
Akan tetapi raut wajah mereka berdua terlihat puas saat menceritakan kemenangan yang telah mereka raih.
"tentunya Desi menolak menjual unit kepada Rizal, alasannya adalah bahwa Desi tidak mau menjual unit nya kepada seseorang yang sudah terinfeksi virus HIV AIDS.
Sontak pria itu terkejut dan seketika marah dan mengambil kunci mobil dari Rizal dan mengancam Rizal untuk segera menghabisinya dan seluruh keluarga mamanya yang sudah menikmati uang darinya.
Kalau saja ayahnya mas Satria di luar penjara, mungkin bisa hangus terbakar di gudang kosong itu.
Friska dan anak-anaknya, Farhat dan istrinya serta anak-anaknya, dan seluruh keluarga Friska tidak terkecuali dan paling mengagetkan adalah Ferdinand.
Ferdinand anak yang sempat dianggap oleh ayahnya mas Satria sebagai anaknya, juga tewas di gudang itu.
Karena Ferdinand juga kaki tangan si Friska untuk mencari mangsa untuk dijadikan sebagai pemuas hasrat.
Dari lokasi kejadian dan ditemukan lima puluh orang yang tewas terbakar dan pihak kepolisian menyatakan kalau mereka adalah buronan yang tewas karena perselisihan diantara kelompok mereka.
Kasus di tutup dan mereka semua tewas dengan cara yang tragis."
Satria menatapku setelah Findon menceritakan kisah dari keluarganya yang aneh dan menakjubkan.
"sisanya dari ayah masih aman karena perlindungan Lila group, dan ketika Sarah mendepak mereka dari Lila group dan seketika itu juga mereka tewas oleh pria itu.
Tapi pada akhirnya pria itu mengakhiri hidupnya, karena dirinya sudah terinfeksi virus HIV AIDS dari Rizal."
"benar kata mas Satria, dan semuanya sudah berakhir dengan kemenangan untuk Lila group."
ahhhhhh.........
Aku menghembuskan napas panjang dan tidak menyangka kalau semua ini adalah campur tangan dari Satria dan juga Findon.
"kenapa Findon ngak pernah cerita mengenai ini kepada saya."
"takut bocor rencananya mbak, seperti yang Findon jelaskan sebelumnya bahwa tidak ingin ada korban lagi.
Mbak Sarah dan almarhumah bude Lila adalah orang yang berbeda-beda dan sama-sama wanita tangguh.
Bedanya adalah bahwa bude Lila berjuang sendirian sehingga menjadi korban keganasan mereka.
Mbak Sarah dan Almarhumah adalah dua wanita hebat yang aku kagumi, dan Findon ngak mau kalau mbak Sarah menjadi korban berikutnya.
Mas Satria berada dibelakang Findon dan mbak Sarah adalah sang jagoan nya, berkat kerjasama yang baik, dan persiapan yang matang."
"maksud Findon, saya itu sebagai umpan gitu?"
"lebih tepatnya tombak emas yang ujungnya dilapis dengan berlian, unsur terkuat yang ada saat di muka bumi.
Mbak Sarah menembus para musuh tanpa ampun.
mbak Sarah memang top markotop, menantu pilihan dari sang ratu Lila group."
__ADS_1
hahahaha haha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha haha hahahaha haha
Satria tertawa lepas karena ucapan dari Findon yang terkesan melebihi lebihkan.
"jangan ketawa gitu mas Satria, pikirkan caranya untuk merayu mbak Sarah, jangan sampai di ambil pria lain."
"menurut Findon, apakah masih ada kesempatan untuk Ku?"
"mana ketehe, tanya aja langsung sama mbak Sarah.
Dasar pria aneh....."
Satria tersenyum kecut ke arah Findon dan dibalas dengan sinis oleh sepupunya itu.
"berhubung semuanya sudah selesai dan berakhir dengan sempurna, maka Findon akan kembali berkelana di lautan yang luas."
"bantu lah aku Findon, jangan egois gitu."
"maaf mas Satria, janjiku kepada almarhumah bude hanya membantu mu sampai keluarga dari ayah mu itu lumpuh total.
tapi semuanya sudah melampaui target, masalah hati sangat susah untuk di urus oleh pihak lain.
