
Handphone Ku kemudian bergetar dan itu adalah pesan masuk, pesan dari mas Satria kalau dirinya akan tiba nanti sore di rumah ini.
"apa yang harus lakukan sekarang? sewa apartemen kita sudah berakhir, dan kita tidak bisa menyewa disana.
Satria mengusir kita, dan itu yang kamu inginkan kan?
Semua gara-gara kamu Friska, kenapa sih kamu tidak bisa mengontrol emosi mu?
apa susah nya ngobrol dengan baik-baik kepada Sarah?"
"perempuan mandul ini mengarang semuanya mas."
"d....i....a.....m.......
Apa buktinya jika Sarah yang mandul, dan kamu belum mengakui perbuatan mu ini, tapi sibuk mencari kesalahan orang lain.
apa sih yang dalam pikiran itu? kita ini sedang diposisi tidak baik, Rizal membutuhkan uang mahar untuk istrinya, Lyra membutuhkan perawatan medis.
Semua kacau gara-gara kau, apa yang ada dalam pikiran mu?"
"semua ini gara-gara perempuan mandul ini mas, perempuan ini yang mengacaukan semuanya mas."
"tidak ada hubungannya Friska, ini semua karena kebodohan mu, saya sudah bilang jangan gegabah.
Sekarang semua hancur karena kau, tidak ada lagi harapan untuk kita.
Hanya mengandalkan saham yang tidak seberapa itu?
Kamu benar-benar gila, sekarang saya limpahkan ke kamu, silahkan kamu berpikir sendiri.
Kita mau tinggal dimana dan bagaimana caranya mendapatkan uang untuk mahar istri Rizal.
Lagipula kenapa kamu harus mengurusi kehamilan Sarah?
Satria sendiri tidak terlalu menekan Sarah untuk segera punya anak, tapi kenapa kamu heboh?"
Pernikahan mereka masih seumur jagung, yang harusnya kamu pikirkan itu Rizal dan Lyra.
Ya sudahlah.....
sekarang terserah sama kamu."
Sang ibu mertua terdiam, lalu berjalan ke arahku dan menatapku dengan tatapan yang penuh kebencian.
"apakah kamu sudah puas menghancurkan keluarga Ku?"
Capek menghadapi ibu mertuaku ini, dijelaskan juga tidak ada gunanya. karena aku akan selalu di matanya.
"saya capek dan mau istirahat."
__ADS_1
Tiba-tiba saja sang ibu mertua menarik tanganku dan.....
prak....plassss........
"Auh.........ah........"
Ibu mertua yang ingin menampar dan aku menangkis nya, alhasil dirinya yang terjatuh hingga tersungkur ke lantai.
Setelah dirinya berbalik badan dan terlihat hidung dipenuhi dengan darah segar, hidung itu terbanting dengan lantai karena aku menghindar dari tamparan nya.
Suasana semakin runyam, mpok Surti dan mbak Tami terlihat sangat panik ketika melihat darah itu mengalir dari hidung ibu mertua.
Merasa bersalah karena hidung itu mengeluarkan banyak darah, tapi aku hanya menghindari tamparannya.
Atau memang aku harus membiarkan dia menampar Ku?
Mpok Surti dan mbak Tami langsung memapahnya ke sofa, dan pak Imran segera bergegas mengambil kotak P3K (pertolongan pertama pada kecelakaan).
Setelah kotak P3K, langsung diraih oleh mpok Surti, kapas medis dibasahi dengan obat merah, lalu di sumpal ke hidung ibu mertua.
Sementara bapak mertua hanya terdiam dan duduk di sofa, bingung untuk mengartikan tatapan itu, tatapannya kepada istri yang berbeda.
"mas masih membela perempuan mandul ini, sudah jelas-jelas dia ingin menyakiti ku dan mas hanya terdiam."
Ujar mertua dan suaminya hanya terdiam, dan dari luar sana terdengar ada suara mobil yang mendekat.
Ternyata itu adalah Farhat dan istrinya adik dari ayah mertua.
"apa yang terjadi mbak?"
