisk juga dan setelah dibuka, semua berkaitan dengan flashdisk pemberian Desi.


Dari sini ada dokumen yang menunjukkan, dimana photo mas Satria sedang ijab Kabul dengan seorang perempuan yang bernama Neni.


Itu terlihat dari dinding hiasan, yang tertulis Neni dan Satria.


Berdasarkan dokumen selanjutnya bahwa pernikahan itu hanya sebatas nikah siri, dikarenakan almarhumah ibu Lila tidak merestuinya.


Hal yang paling mengejutkan adalah, bahwa ayah Satria sama hal seperti Satria yaitu azoospermia


Satria ada di dunia adalah berkat proses bayi tabung.


Lalu bagaimana dengan Rizal, Lyra serta Ferdinand?


Apakah benar mereka bertiga adalah anak-anak dari ayah mertua ku?


Dijelaskan di dokumen selanjutnya, bahwa tiga percobaan dan akhirnya berhasil lalu lahir lah mas Satria.


Mas Satria aja tiga kali percobaan, lalu ketiga anaknya ayah mertua dari dua istri yang berbeda, apa benar mereka bertiga adalah anak kandung ayah mertua?


Semakin ke sini semakin banyak rahasia yang belum terungkap.


Dari beberapa dokumen yang lainnya, bahwa kesulitan mendapatkan keturunan di keluarga sudah turun-temurun.


Lalu om mas Satria sudah punya dua anak, tapi apakah kedua anaknya itu anak kandung juga?


Waouuuuu......


Dokumen dari flashdisk tempat set perhiasan itu menyatakan bahwa mendiang ibu Lila, menginginkan anak kedua dengan proses bayi tabung juga.


tapi rahim nya bermasalah, maka di carilah ibu pengganti yaitu Friska, yang sekarang menjadi istri ayah mertua.


Program bayi tabung itu berhasil, tapi tidak menggunakan sel telur ibu Lila, dan itu adalah kongkalikong antara dokter dengan calon ibu pengganti yaitu Friska.

__ADS_1


Hal tersebut diketahui oleh almarhumah ibu Lila, dan menghentikan semua fasilitas nya dan membubarkan klinik dibawah naungan group.


__ADS_2