
POV Satria.*
Satu mickropon diserahkan kepada perawat yang duduk di meja operator, dan setelah itu perawat itu memutar video yang terpancar langsung ke layar lebar itu.
Lalu dokter Supriadi meminta perawat itu untuk menghentikan videonya atau video jeda, lalu dokter Supriadi menatap Satria dengan tatapannya yang kecewa.
"bapak-ibu sekalian, saya dokter Supriadi. adalah dokter yang dipilih langsung oleh ibu Sarah berdasarkan persetujuan langsung dari suaminya yaitu pak Satria Adiwijaya.
Klinik Indah bukan hanya mendapatkan investor dari dalam negeri, akan tetapi memiliki investor dari luar negeri juga.
Dengan perlengkapan medis yang mendukung program bayi tabung, dan pasien kami bukan hanya dari dalam negeri saja, akan dari negeri terutama dari Asia tenggara khususnya.
Kami selalu berusaha bekerja secara profesional dan tidak pernah memandang bulu terhadap pasien, selama pasien nya mampu membayar kami.
Tuduhan pak Satria Adiwijaya, yang menyatakan bahwa istrinya yaitu ibu Sarah telah bekerjasama dengan pihak klinik untuk menukar sel spe*ma nya dengan sel spe*ma laki-laki lain dan itu tidak berdasar.
Tuduhan ini adalah pencemaran nama baik untuk klinik kami, oleh karena itu kami telah investigasi atas tuduhan pak Satria."
Dokter Supriadi berhenti bicara dan terlihat dokter itu menatap ke arah keempat perawat yang datang bersamanya.
"nama saya Anna, dan saya adalah perawat penanggung untuk ibu Sarah dan pak Satria.
Bapak-ibu sekalian, untuk menjadi perawat di klinik indah, itu membutuhkan usaha yang sangat keras.
Seleksi yang ketat dan tentunya gratis, harus kami lalui.
Setelah berhasil menjadi perawat di klinik Indah, kami juga mendapatkan gaji yang fantastis.
Kami para perawat dan petugas medis lainnya maupun non medis, kami menandatangani kontrak pekerjaan dimana termaktub konsekuensi apabila kami melanggar kode etik profesi.
Misalnya iya saya pribadi, menerima suap seratus juta rupiah dari seseorang untuk menukar sel spe*ma pak Satria dengan sel spe*ma pria lain.
Cepat atau lambat pasti akan ketahuan, jika sudah ketahuan maka saya akan menerima sangsi berupa dengan sepuluh kali lipat dari suap yang saya terima.
Atau saya dan semua keluarga yang menerima atau menikmati suap itu akan masuk penjara, sesuai kontrak kerja yang tandatangani.
Hancur sudah masa depan kami bapak-ibu hanya karena suap seratus juta rupiah.
bahkan jikapun itu milyaran, tapi masa depan kami dan juga keluarga akan suram.
Bekerja di Indah klinik, selain gaji yang fantastis. kami juga memperoleh bonus yang besar apabila pasien kami berhasil.
Kami sangat berharap pak Satria dan ibu Sarah berhasil melakukan program bayi tabung."
__ADS_1
Perawat tersebut memberikan mickropon itu kepada rekannya.
"saya Linda, dan saya bertugas di laboratorium untuk pengawas sel spe*ma, bapak-ibu berikut kami tampilkan sisi tv.
Tolong bapak-ibu perhatian, tes yang pertama setelah melakukan pengambilan sel spe*ma untuk pertama kali dan langsung dari sumbernya.
Lalu pemeriksaan oleh ahli laboratorium, dan kemudian melakukan pemeriksaan ulang, mencatat hasil dan memastikannya lagi.
Sel spe*ma pak Satria, dalam bahasa sederhana ada cacat dan itu bisa membuahi sel telur.
Lalu dokter Supriadi melakukan serangkaian tes dan juga mengkonsumsi vitamin dan pemicu hormon kepada pak Satria.
Nah tiga hari kemudian kembali melakukan pembedahan testis pak Satria, untuk sel spe*ma.