Pertanyaan itu ditujukan kepada ibu mertua, tapi istri pak Farhat itu menatap tajam ke arahku.
"perempuan mandul memukul Ku, dan saya terbanting di lantai."
Mpok Surti yang membersihkan sisa darah dari sekitar wajah ibu mertuaku langsung berhenti setelah mendengarkan jawaban darinya.
Lalu mpok Surti dan mbak Tami bangkit berdiri dan berjalan ke arahku kemudian berdiri sampingku.
"keterlaluan kamu ya Sarah, bisa-bisanya kamu menampar ibu mertua mu sendiri. terkutuk lah kau Sarah.
Sudah merasa hebat karena menjadi istri Satria?"
"maaf bu, apa perlu kita melihat sisi tv untuk melihat kebenarannya?
jangan percaya pada satu pihak saja, ibu mertua ku ini terjatuh ketika saya menghindari tamparannya.
Tapi percuma juga dijelaskan, karena saya selalu salah dimata kalian semua.
Ayo....
__ADS_1
ayo limpahkan semuanya kepada ku, bila perlu lapor ke polisi atas penganiayaan.
Mungkin kalian baru puasa setelah melihat Ku mati."
Tanpa terasa air mataku mengalir juga, air mata yang sudah susah payah aku tahan agar tidak mengalir.
"ada masalah apa ini? kenapa mbak bisa seperti ini? apa yang terjadi dengan mu mbak?"
Bu Dewi mengalihkan pembicaraan dan sekarang bertanya kepada ibu mertua.
"ini semua karena kecerobohan mbak mu yang tidak berguna itu, saya memintanya untuk mintak tangan kepada Sarah, tapi malah ngajak Sarah berantam.
seharusnya saya ngak mempercayai mbak mu, tapi dia mengatakan bisa membujuk Sarah.
Lyra hampir tidak bisa di operasi karena kebodohan dan kecerobohan mbak mu yang tidak berguna ini.
Seharusnya kami sudah mendapatkan mahar untuk istrinya Rizal, tapi karena kebodohan dan keegoisan Nya.
Semuanya jadi berantakan, sekarang ini kami sudah di usir oleh Satria dari rumah ini, dan mahar untuk istrinya Rizal tidak bisa kami penuhi.
Sebentar lagi saham milikku di Lila group akan hilang, itu karena mbak ini menipu orang lain."
"tidak mas, itu fitnah. itu semua karangan perempuan mandul ini."
"tutup mulutmu Friska, bukan Sarah yang mandul, tapi anakku dan juga anak kita Lyra yang mandul.
Sadar Friska, dan lihatlah apa yang terjadi sekarang. hinaan mu akan perempuan mandul terhadap Sarah, kini sudah berbalik ke putri kita.
Rahim putri kita sudah diangkat, itu artinya mandul permanen.
Emangnya masih orang yang mau menikah dengan perempuan mandul karena virus jahanam?
Mikir pake otak Friska, sadar........
Lebih baik kamu tinggal saya sekarang, karena saat ini saya tidak punya apa-apa lagi, saham saya di Lila group akan segera ditarik oleh Satria.
Kamu memang benar-benar perempuan tidak berguna."
"cukup mas cukup, kenapa kamu tidak pernah membela Ku?"
"karena kamu bodoh Friska, dan kamu selalu melawan perintah Ku.
Mulai hari ini, detik ini juga. jatuh lah talak ku kepadamu, hari ini juga kamu bukan lagi istriku.
Sekarang kamu pergi dari rumah, karena kita berdua tidak bisa tinggal disini lagi karena perbuatan mu.
Kemas barang-barang mu, dan terserah kamu tinggal dimana, wanita tidak berguna seperti kau tidak pantas untuk dipertahankan."
Ayah mertua pergi begitu saja dari rumah ini, sementara ibu mertua masih menangis di sofa.
__ADS_1
Mpok Surti dan mbak Tami menarik tanganku, yang hendak membawa Ku berlalu dari ruang tamu ini.
Karena Susana di ruang tamu ini sudah sangat tidak kondusif.