
Satu persatu masalah sudah selesai, dan saat ini Findon di tunjuk sebagai CEO sementara di Lila group.
Sebenarnya Findon mengaku ngak siap kepada Ku, untuk memimpin Lila group, tapi karena permintaan Ku sehingga dia bersedia menjadi CEO sementara sampai anak-anak bisa aku tinggal di rumah.
Setidaknya lepas ASI (air susu ibu), saya ingin fokus sampai enam bulan ke depan untuk merawat dan menyusui anak-anak.
Bukan tanpa alasan, karena ASI adalah kekuatan bagi bayi dan juga obat serta daya tahan tubuh untuknya.
Sepertinya ada yang kurang akan kebutuhan anak-anak, sehingga aku dan mpok Surti akan belanja.
Sesampainya di pusat perbelanjaan dan langsung menuju toko perlengkapan bayi.
"kenapa ya kita harus bertemu dengan perempuan itu?."
Celetuk mpok Surti dan perempuan yang dimaksud oleh mpok adalah Neni, istri barunya Satria.
"saya ingin bicara dengan Mu."
Pinta perempuan itu dan akhirnya kami menuju restoran di pusat perbelanjaan ini.
Sesampainya di sebuah restoran yang cukup privat dan memilih meja paling pojok, dan kami hanya memesan minuman dalam kemasan dan juga sedikit cemilan.
"saya tidak ada ada pembantu yang ikut mendengar obrolan ini."
"Mpok Surti bukan pembantu, mpok Surti itu sudah sebagai ibu bagiKu, jika kamu keberatan dan itu artinya aku juga keberatan bicara dengan Mu."
Perempuan itu menghela napasnya, dan aku tidak perduli dengan sikapnya yang aneh.
"saya juga istri sah nya Satria, kamu harus bisa berbagi harta kekayaan milik Satria, karena saya juga melahirkan anak Satria."
"ngak masala tapi dengan satu syarat, anak yang kau lahirkan itu harus tes DNA terlebih dahulu seperti yang di lakukan oleh anak-anak yang aku lahirkan.
Lima rumah swasta yang terbaik dan minimal satu rumah sakit milik pemerintah, terserah kau mau memilih yang mana, dan saya siap memberikan biayanya.
Kamu harus mengambil sampel rambut atau kuku anak mu dihadapan Ku dan secara bersama-sama kita mengantarkannya ke rumah sakit akan sampel tersebut.
ketika terbukti itu adalah anaknya Satria, saya memberikan setengahnya untuk anak mu.
Tapi kalau tidak, maka tidak sepersen pun aku berikan."
"saya sudah melakukan tes DNA terhadap anakku ketika masih di kandungan, dan itu sudah membuktikan bahwa anak yang aku lahirkan itu adalah anak kandung mas Satria."
"heii.......
Bukti yang kau berikan itu tidak valid, apa susahnya melakukan tes DNA ulang?
__ADS_1
Toh juga saya membiayai nya, dan tes DNA yang kamu lakukan itu tidak benar dan hasilnya palsu."
"jangan bicara sembarangan ya."
"kalau begitu kita tes DNA ulang dong, buktikan kalau anak mu, benar-benar anak kandungnya Satria.
apa.....
ngak berani tes DNA ulang? sudah ku duga kalau anak itu adalah hasil hubungan gelap mu dengan pria lain.
Pria yang viral belakangan ini di media sosial, dan pria itu adalah ayah kandung anak yang kau lahirkan."
"kalau iya emangnya kenapa?"
"iya jelas-jelas kau dan anak mu itu tidak akan mendapatkan apapun harta peninggalan ibu Lila."
Perempuan yang bernama Neni itu, terlihat geram dan emosi. lalu perempuan itu berdiri dan menatapku dengan tajam.
"dasar pelakor."
Suaranya yang kuat dan kami menjadi pusat perhatian pengunjung yang lain.
"bapak-ibu sekalian, jangan dekat-dekat dengan perempuan ini.
