PEJUANG GARIS DUA

PEJUANG GARIS DUA
Kisah Dari Mendiang ibu Lila.


__ADS_3

Setelah si mpok melepaskan pelukannya kemudian menatap Ku dengan derai air matanya.


"bukan hanya mendiang Lila yang melihat secara langsung perselingkuhan yang dilakukan oleh perempuan itu, tapi Mpok juga melihatnya.


Waktu mpok ke mall untuk belanja bulanan rumah, Mpok melihat wanita itu di rangkul mesra oleh laki-laki lain.


Bukan hanya sekali tapi berkali-kali, bahkan Mpok memfoto perempuan itu bermesraan dengan pria lain.


Tetap juga nak Satria ngak percaya, dan susah benar memberitahu kalau perempuan itu selingkuh.


Mendiang Lila, bukan tipe orang otoriter. tidak harus ini dan tidak harus itu, tapi .......... sebagai seorang ibu, pasti berharap kalau anaknya mendapatkan pendamping yang baik.


Gimana lah kita seorang ibu, melihat calon menantu kita bermesraan dengan pria lain.


Hati ibu mana yang rela melihat calon istri anaknya sedemikian rupa, ngak harus orang kaya atau berlatar belakang pendidikan yang tinggi.


Dari semua itu dan yang terpenting adalah bisa menjaga kehormatan suami serta keharmonisan keluarga.


Jika tidak maka pondasi keluarga akan hancur, dan jika sudah anak, maka anak itu akan jadi korbannya."


"begitu iya mpok, oh iya mpok. Sarah mau nanya nih.


Kenapa mendiang ibu Lila, memilih ku untuk menjadi menantunya dan memberikan semuanya kepada Sarah?"


Mpok Surti tersenyum dan kemudian meraih tangan Ku.


"ini mpok jujur ya, dulu mendiang sering curhat sama mpok, bahkan hal pribadi di ranjangnya pun si ibu cerita semuanya.


Suatu hari mpok bersama mendiang ibu, pergi jalan-jalan sembari mencari obat herbal untuk membuat kejantanan yang tangguh untuk Satria.


Setelah mendapatkan obat herbal tersebut, niatnya mau pulang ke rumah, akan tetapi mendiang Lila kehabisan pulsa.


Nah.....


kebetulan sekali kami lewat dari depan rumah itu dan melihat neng Sarah berjualan disana sembari merawat Adam.


Ingat ngak neng?"


"iya..... iya.....


Sarah ingat, saat itu mpok nanya deh tentang Adam."


"betul neng, waktu itu mpok nanya. itu anak mu ya neng?


terus neng jawab, ngak mpok. ini adikku dan neng juga menjelaskan keadaan Adam saat itu.

__ADS_1


Setelah membeli pulsa tersebut, pas mau masuk ke dalam mobil, ternyata si neng memanggil kami dan memberikan dompet milik mendiang.


Kamu itu cantik, sopan dan penyayang. saat itu si ibu sudah jatuh hati kepada mu dan menginginkan kamu menjadi menantunya.


Terus mpok berkata sama mendiang, ' kalau jodoh pasti bertemu lagi'.


Saat itu mendiang tersenyum lebar ke arah mpok dan kami pun lanjut lagi belanja yang lain.


Berselang beberapa kemudian, kami bertemu dengan neng di rumah sakit.


Almarhumah jelas tau kalau neng Sarah membutuhkan banyak uang untuk biaya pengobatan Adam, tapi masih rela memberikan jaminan uang ke rumah sakit untuk almarhumah.


Dari situlah si ibu mencari tau segala sesuatu tentang kamu, dan almarhumah semakin mantap untuk menjadikan neng Sarah sebagai menantunya."


oh.....oh......


Dengan serentak kami berkata 'oh' kecuali si mpok dan kemudian kami bersama-sama menatap si mpok untuk mendengarkan cerita selanjutnya.


"mungkin nak Satria sama bodohnya seperti bapaknya itu, ampun melihatnya.


sudah jelas-jelas wanita yang mendekati nya itu, adalah parasit. kalau cantik nan muda, mungkin kita masih harap maklum.


