PEJUANG GARIS DUA

PEJUANG GARIS DUA
Titipan Dari Almarhumah Ibu Mertua.


__ADS_3

Lagi-lagi sales yang kocak melompat kegirangan setelah berhasil menggesek kartu kredit yang aku berikan.


Pak Imran terlihat melihat laptop yang seharga enam juta.


"bapak suka dengan laptop itu?"


"ngak non, ngak.....


bapak ngak bisa main laptop dan ngak ngerti."


"iya kak, pak Imran ngak ngerti laptop. makanya pak Imran ngak kerja disini."


hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha


"mas Irfan ada-ada aja deh."


Ucap pak Imran, tapi pandangannya tidak lepas dari laptop itu.


"kakak....


pak Imran itu ingin menghadiahkan laptop kepada anak laki-lakinya, karena anak laki-lakinya sekolah SMK yang berhubungan dengan laptop gitu."


"iya sudah mas, bungkus aja sekalian. gesek lagi kartunya."


"jangan non, ngak bisa non."


"sudahlah pak e, bapak itu double job bagi Sarah.


Anggap aja ini adalah bonus untuk bapak, lagi pula ini untuk belajar pak, bukan sesuatu yang tidak berguna.


Mohon diterima ya pak."


Sales-nya yang bernama Irfan itu juga membujuk pak Imran untuk menerima laptop yang aku berikan.


Akhirnya pak Imran menerima laptop tersebut, dan transaksi pun selesai.


Istri pak Imran sudah selesai kerja, karena beliau hanya bersih-bersih sampai jam sebelas saja.


Kami memilih kafe yang tidak jauh dari toko elektronik ini, lalu memesan makanan dan minuman.


"nak Sarah, terimakasih atas pakaian yang nak Sarah berikan kepada ibu dan putri ibu. ukurannya pas dan warnanya sesuai dengan selera ibu dan putri ibu.


Nak Sarah, inilah waktu tepat untuk menyampaikan pesan dari almarhumah ibu Lila.


Ibu mertua mu yang baik hati dan cantik, ini adalah benda yang dititipkan oleh mertua mu, dan ibu tidak tahu apa isinya."


Ujar istri pak Imran, lalu memberikan kalung. dimana mainan kalung itu adalah sebuah flashdisk.


"loh bu....


kenapa harus Sarah yang menerima ini? apa maksudnya ini?

__ADS_1


tolong ibu jelaskan, karena terlalu banyak pertanyaan dan teka-teki yang membuat kepala Sarah mau pecah rasanya."


"uhmmm......


setelah makan ya nak Sarah, karena kita butuh tenaga untuk ngobrol."


Ucapan spontan dari ibu Karmila ini membuat kami tertawa bersama, dan akhirnya makanan serta minuman tersaji di hadapan kami.


Lalu kami menyantap makanan dan minuman itu sampai ludes dan pada akhirnya kami tertawa lagi karena kekenyangan.


Untuk menemani obrolan, aku memesan kopi untuk kami bertiga.


Kopi hitam sudah tersaji dan bu Karmila istri dari pak Imran menghela napas nya, lalu menyeruput kopinya.


Cangkir kopi itu diletakkan kembali dan menatapku yang sedang menunggu ceritanya tentang kalung pemberian nya ini.


"ibu bertemu dengan almarhumah untuk pertama kalinya di toko itu nak Sarah.


Suami ibu yang ganteng ini, membawa almarhumah mertua mu belanja di toko. karena suami ibu akan dapat fee penjualan nya."


Ucapan yang kocak dari bu Karmila membuat kami tertawa lagi dan susana tidak tegang lagi.


"setelah pertemuan itu, dan almarhumah semakin dekat dengan ibu.


Terakhir ibu bertemu dengan almarhumah dan menitipkan kalung itu ke ibu.


Almarhumah menjelaskan kalau beliau sudah menemukan gadis yang tepat untuk putranya, yaitu nak Satria suami kamu.


Lalu almarhumah meramalkan kalau calon menantunya itu akan bertemu dengan ibu di toko itu.


Almarhumah berpesan jangan membuka isi flashdisk itu, sebelum di buka oleh menantu yang dipilihnya.


Ibu sudah menunggu lama untuk bertemu dengan mu di toko elektronik itu.


