PEJUANG GARIS DUA

PEJUANG GARIS DUA
Menerima Kembali.


__ADS_3

Berhubung akhir pekan dan waktuku full untuk anak-anak, rasanya bahagia sekali karena bisa meluangkan banyak waktu untuk mereka berdua.


Menyusui mereka berdua secara langsung dan mengajak mereka bergurau, senyuman dan tawa kedua anakku sebagai penguat bagiku.


Setelah anak-anak tertidur dan aku kembali merenungkan akan sikap yang akan ku ambil nantinya.


"bu.....


bapak menunggu di ruang tamu?"


Aku heran siapa yang dimaksud bapak oleh Siti, kakak asuh anak-anak.


"bapak siapa Siti?"


"anu bu, pak Satria."


Kebetulan sekali Satria di rumah ini, dan semuanya harus jelas.


Aku langsung menemui ayahnya anak-anak di ruang tamu dan ketika melihat Ku, senyuman itu begitu memukau.


"kita ke taman aja."


Satria mengikuti ke taman dan kami berdua duduk berhadapan dibawa pohon mangga ini.


Mpok langsung menyajikan minuman dan cemilan untuk kami berdua, terlihat mpok ingin ngobrol dengan Satria tapi setelah kode dariku dan mpok langsung meninggalkan kami berdua di taman kecil ini.


"anak-anak lagi tidur ya?"


"iya...."


Sejenak aku menyeruput teh yang disajikan oleh si mpok, begitu juga dengan Satria.


"apa kabar Neni?"


"kabar terakhir yang aku dengar, dia sudah meninggal karena si gebukin di restoran oleh seorang ibu-ibu.


Ibu-ibu adalah ibu dari pria yang viral di media sosial, yang mengakui anaknya Neni."


"kamu yakin kalau anaknya itu anak kandung mu?"


"ngaklah, seperti ucapan kamu saat itu. untuk apa anu Ku di operasi untuk di ambil sel spe*ma nya lalu di gabungkan dengan sel telur Mu.


Jika memang segampang itu, sudah dari awal kita punya anak tanpa melakukan operasi dan proses bayi tabung.


Memang dari awal aku sudah menyadari kekurangan ku, dan mama juga sudah mengatakannya.


Dulu aku sedikit terabaikan karena keadaan, mama harus tetap mempertahankan Lila grup, lalu melawan keluarga ayah yang sadis.


Mama menjadi tulang punggung keluarga, sekaligus pelindung Ku.


Wajar jika sedikit terabaikan, tapi kasih sayang dari mama tidak akan pernah terlupakan."


"kenapa waktu pemakamannya seperti di rahasia kan?"


"supaya mereka tidak mengetahui kalau mama sudah pergi untuk selamanya, karena hanya mama yang sulit mereka taklukkan."

__ADS_1


"bagiamana dengan Neni?"


"sudah ketuk palu dan kami sudah resmi bercerai.


Saya tidak pernah menyentuhnya dan itu demi kebaikan ku sendiri dan juga anak-anak ku kelak nantinya.


Takutnya nanti anak-anak akan malu jika mengetahui ayahnya pengidap penyakit HIV AIDS.


karena penyakit masih menjadi momok yang menakutkan dan terkesan sebagai aib."


"terus kamu ngak berpikir bahwa penyangkalan terhadap anak-anak."


"demi kamu dan anak-anak serta Lila group, aku rela dibenci asal anak-anak ku masih mendapatkan kasih sayang dari mama nya.


Banyak kok anak-anak di luar sana yang bahagia hanya memiliki seorang ibu yang menyayangi nya.


Aku percaya sama mu, kalau kamu akan menyayangi anak-anak walaupun mereka membenci Ku dan itu sudah lebih dari cukup untukku."


"selain Neni, apakah ada wanita lain?"


"ingat ngak waktu Findon keceplosan ngomong nya, dia berkata kalau aku sudah keluar seketika saat bermain dengan seorang perempuan.


Sehingga perempuan itu marah-marah sama Ku, karena kecewa terhadap Ku.


Dari situ aku sedikit trauma untuk memarkan apa yang ada pada diriku.