Almarhumah jauh lebih cantik dan lebih muda dari perempuan-perempuan itu.


Menurut mpok, nak Satria itu tidak akan pernah berubah sebelum perempuan itu melemparkan kotorannya ke wajahnya.


Sampai perempuan itu benar-benar mengakui bahwa anak itu bukan anak kandungnya nak Satria."


Si mpok menghela napasnya, seakan-akan dia bisa merasakan sesak yang aku alami saat ini.


"pengalaman dari sebelumnya, yaitu si bapak. sehingga membuat mendiang bu Lila harus bertindak.


Semuanya sudah dipersiapkan agar si perempuan itu tidak mendapatkan apapun jika berhasil menikah dengan Satria.


Kamu neng Sarah, menjadi pilihan terbaik baginya.


Mendiang yakin kalau kamu adalah wanita yang tangguh dan hebat untuk mengelola Lila group.


Karena disana banyak orang yang menggantung nasibnya dan beberapa yayasan bagi anak-anak yang tidak mampu.


Jika Lila group hancur, maka hancur harapan mereka, terutama anak-anak yang beruntung itu.


Lila group juga mempunyai yayasan berupa panti asuhan, dan juga sekolah gratis, mulai dari TK sampai SMK.


Neng Sarah harus mempertahankan serta memperjuangkan Lila group dari manusia-manusia parasit itu.

__ADS_1


almarhumah yakin kalau Lila group bisa berjaya kembali di tangan neng Sarah.


Buktinya Insani bangkit dan berjaya kembali saat di tangani oleh neng Sarah, karena mendiang juga mengawalinya dari Insani."


"Mpok berlebihan deh."


"ngak neng, apa yang mpok katakan benar adanya, iya pak Imran?"


"betul neng, karena bapak menjadi saksinya. bapak sudah menjadi supir pribadi almarhumah selama hampir tiga belas tahun lah.


Banyak hal yang sudah bapak ketahui mengenai kehebatan dari mendiang."


Lalu aku menyeruput teh hijau buatan mbak Tika, demikian juga yang lainnya. kemudian kami menikmati bolu kukus buatan mbak Tika juga.


Saat ini aku hanya bisa menunggu dan menunggu, dan berharap aku bisa melahirkan anak yang ku kandung dengan selamat dan sehat tanpa kekurangan apapun.


Perjuangan untuk sampai mengandung seperti saat ini, bukanlah perkara gampang, banyak serangkai tes medis yang menyakitkan aku alami.


Sakit seluruh badan karena perubahan hormon, ngilu di **** ********** Ku, buah dada yang bengkak karena pengaruh hormon.


Emosi yang tidak stabil dan sangat tidak nyaman, tapi semua demi si buah hati.


Sampai saat calon anak ku masih dalam keadaan stabil, dan aku harus benar-benar menjaganya dengan baik.


Menurut hasil USG 4D, dan anak yang ku kandung ini kembar.


Sehat-sehat ya sayang, mama sudah ngak sabar untuk bertemu dengan kalian.


"sudah waktunya neng Sarah kembali ke ranjang ya, yok neng kita masuk.


Lagian ini sudah sore dan tidak bagus untuk neng dan kandungan."


Tersenyum dan kemudian bangkit berdiri, lalu berpegangan tangan dengan mpok Surti dan juga mbak Tika.


Mpok Surti dan mbak Tika sudah seperti bidan bagiku, bidan yang merangkap sebagai ibu bagiKu.


Mereka berdua sudah berpengalaman, karena sudah memiliki anak.


Aku hanya perlu nurut akan nasihat dan saran dari kedua ibu ku itu, dan merasa nyaman dengan kedua ibu hebat itu.


Anak-anak mpok dan juga anak-anak mbak Tika, serta pak Imran dan juga Muklis sudah besar-besar dan memilih kuliah di luar kota.


Sehingga semua tetap bekerja saat ini bersama ku, karena sudah terbiasa untuk bekerja.


Tabungan mereka seharusnya sudah cukup, tapi karena sudah terbiasa bekerja dan akhirnya harus bekerja.

__ADS_1


__ADS_2