
POV Satria.*
Surat gugatan cerai masih dipegang satria, dan berniat memasukkan kembali gugatan itu ke amplop dan kemudian....
"surat....."
Tiga lembar surat jatuh dari dalam amplop, dan segera Satria mengutip nya.
'mas Satria
Sarah sadar kalau di aku hanya istri yang mas nikahi karena persyaratan untuk mendapatkan apa yang mas inginkan.
Hati tidak akan pernah ada padaku, karena masih ada Neni di hati mu.
Tidak bisa ku pungkiri, kalau hati ini yang pada akhirnya mencintaimu, terlepas dari semua segala kekurangan yang ada.
Tidak ada manusia yang sempurna, kekurangan seseorang bisa di perbarui untuk menjadi lebih baik, demi kebaikan kita bersama.
tapi Sarah ngak bisa menerima mas Satria dengan cinta yang terbagi, lebih baik menjadi janda daripada melihat mas berbagi cinta, itu menyakitkan mas.
Perempuan merasakan yang dia pikirkan.
Sementara laki-laki memikirkan apa yang dirasakan.
sebelum merasakan kepahitan dengan cinta yang terbagi, Sarah sudah bisa memikirkan rasa sakitnya.
Sementara kamu itu mas, merasakan terlebih dahulu baru memikirkan rasa sakitnya.
Intinya adalah radar perempuan itu jauh lebih sensitif di banding laki-laki.
seorang perempuan yang sebentar lagi akan menjadi ibu, tidak akan pernah bisa melihat suaminya berbagi cinta dengan perempuan lain.
Jika ada wanita seperti itu, dan itu bukan Sarah ya mas.
Jika mas Satria menolak menandatangani surat persetujuan cerai itu, Sarah sendiri yang akan bertindak mas.
maaf jika harus mengingkari janji yang sempat Sarah ucapkan di rumah.
Perempuan itu tidak layak diberikan apapun, sikapnya sudah melebihi iblis.
Mas Satria tentunya tau, jikalau Sarah menggugat perceraian.
Mas sudah jelas-jelas menikah dengan perempuan itu, itu artinya mas Satria melanggar janji yang tertera di perjanjian pranikah.
Kedua, secara tidak langsung mas Satria mengakui anak yang di kandung perempuan itu adalah anak kandung mu sendiri.
Itu hanya alibi yang tidak bermutu dan jauh dari kenyataan yang sebenarnya.
Bagaimana seorang laki-laki yang menderita spermatozoa dan azoospermia bisa menghamili seorang perempuan?
Pengakuan mas Satria terhadap kandungan perempuan itu, benar-benar melecehkan Sarah mas.
__ADS_1
Satu lagi, Dokter Supriadi dan tim nya atas nama Indah klinik. sudah mengajukan gugatan terhadap mas Satria, mungkin setelah selesai observasi yang dilakukan terhadap mas Satria, maka mas Satria akan berhadapan langsung dengan gugatan Indah klinik.
Mas Satria hanya mendengarkan perkataan dari ibu tiri mu itu, Indah klinik harus bahu membahu untuk membangun citra kembali karena fitnah dari kamu mas.
Mas Satria hanya berkata merasa di curangi oleh Indah klinik tanpa membuktikannya terlebih dahulu.
Dari situlah Sarah paham, kalau mas Satria masih bersifat anak-anak yang egois.
Umur aja yang banyak tapi sikap dan kelakuan persis seperti anak yang manja dan cengeng.
Hanya karena perempuan-perempuan liar itu, mas Satria beberapa kali menyangkal Sarah dan menuduh Sarah bersekongkol dengan Indah klinik.
Satu kali dan dua kali, Indah klinik masih bisa Sarah bujuk untuk tidak melaporkan mas Satria ke pihak berwajib atas tuduhan yang tidak berdasar.
Untuk ketiga kalinya Sarah menyerah mas, Sarah hanya seorang hamba yang masih memiliki hati dan harga diri.
Sampai jumpa di pengadilan mas.'
