
Berkali-kali Desi menyeka air matanya dan berusaha untuk tegar dan tenang, tatapannya yang lirih dan mengiris hati dan perasaan.
"Desi akan tetap mempertahankan anak ini, dan tidak akan memberitahukan kepada papa nya, biarlah anak menjadi anak ibu tanpa ayah.
Beginilah takdir pernikahan Desi bersama Rizal yang berakhir dengan pilu dan penuh kehancuran.
Desi akan menjauhkan anak ini dari keluarga Papa nya, agar tidak sama dengan mereka.
Baru aja pernikahan kami seumur jagung, sudah banyak keluarga Rizal yang datang dan meminta uang serta kerjaan yang bagus ke Desi.
Mereka bukan meminta tapi lebih tepatnya memaksa mbak.
Dari situlah Desi mulai belajar, jika dekat dengan keluarga Rizal, bukan kebahagiaan yang aku peroleh tapi kehancuran."
"mbak ngak tahu harus bicara apa lagi, kamu yang sabar ya.
Mbak juga ngak tahu apakah pernikahan mbak ini sesuai dengan harapan mbak sendiri.
Keluarga mas Satria masih berkeliaran di sekitar pernikahan mbak.
Mintak kartu VIP rumah sakit, mintak jadi model produk Insani, mintak uang dan juga mintak saham.
Benar.....
bukan memintak tapi memaksa, sementara mbak hanyalah perpanjangan dari almarhumah ibu Lila.
Seperti kata Desi barusan, keluarga dari pihak ayah mas Satria. hanyalah kehancuran yang ada dan banyak teka-teki lainnya dan semuanya itu menyeramkan.
Semua tentang keluarga dari pihak mas Satria, mereka terlihat bermusuhan tapi kompak ketika berurusan dengan uang."
Desi hanya nyengir ketika mendengarkan curahan hatiku dan kemudian menatap ku lalu meraih tangan Ku.
Sebuah flashdisk diberikan oleh Desi ke tanganku dan kemudian tersenyum.
"Desi sudah mengumpulkan beberapa informasi tentang keluarga Rizal, dan semua informasi nya ada di dalam flashdisk itu.
Semoga saja berguna untuk mbak Sarah, agar pernikahan mbak Sarah tidak seperti pernikahan Desi."
"kenapa Desi memberikan informasi ini ke mbak?"
"kita itu sama-sama wanita mbak Sarah, hanya tidak melihat kehancuran pernikahan mbak.
cukup pernikahan Desi aja, karena suami kita itu satu ayah dan mudah-mudahan flashdisk itu bisa membantu mbak Sarah untuk mempertahankan pernikahan yang utuh dan bahagia."
"semoga terwujud ya, dan terimakasih atas doa, dan terimakasih atas flashdisk ini.
mbak boleh tahu, kemana Desi akan pergi?"
"Desi pergi ngak lama kok mbak, hanya sampai anak ini lahir dan mama dinyatakan sehat oleh dokter.
__ADS_1
Desi akan kembali ke sini dan memulai hidup baru.
Mudah-mudahan mbak Sarah berbahagia dengan pernikahan mbak ya.
Desi pamit ya mbak Sarah, jaga diri dan jauhi keluarga Rizal."
Ucap Desi dan pergi setelah di jemput seseorang laki-laki paru baya.
Saatnya membuka flashdisk ini, tapi nanti aja di kantor.
kak Deva menunggu di kantor Insani dan saatnya let's go......***
Mas Satria terkadang marah dengan alasan yang ngak jelas, dan terkadang juga ingin dimanja.
Tapi itu karena pengaruh suntikan dari dokter Supriadi dan aku harus bisa memahami nya.
Walaupun terkadang sampai menusuk ke hati, akan ucapan dan tindakan dari mas Satria.
Akan tetapi itu karena pengaruh hormon yang belum stabil seperti yang dijelaskan oleh dokter Supriadi.
Harus ekstra sabar dan hati-hati dalam segala tindakan dan ucapan, ketika sudah malam dan hendak tidur, barulah bisa tenang.