Perempuan ini pengidap virus HIV AIDS, ntar kalian tertular virusnya dari perempuan ini."
plak.....plak..... plak..... plak......
Seorang perempuan paru baya, dengan memakai masker penutup mulut dan hidung dan itu terlihat double di pakai dan juga memakai kaca medis serta sarung tangan medis.
Tamparan terhadap perempuan yang bernama Neni itu, membuat susana tidak karuan, siapakah perempuan yang menamparnya itu?
"dasar perempuan tidak tau malu, dasar perempuan murahan.
Gara-gara kau anakku jadi tertular virus jahanam itu, dan kau seenaknya meninggalkan anak mu yang tertular virus HIV AIDS itu di depan rumah ku."
"itu cucu mu bangsat, ngapain aku repot-repot mengurus cucu mu yang berpenyakit itu."
"benar-benar kamu iya, benar-benar tidak tau diri.
Gara-gara kau pernikahan anakku hancur, anakku tertular virus HIV AIDS dari kau dan pernikahan nya hancur.
Dasar perempuan murahan, perempuan jala*g, perusak hubungan keluarga orang lain, enyah lah ke neraka jahanam."
brak.....bram....pras.... brammm......
__ADS_1
Perempuan paru baya itu menghajar Neni, di banting ke meja dan kemudian terjatuh.
Piring tempat makan di lemparkan ke wajahnya sehingga wajah itu berdasarkan, dan tidak sampai disitu.
Neni di injak-injak di bagian perutnya dan kemudian ke bagian wajahnya.
Alhasil security mengamankan perempuan paru baya.
"bapak-ibu harus hati-hati sama perempuan ini, dia pengidap virus HIV AIDS dan juga pelakor.
Kepada restoran, saya mengganti segala kerugian yang saya perbuat.
Baik itu dari pelayan dan kenyamanan serta barang-barang yang sudah saya rusak."
Ujar perempuan paru baya itu, dan terlihat perempuan muda memberikan kartu nama kepada manager restoran.
"jika sudah selesai membuat tagihannya, tolong hubungi saya di nomor yang tertera di kartu nama itu ya pak.
Sebelumnya saya mewakili bos ku, memohon maaf kepada bapak dan seluruh pegawai dan terutama pengunjung restoran ini.
Kami mintak maaf atas semua kekacauan dan ketidaknyamanan yang telah kami perbuat."
Rombongan perempuan itu sudah berlalu, tapi Neni masih terkapar di lantai dalam keadaan berdarah.
"mas jangan di pel darah nya, perempuan ini mengidap virus HIV AIDS.
Sebentar biar saya telpon petugas yang bisa menangani kasus seperti ini."
Pelayan restoran itu hendak membersihkan darah yang mengalir di lantai, dan langsung aku larang, segera ku raih handphone ku untuk menghubungi petugas yang bisa menangani kasus seperti ini.
Petugas tersebut mengatakan agar menjauhi perempuan yang bernama Neni itu, untuk meminimalisir dampak penularan HIV AIDS.
Karena loudspeaker handphone aku aktifkan, sejenak para pengunjung lainnnya pada keluar dari restoran untuk menghindari perempuan pembawa sial itu.
Tidak berapa lama petugas yang berpakaian medis datang menghampiri kami, lumayan cepat juga.
Satu persatu diantara kami langsung di infekstan dan mulai melakukan pembersihan area.
Mulai dari lantai hingga akhirnya mengangkut perempuan hina itu.
"mohon yang sebesar-besarnya kepada pemilik restoran ini, kami harus melakukan infekstan menyeluruh dan itu demi kebaikan kita bersama.
Hari ini mohon di tutup dulu, dan silahkan besok di buka kembali."
"ngak masalah pak, silahkan lakukan yang terbaik, tapi mohon sebentar. kami akan membereskan bagian dapur dulu."
__ADS_1
Manager restoran meminta waktu kepada petugas itu, untuk merapikan bagian dapur.
Terlihat para pelayan restoran tidak diperbolehkan masuk ke arah dapur dan sudah di minta keluar karena sudah di infekstan oleh petugas.