Tangan dan kaki itu lemas, Satria terduduk di lantai dan masih memegang surat dari Sarah.
"Sarah.....
Kamu kira saya takut sama kamu? ingat Sarah, kalau semua itu warisan dari mama Ku dan kamu itu hanya perempuan egois yang tidak bisa menerima kehadiran Neni.
Neni sudah mengandung anak kandung Ku, dan berdasarkan USG dokter, delapan puluh persen anak itu adalah laki-laki yang artinya penerus ku akan segera ada.
Kamu aja Sarah, perempuan maniak yang tidak puas terhadap kemampuan ranjang suami ini.
Kita lihat saja Sarah, siapa nanti nya yang menang."
Ujar Satria dan kemudian mengoyak surat dari Sarah.
kring.... kring.....
Telepon berbunyi dan Satria segera menjawab panggilan itu.
'*siapa ini'
'ini Findon mas.'
'kau penghianat.'
'haaa*.....'
Terdengar jelas Findon dari seberang sana menghela napasnya, seolah-olah terdengar kekecewaan yang dalam ketika Satria memanggilnya penghianat.
'*terserah kamu mas, dan hal penting yang harus mas dengarkan.'
'apa itu penghianat?'
'perempuan liar yang mas nikahi, fiks sudah terinfeksi virus HIV AIDS dan sangat besar kemungkinan janin yang dikandungnya akan tertular virus berbahaya itu.
__ADS_1
Percuma juga janin itu hidup mas, karena virus itu belum ada obat nya sampai saat ini.
Tapi mas Satria ngak sedih, karena anak itu bukan anak kandung mu mas.'
'apa maksudmu bangsat?'
'tenang mas Satria.....
Surat keterangan uji DNA dari kedua perempuan liar itu adalah palsu.
Surat keterangan itu di buat oleh dokter di klinik permata, dimana perempuan liar memalsukan hasil uji laboratorium terhadap cairan spe*ma mas Satria.
Ternyata bukan hanya mas Satia korban mereka dan ada beberapa pasien lainnya.
Seluruh dokter dan tenaga medisnya sudah di tahan polisi dan ijin klinik tersebut sudah di tarik atau apalah istilahnya itu.
Ijin praktek dari dokter dan juga petugas medis lainnya sudah di cabut.
Hal yang membuat Findon terkejut adalah, bahwa kedua perempuan liar sudah bersekongkol untuk menipu mu mas.'
'diammmmmmm'
'mas yang diammmm.......
kami melakukan ini karena sayang sama kamu mas, karena kita keluarga mas Satria.
Kandungan perempuan liar sudah mencapai dua puluh dua minggu itu artinya janin itu sudah berumur tujuh bulan satu minggu.
Sebentar lagi istrimu sang perempuan liar itu akan di operasi, karena ada pengerahan dikarenakan stress.
Mungkin aja rencana akan gagal, dan kita akan lihat janin anak siapa.
Anak sama ayah kok sama bodohnya, sampai kapan sih masih sadar?
Ayah mu yang bodoh itu sudah menyadari kesalahannya dan juga kebodohannya, yang tertipu oleh perempuan-perempuan liar di sisi nya dan saya harap mas Satria cepat sadar.
Mas itu di tipu....'
'diammmmmmm.....
kamu sengaja memprovokasi Ku, Neni itu perempuan baik-baik dan tidak mungkin berbuat hina seperti itu.
Apa sih yang di janjikan Sarah kepada mu? sehingga kau tega memfitnah ibu dari calon anak ku?'
'begini nih kalau kebodohan surat berakar kuat sampai ke jantung, capek aku ngomong sama lulusan terbaik dari luar negeri seperti ini*.'
tut.....tut..... tut ......
Sambungan telepon terputus dan Satria lagi-lagi berteriak di ruangan itu.
Sepertinya dia tidak bisa menerima akan ucapan dari Findon.
__ADS_1
Memang benar ucapan itu terlalu kasar, yang mengatakan kalau Neni istrinya perempuan liar dan penipu.