
Mas Satria sudah berhenti menonton video-video itu dan kemudian memberikan notepad kepada mpok Surti.
"kamu yakin video-video ini bisa dibuktikan kebenarannya?"
"kalau mas Satria, silahkan di uji mas."
Mas Satria kemudian menoleh Neni, mantan istrinya itu.
"kamu yakin itu anakku?"
"sangat yakin mas, karena terakhir kalinya kita bersama dan mas melakukannya dengan Neni."
Lalu mas Satria menatapku, tatapan seolah-olah mengisyaratkan bahwa dia tidak bersalah.
"Sarah tidak menyalahkan mu mas, itu semua masa lalu dan kita di masa sekarang.
Semua orang punya masa lalu, jika memang mas yakini itu anak mu, akui mas tapi jangan mengabaikan fakta dan juga akal sehat.
Pertama....
selama pernikahan kalian, Neni sudah berulangkali berhubungan badan dengan pria lainnya.
Ke-dua....
Tentunya mas sudah mengetahuinya, mas Satria adalah orang yang berpendidikan dan lulusan luar negeri dari kampus ternama.
Dimana kampus itu lebih mengedepankan ilmu pengetahuan dan juga akal sehat."
"jaga ucapan mu pelakor, saya tidak pernah selingkuh."
Ujar Neni yang mengatai ku sebagai pelakor, Ia sudah bercerai dengan mas Satria lalu kami menikah.
"saya tidak perduli akan penilaian mu terhadap ku Neni.
Terserah kamu mau bicara apa, tapi yang jelas saya tidak menerima kalau anak yang kandung adalah anaknya mas Satria karena itu tidak mustahil."
"perempuan mandul ini pasti cemburu mas, karena dia tidak bisa melahirkan anak."
Ucap Lyra dengan kesombongan, lalu aku menatapnya dengan tatapan tajam.
"kenapa kamu memanggil suamiku dengan panggilan mas? emangnya kamu siapa?"
"saya adik nya mas Satria, dasar perempuan mandul."
"adik mas Satria? mimpi kamu Lyra.
kamu itu anak selingkuhan mama Mu, hanya Rizal anak kandung ayah mu, sementara kamu anak selingkuhan."
"tutup mulutmu perempuan ******....."
"diam......"
Mas Satria berteriak karena ibu tirinya sudah terlihat emosi.
__ADS_1
"apa maksud mu Sarah?"
Aku mengambil notepad itu dari tangan mpok Surti lalu memberikannya kepada Findon yang duduk disamping mas Satria.
Lalu aku menatap mas Satria, dimana Findon membaca slide demi slide di dari notepad itu, dimana dokumen itu aku dapatkan dari flashdisk yang diberikan oleh Desi dan juga dari flashdisk tempat set perhiasan itu.
"mas Satria.....
Azoospermia yang mas alami serupa dengan ayah bahkan juga om Farhat.
Mas itu lahir ke dunia ini karena bantuan proses bayi tabung yang dilaksanakan di klinik Lila yang sudah di bubarkan karena mendiang ibu sakit hati karena penghianatan.
Percobaan yang ketiga barulah berhasil dan lahir mas Satria dari rahim almarhumah ibu.
Lalu ibu ingin memiliki anak kedua, tapi rahim nya tidak mendukung, lalu di tunjuk lah ibu tiri mu ini sebagai ibu ganti atau peminjam rahim.
Tapi ayah berkhianat kepada mendiang, dimana sel telur mendiang di ganti dengan sel telur ibu tiri mu ini mas, atas kongkalikong ayah, ibu tiri mu ini dan juga dokternya.
Sejak saat itu, mendiang membubarkan klinik itu dan menghentikan program itu.
akan tetapi karena nasib maka lahir lah Rizal yang merupakan anak kandung dari ayah dan ibu tiri mu ini.
Sejak saat itu ayah tidak lagi mendapatkan apapun dari mendiang ibu, dan hanya mendapatkan biaya hidup sehari-hari.