Dibawa ke laboratorium atas pengawasan saya pribadi, dan asistennya dokter Supriadi yaitu mbak Anna.
Pemeriksaan dan penelitian oleh tim laboratorium dan itu atas pengawasan kami berdua.
Setelah sel spe*ma dinyatakan sempurna, lalu sel spe*ma di masukkan dalam tabung, kemudian menyatukan sel spe*ma dari pak Satria dengan sel telur ibu Sarah.
Penyatuan itu sempurna, lalu embrio di tempatkan di tempat khusus sebelum di suntikkan ke rahim ibu Sarah.
Berikut kami tampilkan proses pengambilan sel telur dari Sarah,....."
"Kami menjamin bahwa sel spe*ma pak Satria tidak tertukar ataupun sengaja di tukar.
begini bapak-ibu....
pasien kami itu tidak seperti pasien di klinik umum, pasien kami adalah orang-orang tertentu dan itu sudah berdasarkan janji dan konsultasi terlebih dahulu."
Perawat itu meletakkan mickropon ke meja, lalu duduk, tatapannya menggambarkan kekecewaan.
"pak Satria yang terhormat, saya sebagai pimpinan klinik Indah menyatakan, keberatan atas tuduhan bapak.
Pertama pak Satria menyatakan hasil uji laboratorium terhadap sel spe*ma bapak adalah hasil modifikasi, atau rekayasa.
Itu masih saya maafkan karena permohonan dari ibu Sarah, dan untuk kedua kalinya bapak menuduh kami melakukan penyelewengan atau pelanggaran kode etik profesi.
Dengan menyatakan akan menggugat saudara Satria Adiwijaya, yang mencoreng nama baik klinik Indah.
Sampai bertemu di pengadilan pak Satria, dan selamat tinggal."
Dokter Supriadi dan empat perawat yang bersamanya pergi meninggalkan ruang rapat, seketika semuanya terdiam.
__ADS_1
Kini Deva yang berada di podium dan menatap tajam ke arah Satria.
"Satria.....
karena kebodohan mu, satu masalah sudah menghampiri mu.
Berhubung saham mu hanya tinggal lima persen di Lila group, maka dari itu. Satria tidak berhak memakai jasa pengacara dari Lila group.
Silahkan cari sendiri dan nikmati kebodohan mu ya."
"saya ngak terima, ini semua harta kekayaan mama ku, tapi kenapa kau yang seolah-olah yang berkuasa disini."
prok....prok... prok....
Tiba-tiba saja seorang pria yang seusia ayahnya Satria keluar dari arah belakang podium, lalu Deva memberikan mickropon itu ke pria itu.
"kamu ingat saya Satria?"
"om Erik....."
Jawaban dari Satria membuat semuanya terdiam, dan pria yang bernama Erik hanya tersenyum sinis ke arah Satria.
"bagus kami mengingat om, itu artinya kamu terkejut dengan kehadiran om disini.
Mungkin kamu mengira kalau om sudah mati, tapi tidak segampang itu Satria.
Walaupun banyak orang jahat di dunia ini, tapi yakinlah bahwa ada segelintir manusia yang berhati mulia.
Salah satunya Sarah istri mu, istri pilihan dari mendiang mama mu.
Sekarang istri mu itu kau buang, hanya karena perempuan pel**ur yang hanya mengogroti mu seperti parasit.
Asal kamu ketahui, saya, Deva dan mendiang mama mu, adalah pendiri dari Lila group.
Sisa dari saham yang ada, adalah milik kami berdua bersama Deva.
Asal kamu ketahui Satria, bahwa istrimu sudah menyerahkan kuasanya kepada Deva.
Istrimu memberikan kuasa itu, sampai dia berhasil melahirkan anak mu.
Sekarang Deva yang berkuasa disini, dan kamu enyah lah kau dari Lila group."
Tatapan Satria terlihat sangat tajam mengarah kepadanya, tapi itu tidak merubah apapun juga.
__ADS_1