Tanyakanlah hati mu yang paling dalam mas Satria, dan cobalah untuk mengetuk hati wanita pilihan dari sang ratu Lila group itu.
mbak Sarah, mohon pamit dulu dan sudah saatnya Findon kembali berlayar.
Semoga kalian berdua berbahagia dan apapun yang menjadi keputusan mbak Sarah, saya Findon akan tetap mendukung mbak Sarah."
"maksudnya Findon apa ya?"
"keluarga Findon memiliki tiga kapal pesiar bertaraf internasional, kalau misalkan sebagai hotel.
kapal pesiar ibarat hotel bintang lima dengan segala fasilitasnya.
Kedua orangtuanya Findon juga menjadi korban keganasan dari ayah dan keluarganya, sehingga Findon menjadi anak yatim-piatu.
Mama menariknya dari lautan yang luas itu, untuk membantu ku menghadapi ganasnya keluarga papa.
Aku mintak maaf dengan semuanya, aku hanya tidak ingin kamu menjadi korban mereka.
Besar harapan Ku, agar bisa di terima kembali menjadi suami Mu.
Dari awal bertemu dengan Mu, aku sudah menyukaimu dan bertumbuh menjadi cinta tapi aku tak berdaya dan harus melepas mu agar tidak menjadi korban seperti mama.
Aku sudah kehilangan mama, wanita pertama yang aku cintai dan tidak ingin kehilanganmu lagi."
"bagiamana jika aku menolak mu dan memilih laki-laki lain?"
"jika memang itu terjadi, aku ikhlas dan anak-anak tolong kamu jaga dan jika kamu keberatan, serahkan anak-anak kepadaKu dan segala hak nya sesuai dengan perjanjian pranikah kita.
__ADS_1
Bukannya mengungkit mengenai perjanjian pranikah kita, aku hanya berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk anak-anak dan juga kamu.
Dengan kedua anak kita dan berhasil nya menumpas para musuh, sudah menjadi kemenangan dan anugerah bagiku.
Sejujurnya aku masih sangat mencintaimu Sarah."
"cukup mas Satria."
Seketika Satria tersenyum karena aku keceplosan mengucapkan kata mas kepadanya.
"bahagia rasanya mendengar kamu memanggilku dengan panggilan mas, terimakasih ya."
"ngak usah geer gitu, maaf aku butuh waktu untuk berpikir."
"saya tau, tapi izin aku bisa bertemu dengan anak-anak ya serta Adam."
"emangnya sudah pernah bertemu dengan Adam?"
"sudah.....
Adam akan memaafkan ku, jika kamu mampu memaafkan Ku.
Menurut Adam, kamu adalah hidupnya dan kamu juga harapan Ku.
Aku membutuhkanmu karena mencintaimu, dan sangat berharap kamu mau menjadi istriku lagi."
"keluar."
Aku mengusir Satria dari ruangan ini, dan sangat-sangat bingung dengan segala perasaan ku saat ini.
Bingung harus bagaimana dan harus melakukan apa.
Berkali-kali mencoba untuk berpikir jernih dan bersikap tenang tapi tetap aja membuat ku semakin gelisah.
Sulit untuk mengekspresikan diri saat ini, kebimbangan akan kebenaran yang baru saja aku dengar dan semua itu seperti permainan yang mempermainkan perasaanku saat ini.
tok..... tok..... tok.....
Suara ketukan pintu itu membuatku buyar dan langsung mempersilahkannya masuk ke dalam ruangan ini.
"mbak Nia, silahkan masuk."
Kepala marketing produk Insani dan kini sudah duduk dihadapan ku dan menatapku dengan tatapan yang aneh.
"cerita say....
jangan dipendam ntar tumbuh jerawat loh di wajah mulus itu."
hahahaha hahahaha haha hahahaha hahahaha hahahaha haha hahahaha haha haha haha...
__ADS_1
Gurauan dari mbak Nia, mampu membuat ku sedikit rileks, walaupun garing tapi mampu membuat ku rileks sesaat.