
POV Rizal.*
Rizal hanya bisa bengong ketika melihat mama nya dan juga Lyra yang terikat di kursi yang besar.
Ternyata bukan hanya mama dan kakak nya, masih ada sepuluh orang lagi dan semua di tutupi kepalanya menggunakan kain hitam.
"apa yang terjadi ma?"
"gara-gara mantan istri mu itulah, mantan istri mu yang memberitahukan kalau kau itu mengidap HIV AIDS.
Pria penyuka sesama jenis itu ngak terima kalau harus berhubungan dengan orang yang terinfeksi virus HIV AIDS."
"emangnya apa yang kalian lakukan?"
Pertanyaan Lyra membuat mama nya terdiam dan kemudian menatap nya dengan tatapannya yang sangat tajam.
"Mama membawa ku ke om Basil."
"apa?....
Kau di jual mama juga?"
Terlihat Lyra begitu kesal melihat Rizal yang mengganguk.
"apa mama ngak puas menjual Lyra? Mama sudah menghancurkan pernikahan Rizal dan kemudian menjualnya lagi.
Mama benar-benar keterlaluan, kenapa ngak cukup menjual Lyra aja ma?"
"karena kau ngak menghasilkan lagi Lyra, siapa nyuruh kau hamil?"
"Lyra juga ngak mau hamil......"
hiks...... hikszz.......
Lyra menangis hingga sesenggukan dan kemudian menatap mama nya dengan mata yang merah itu.
Suaranya yang kuat memecahkan keheningan di ruangan itu, Lyra membentak mama nya.
"hancur sudah semuanya, dan tamatlah riwayat hidup kita.
inilah karma yang harus kita terima, karma karena telah menyakiti istri mas Satria.
Dari awal Lyra sudah sadar, kalau keluarga kita akan hancur lebur seperti ini.
Hancur karena ketamakan dan kerakusan, orang-orang seperti kita tidak pantas untuk hidup di dunia ini.
Tapi kenapa orang-orang yang ngak bersalah harus ikut menanggung nya.
Mama lihat orang-orang yang kepalanya di tutup kain hitam itu?
itu semua saudara mama dan para keponakan mama.
orang-orang om Basil, akan membakar kita disini dengan hidup-hidup dan karena mama, saudara dan keponakan mama akan mati bersama kita disini."
"loh....loh....
mereka ngak bersalah Lyra, kenapa mereka ikut di tangkap juga?
Lyra yakin itu keluarga mama?"
__ADS_1
"sangat yakin, karena om Basil itu bukan orang sembarangan ma.
jika seseorang menipu nya, maka seluruh keluarganya akan dihabisi juga.
Bentar lagi nambah itu, karena belum semua keluarga mama di temukan."
"Lyra........"
Mama nya terlihat ketakutan ketika keluarganya terancam, dan terlihat air mata itu mengalir deras.
"Farhat...... Dewi...... Sinta..... Danu........
Lyra.....
kenapa mereka semua ada disini?"
keluarga Farhat kini sudah berada di dalam ruangan tersebut dalam keadaan pingsan dan kemudian diikat di kursi.
"mereka akan di habisi oleh anak buahnya om Basil, dan itu semua karena mama.
Mereka yang menerima uang dari mama, akan segera di habisi oleh anak buahnya om Basil."
Lalu datang lagi seorang laki-laki yang membawa pria muda.
"Ferdinand....."
'haaaaaaaaa.......'
Lyra hanya bisa menghela napasnya ketika mama nya semakin panik melihat pria yang bernama Ferdinand itu di ikat.
"siapa itu Ferdinand? dan apa hubungannya dengan mama?"
"mama memberinya uang, karena berhasil membuat si perempuan mandul itu hampir celaka dan mama menyuruh nya untuk memalsukan tes DNA terhadap janin Neni.
Ferdinand adalah anak sahabat mama, dan bersama-sama kami mempermainkan ayah kalian."
"bukan ayahnya Lyra, karena saya anak hasil perselingkuhan mama dengan laki-laki lain.
apakah Ferdinand sama seperti Lyra? anak selingkuhan juga kan?"