Sebab vitamin untuk malam hari mengandung penenang yang membuat mas Satria tertidur lelap tanpa ngoceh dan sikapnya yang di luar jangkauan.
*******
"masih ngilu ya sayang?"
"iya mas, waktu mengambil sel telur itu terasa ngilu dan sakit.
Dua benda masuk melalui mis V Sarah, dan rasanya seperti di obok-obok mas.
Tapi sekarang sudah jauh lebih baik setelah mendapatkan suntikan vitamin.
Mas tenang ya dan jangan panik, di sisi mas ini selalu istrimu yang cantik dan kuat."
Mas Satria tersenyum seraya mencubit kedua pipiku.
"mesra banget ya, pertahanan sampai kakek nenek nanti ya."
Ujar dokter Supriadi yang sudah di ruangan ini bersama dua perawat yang mendampinginya.
"pak Satria, jangan takut dan tetap rileks ya. ada istrimu yang kuat yang selalu mendampingi mu."
"iya dok, dan saya sudah siap."
"baiklah kalau begitu, yuk lets go......"
Ucap dokter Supriadi yang mencoba mencairkan suasana dan mas Satria sudah duduk di kursi roda yang di dorong oleh kedua perawat itu.
__ADS_1
"ibu Sarah, silahkan tunggu disini ya. di dalam itu ruangan steril.
Hanya sebentar kok bu, ntar juga bapak akan segera selesai dan ibu bisa bersama bapak lagi."
Ungkap perawat yang ramah itu dan menemaniku duduk di kursi ini.
Berselang dua puluh menit kemudian, mas Satria sudah keluar tapi masih dalam pengaruh bius.
"mari bu ikut kami ke ruang rawat."
Pinta perawat yang membawa mas Satria di ranjang itu.
Lalu kami menuju ruang rawat, dimana tergantung infus yang terhubung dengan lengan mas Satria.
Perawat itu sudah memindahkan tubuh mas Satria ke ranjang di ruang rawat ini dan mempersiapkan beberapa perlengkapan lainnya.
"begini bu, punya suami ibu masih di perban. setelah pak Satria sadar barulah di bersihkan, kami tentunya bersedia membersihkan nya, karena itu adalah pekerjaan kami.
Tapi .....
ibu juga bisa membersihkannya jika ibu mau."
"saya aja mbak."
"baiklah kalau begitu ibu, oh iya bagaimana perasaan ibu? apakah masih ngilu atau gimana?"
"sudah jauh lebih mendingan mbak dan sudah enak di bawa jalan."
"syukurlah bu, kalau begitu kami pamit ya bu, kalau perlu sesuatu. tinggal tekan aja bel yang ada diatas ranjang dan kami akan segera datang."
Kedua perawat yang ramah itu meninggal ruangan ini setelah mendemonstrasikan cara membersihkan anu nya mas Satria.
Duduk di samping ranjang mas Satria dan menatap wajah nya yang tampan.
Pria dewasa yang tampan dan sudah menjadi suamiku saat ini.
Suatu proses perjodohan yang tidak terduga dan mempertemukan ku dengan mas Satria lalu menikah dengannya.
Awalnya begitu suram, akan tetapi makin kesini makin aku mencintai mas Satria.
Cinta tumbuh dengan sendirinya tanpa aku sadari, terkadang aku berpikir apakah mas Satria sudah bisa menerima Ku?
Jika di lihat dari beberapa bulan ini, perubahan sikap mas Satria yang jauh lebih baik kepadaku dan sampai titik ini dan berada di klinik ini.
Berjuang bersama untuk mendapatkan momongan, dan itu bagiKu suatu cinta dan perhatian yang tidak pernah bisa ku lupakan.
Asal jangan bertemu lagi dengan keluarga dari pihak ayah mas Satria, terlebih-lebih dengan ibu tirinya.
Perempuan iblis yang mampu merontokkan data tahan tubuh seketika dan membuat fisik menjadi drop.
__ADS_1