Aku bukan nya menolak mu, ketika mama memperkenalkan mu kepadaKu.


Tapi aku kwatir tidak bisa memuaskan Mu, karena aku lelaki yang lemah.


"lalu bagaimana cara mengatasinya?"


"seperti kata mu dan juga kata mama, ada jamu yang bisa di mengatasinya.


Hanya perlu menyesuaikan takarannya agar tidak overdosis."


"jika seandainya aku memberikan penawaran, dan menerima kembali menjadi suami ku. apakah kamu bersedia jika seluruh harta kekayaan ini dan segala sesuatu tentang Lila group dan termasuk saham lima persen milik mu.


Akan menjadi milikku dan anak-anak serta kelak nantinya hak asuh anak-anak jatuh ke tangan Ku, jika seandainya kamu berulah lagi."


"Tidak sama sekali, seperti aku menepati perjanjian pranikah kita itu.


Tapi aku bertanya, apa alasan mu berkata seperti itu?"


Tarik napas dalam-dalam lalu hembuskan pelan-pelan karena pertanyaan yang berbalik kepada Ku.


"jujur....


Sejak awal aku menyukaimu dan bertumbuh menjadi cinta di hati.


Perhatian mu dan usaha mu, membuatku semakin jatuh hati kepada mu.


Proses bayi tabung bukan hanya karena menginginkan keturunan, tapi sebagai ikatan cinta ku terhadap mu dan juga sebagai pelipur lara hati dan sebagai penguat.


saat aku meminta untuk menceraikan Neni, disitulah aku berharap kepada mu karena cintaku kepadamu mas."

__ADS_1


"terimakasih..."


Senyuman itu lagi-lagi membuat jantung ku bergetar.


"Sarah hanya ingin menjadi ibu dari anak-anak kita dan melihat mereka tumbuh besar dan sehat.


Menunggu suami di rumah sambil menjaga anak-anak dan jika ada waktu pergi jalan-jalan ke taman atau pantai untuk berlibur.


Sebenarnya aku berharap kalau mas Satria berubah dan kembali menjadi suami ku.


Menjadi kepala keluarga dan Sarah menjadi istri sekaligus ibu dari anak-anak kita.


Mas Satria.....


Maukah kamu menjadi suamiku dan ayah dari anak-anak kita?"


"aku mau."


hahahaha hahahaha haha hahahaha hahahaha haha haha hahahaha hahahaha


Mas Satria tertawa dan kemudian memelukku, dan inilah keputusan yang aku ambil.


Mas Satria mencium kening dan kemudian kami duduk kembali.


"kita berdua akan membuat perjanjian ulang, seperti yang kamu minta.


Tapi satu permintaan ku, tetaplah kita tinggal di rumah peninggalan kedua orang tua mu ini, sampai anak-anak dewasa dan begitu dengan Adam.


Rumah peninggalan mama, terlalu banyak kenangan buruk disana, dimana ayah dan selingkuhan berduaan disana dan itu sangat menyakitkan.


Mas dengar-dengar kalau insani membutuhkan gudang tambahan serta office perencanaan strategi.


Bagaimana kalau rumah peninggalan mama, dijadikan gudang produk Insani untuk para seller?"


"setuju mas."


Mas Satria tersenyum dan kemudian memanggil Adam yang sedang belajar di kamarnya.


"Adam.....


kakak mu sudah memaafkan mas, Sudi kiranya Adam mau memaafkan Ku."


"iya mas, Adam juga mintak maaf karena sudah sempat membenci mas Satria.


Semoga mas Satria dan kak Sarah berbahagia selalu.


Sudah dulu ya, Adam mau main-main sama ponakan yang lucu-lucu."


Ujar Adam lalu mencium ku dan kemudian mencium pipi mas Satria.


"sudah selesai pekerjaan rumah nya?"


"sudah mas."


Jawabnya dan kemudian berlari menuju kamar anak-anak untuk bermain dengan keponakannya.

__ADS_1


Menurut Adam, ponakannya itu adalah hiburan baginya di saat PR nya dari sekolah yang banyak.


__ADS_2