Mama nya yang mengganguk dan terlihat Lyra tersenyum sinis.
"Rizal.....
kau itu laki-laki tapi kenapa kau meninggalkan Istrimu yang baik itu?
apa kurang nya Desi? cantik, baik dan putri orang kaya raya.
Terlebih-lebih Desi sangat mencintaimu dan bahkan rela melakukan apapun dan memohon-mohon kepada orangtuanya agar kau di masukkan kerja di tempat usaha orang tua Nya.
Seharunya hidup mu enak, dan cukup hanya aku di jual oleh mama.
Jika seandainya Lyra mendapatkan pria seperti kamu mendapatkan Desi, mungkin hidupku jauh lebih berarti.
tapi kenapa sih kau bodoh?"
"entahlah Lyra, aku ngak bisa melawan perintah mama."
"bego.....
__ADS_1
Kamu ngak melihat anak mu kan? laki-laki dan tampan seperti kau.
Seharusnya kau itu berbahagia dengan anak dan istrimu.
Kalau Lyra sudah dari awal di jual mama, dan aku berharap kamu itu jauh lebih baik setelah menikahi Desi.
Awalnya Lyra sudah bahagia ketika kau kerja di kantor papa nya Desi, lalu melihat mu bercanda ria dengan istrimu sambil mengelus perut istri mu itu.
Bahagia banget melihat nya, tapi kita berakhir disini, yang akan menunggu ajal.
Mama sudah puas kan?"
prok.....prok.....prok.....
Seseorang datang dan bertepuk tangan yang memakai pakaian medis, dan beberapa saat kemudian datang lagi gerombolannya dengan membawa empat orang laki-laki dan lima orang perempuan.
"menurut data, ini semua keluarga mu dan orang-orang yang ikut menikmati uang mu.
Segera kalian semua akan masuk ke neraka, dan sebelum kalian berangkat ke neraka, setidaknya kalian saling bertatapan muka."
Ujar orang itu dan terdengar seperti suara laki-laki, lalu para orang-orang yang di tutupi kepalanya dengan kain hitam di buka satu persatu satu.
Friska menjerit ketika melihat para keluarga nya yang masih belum sadarkan diri.
"saya yang salah, tolong bebaskan mereka."
Ucapan itu di ulang-ulang terus oleh Friska tapi tidak ditanggapi.
Kemudian mereka di siram dengan cairan dan terdengar Ferdinand yang terbangun dan berteriak karena menyadari kalau dirinya sudah basah karena minyak bensin.
Orang-orang yang berpakaian medis itu sudah pergi dan terlihat Lyra tersenyum sinis ke arah Ferdinand.
"kita akan bertemu di neraka, karena kita semua yang ada disini telah memakan hasil pencarian yang haram.
Hanya karena ketamakan dan kerakusan terhadap materi, sehingga kita merugikan orang lain.
Sampai ketemu di neraka."
"apa maksud mu perempuan ******?"
"ngak perlu kau memanggilku demikian, kau ada disini karena bekerjasama dengan mama Ku dan telah menerima uang dari mama.
Bukan hanya kau seperti itu, itu ke-dua orang dari mama ku serta saudaranya dan juga keponakannya sebentar lagi akan tewas."
bruuuu.......Trak tak....takkkkk........
Terdengar suara seperti terbakar dan asap telah mulai memenuhi ruangan.
"Lyra....
apakah anak ku terlihat sehat?"
"karena aku kasihan sama kau, akan ku jawab sebelum api itu melahap kita. anak mu itu laki-laki dan sehat.
Kamu tenang aja, ibu adalah wanita yang luar biasa dan akan sanggup merawat dan menyayangi anak mu."
Rizal hanya tersenyum seraya mengucapkan terimakasih dan pada akhirnya mereka dilahap si jago merah.
Si jago merah telah melahap seluruh ruangan dan gedung, terdengar suara mobil pemadam kebakaran yang hampir mendekat.
__ADS_1