Pada akhirnya ibu bertemu dengan Mu dan tugas ibu selesai.


Pesan almarhumah kepada ibu, untuk ibu sampaikan kepada mu nak Sarah.


Hendaklah kamu mempelajari isi dari flashdisk itu, dan jika sudah mengerti baru diskusikan dengan suami kelak nanti.


Jangan gegabah, karena orang-orang disekitar mu adalah parasit yang mematikan.


selalu lah berhati-hati dan kepadamu menantu pilihan ku, ibu tangguhkan segalanya.


Jika kamu menyerahkan tapi setidaknya beritahu suami mu akan isi flashdisk itu dan itu pun setelah kamu pelajari.


Kelak nanti nanti akan ada orang yang membantu mu jika kamu mempelajari isi dari flashdisk itu.


kurang lebih seperti itulah pesan dari almarhumah ibu mertua mu.


jangan bertanya apa maksud dari semua ini, karena ibu juga tidak tahu.

__ADS_1


Jawaban semua itu mungkin ada di dalam flashdisk itu."


Kami bertiga terdiam dan menyeruput kopi masing-masing secara bersamaan, terdengar tarikan seruput kopi dan kami tertawa.


"Sarah benar-benar bingung dengan semua ini bu, hampir setiap hari keluarga dari ayah mertua memintak saham yang dijanjikan oleh almarhumah ibu Lila kepadaku.


Ada juga yang meminta diskon biaya perawatan rumah sakit yang membutuhkan dokumen khusus dari mas Satria.


Tapi semua kendali ada pada mas Satria, tapi mereka selalu mendesak Sarah.


Belum lagi gelar perempuan mandul yang disematkan oleh ibu tirinya mas Satria kepada Ku.


Sarah juga tidak pernah melihat keluarga dari pihak almarhumah.


Perkataan mereka semua sangat menyakitkan bu.


Mereka mengecap sarah sebagai perempuan mandul.


Sarah sudah mengecek rahim Sarah kepada dua dokter ahli kandungan yang berbeda dan kedua dokter ahli itu mengatakan kalau rahim Sarah baik-baik saja.


Bahkan tukang urut yang ahli dalam penanganan pasangan yang sudah mendapatkan anak, dan tukang urut berkata kalau rahim Sarah dalam keadaan baik.


Karena hinaan dari keluarga mas Satria yang sangat menyakitkan itu, akhirnya Sarah berhasil memasak mas Satria untuk memeriksa kesuburan.


Hasil bahwa mas Satria mengalami azoospermia, dimana air maninya tidak mengandung Spermatozoa yang bisa membuahi sel telur.


Tapi ibu tirinya mas Satria masih tetap memojokkan Sarah dengan menyematkan perempuan mandul.


Sarah bingung mengekpresikannya, dan sepertinya mas Satria satu kata atau sependapat dengan ibu tirinya.


Bingung harus bagaimana lagi bu."


"nak Sarah, kenapa nak Sarah menceritakan masalah pribadi ini ke ibu, nak Sarah tahu sendiri kan kalau ibu ini hanya istri supir pribadi dari rumah mewah itu."


Dengan senyuman aku melirik ibu Karmila dan bola matanya yang berkaca-kaca setelah mendengarkan kisah Ku.


"Sarah yatim piatu dan hanya memiliki adik laki-laki yang berumur sepuluh tahun bu.


Sarah hanya mencurahkan isi hati ini, itupun karena almarhumah ibu mertuaku sudah mempercayai ibu.


Terbukti dari titipan kalung ini, bagaimana mungkin seorang konglomerat menitipkan sesuatu kepada seseorang jika tidak mempercayainya.


Sampai saat ini, Sarah baru cerita dan mengungkapkan semuanya kepada ibu.


Jika uneg-uneg ini bocor ke orang lain, ya ibu sebagai tersangkanya."


Ibu Karmila tersenyum tapi melirik suaminya dengan tatapannya yang terlihat jengkel.


"bos bapak dari dulu sampai sekarang ngak berubah ya, selalu menjadikan ibu tempat curhat nya.


Tapi kali ini agak lebih terbuka, kalau dulu penuh dengan teka-teki."

__ADS_1


hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha


Kami bertiga tertawa lagi, karena ucapan kocak dari ibu Karmila.


__ADS_2