Bagaimana mungkin seorang pria azoospermia bisa punya anak lagi tanpa bantuan medis.
Lagipula testis ayah mertua sudah mengalami kerusakan jaringan karena dua kali pengerukan sel spe*ma.
Lyra maupun Ferdinand bukan anak kandung ayah, mereka lahir karena pria lain.
Semua catatan medisnya masih tertata rapi dan disimpan di ruang arsip rumah sakit Lyla.
Oleh karena itu juga, Lyra tidak bisa mendapatkan diskon rumah sakit karena dirinya bukanlah anak kandungnya.
Mas Satria.....
mas mengetahui kalau mendiang ibu, mewariskan banyak hal kepada Sarah dan itu termasuk beberapa kode akses atau pin.
Termasuk kode akses ke data base rumah sakit Lila dan database Lila group.
Jika meragukan ucapan Sarah, silahkan di uji. semuanya masih ada, dan bisa Sarah hadirkan para saksi."
Kedua wanita itu terlihat panik tapi mereka berusaha tenang agar bisa menangkal ucapan Ku.
"jangan percaya Satria, istrimu ini adalah perempuan ular berbisa.
Semua hanya rekayasanya dan tak satupun yang bisa dia buktikan."
haaaaaaaa........
Hembusan napas panjang dari Findon yang membuat ibu tirinya mas Satria berhenti bicara.
"data-data ini yang sempat hilang mas, dan semua ini benar adanya.
__ADS_1
Findon juga memiliki data pendukung lainnya, hanya saja tidak cukup jika hanya mengandalkan data pendukung.
Mbak Sarah mendapatkan data-data ini dari mana?"
"jangan disini Findon, karena mereka bertiga yang ada dihadapan kita ini adalah para pelakunya.
Mas Satria......"
Wajah mas Satria mengisyaratkan kebingungan dan tatapan itu begitu sayu.
Kemudian aku memberikan handphone milikku ke mas Satria, dimana video dirinya suami istri dengan Neni sengaja di rekam.
"video itu akan digunakan oleh Neni untuk meyakinkan mu kalau anak itu adalah anak mas Satria.
Durasi permainan mas, lumayan lama juga ya di video itu."
Tanpa terasa air mata ini menetes di pipi dan aku bangkit dari tempat dudukku.
"saya masuk ke kamar ya mas, tolong selesaikan perkara mas Satria dengan mantan istri siri mu itu.
Mas Satria berhak melakukan apapun, saya akan menghargai semua keputusan apapun yang mas putuskan.
Mas adalah orang yang berpendidikan tinggi dan yang menjadi kepala rumah tangga."
"tunggu pelakor....."
Neni menghadang ku dan Ia sudah berdiri seraya menatap tajam ke arahku.
"kamu tidak akan menang melawan ku pelakor, aku pastikan kau akan kembali melarat dan jatuh miskin."
"terserah kau mau ngomong apapun."
Lalu aku meninggalkan mereka di ruangan itu, hanya mpok Surti yang berdiri dan langsung menggandeng tanganKu.
Sesampainya di depan pintu kamar, aku melepaskan tangan mpok Surti yang menggandeng tanganku.
"Sarah mau istirahat ya mpok."
"iya neng....
jangan terlalu di pikirkan omongan perempuan tadi."
Aku hanya mengganguk lalu berlalu ke kamar dan kemudian duduk di meja rias ini.
Terdengar suara adu mulut dari ruang tamu, lalu aku mengambil kapas dan menutup kedua kuping ini.
Kemudian menuju ranjang dan mencoba untuk rebahan.
Mencoba mengingat kembali saat di ruang tamu, dimana mas Satria terlihat bahagia saat mengetahui mantan istrinya hamil.
Tidak habis pikir tentang cara pemikiran mas Satria, yang masih meyakini kalau anak yang di kandung oleh Neni adalah anak kandungnya.
Azoospermia yang diderita oleh mas Satria dan seolah-olah dia lupa akan hal itu.
__ADS_1