
Satria akhirnya di vonis bersalah dengan sengaja melakukan perbuatan pencemaran nama baik terhadap Indah klinik.
Hukuman satu tahun empat bulan dan denda lima puluh juta rupiah, dan sebagainya yang sulit aku mengerti.
Hal ini perlu di luruskan agar nama baik Indah klinik di pulihkan.
Sesuai dengan kesepakatan bersama dengan pengacara perusahaan, dan juga demi menjaga nama baik Lila group atas perbuatan Satria.
Harus konferensi pers untuk memulihkan tuduhan miring itu.
Di aula Lila group, sudah berkumpul banyak awak media dan kami hanya perlu menunggu dokter Supriadi dan tim nya.
Tidak berapa lama kemudian dokter Supriadi sudah tiba di aula ini dan langsung duduk bersama dengan kami di depan para awak media.
Lalu Findon langsung menggambil alih podium dan berdiri tegak seraya memberikan sambutan.
"kita langsung saja ke pokok pembahasan kali ini, seperti yang kita ketahui bersama bahwa mantan CEO Lila group yaitu Satria Adiwijaya.
Menuduh Indah klinik tidak profesional dalam hal bekerja, yakni menukar sel spe*ma nya dengan pria lain.
Sebenarnya Indah klinik sudah mematahkan tuduhan tersebut dengan bukti-bukti yang akurat.
Saat ini Satria Adiwijaya, telah di vonis bersalah karena pencemaran nama baik.
Lebih lengkapnya akan hal tersebut, saya akan mengundang ibu Sarah Paraswati, mantan istri Satria untuk memberikan penjelasan."
Findon sudah turun dari podium itu, tapi aku enggan untuk naik ke sana.
"nama saya Sarah Paraswati mantan istri Satria Adiwijaya.
Saya menjelaskan nya dari sini aja ya, karena berhubungan jahitan di perut saya belum pulih seutuhnya, dan dokter melarang ku untuk berdiri terlalu lama."
Para awak media tidak mempermasalahkan hal itu, demikian juga dengan dokter Supriadi dan tim.
"kita langsung tanya jawab aja ya, karena sudah malas sebenarnya. silahkan bertanya."
"terimakasih mbak Sarah, selain dari pada bukti-bukti dari Indah klinik, apa kah masih bukti yang lain yang mbak Sarah miliki untuk menyangkal tuduhan Satria Adiwijaya?"
Operator langsung memuat video anak kembar Ku dan pengacara memberikan bukti-bukti berupa tes DNA dari laboratorium rumah sakit sekaligus.
Berupa foto copy sesuai asli oleh yang mengeluarkan.
__ADS_1
"sebelumnya untuk para awak media, tolong perhatikan foto dan video anak-anak ku dan bandingkan dengan wajah Satria.
buatlah kesimpulan sendiri dan foto copy hasil tes DNA yang keluarkan oleh laboratorium rumah sakit swasta yang ternama dan juga rumah sakit pemerintah.
Jelas sekali kalau ayah kandung dari anak-anak ku adalah Satria Adiwijaya."
Seketika para awak sibuk dengan bukti-bukti yang kami serahkan dan tiba-tiba saja ada wartawan perempuan yang mengangkat tangan seraya berdiri.
"hanya dengan melihat foto kedua anak mbak Sarah, tidak keraguan bahwa itu adalah anak kandung dari Satria Adiwijaya.
Matanya, hidung dan juga mulutnya. jelas-jelas itu sudah menyatakan kalau Bapaknya adalah Satria Adiwijaya.
Saya mau bertanya dari segi perempuan, mbak Sarah kan masih muda, kenapa harus melalui proses bayi tabung?
Apakah sesuatu yang membuat mbak Sarah begitu terluka?
Ceritakan dong mbak pengalamannya selama proses bayi tabung dan berapa kira-kira biaya harus keluarkan?"
"terimakasih atas pertanyaan nya, begini ya mbak.
Sebagai istri seorang konglomerat, kehadiran anak sebagai penerus keluarga adalah hal yang utama.
Begitu menjadi istri Satria dan langsung mendapatkan serangan batin dari ibu tirinya mantan suami yang bernama Farah.
Saya sudah memberikan jamu terbaik untuk Satria kala itu, dengan harapan memudahkan untuk mendapatkan anak.
Jamu sudah saya minum dan kemudian memeriksa diri secara tradisional, melalui urut.
Tapi mpok nya berkata kala itu, kalau rahim ku dalam keadaan baik-baik saja dan memintaku untuk membawa suami ikut serta dengan ku.
Tidak mungkin membawa Satria ke tukang urut, seorang lulusan terbaik dari Sydney tidak akan mempercayai pengobatan tradisional.
Kemudian aku pribadi memeriksakan diri ke dokter spesialis ahli kandungan dan penyakit Kandungan.
Melakukan konsultasi kemudian USG transvaginal, dan dokter berkata bahwa semuanya baik-baik saja.
Kemudian dokter memberikan saran kapan waktu yang tepat untuk berhubungan suami-istri agar berpeluang besar untuk hamil.
Lalu aku mengatakan hal tersebut kepada Satria kala itu, respon yang negatif yang saya peroleh.
Satria memojokkan ku, dan seolah-olah saya menuduhnya mandul.
__ADS_1
Padahal aku memberi tahu hasil dari USG transvaginal itu kepada nya, agar kami sama-sama mencari jalan keluarnya.
Kemudian aku mendatangi dokter spesialis yang berbeda dan hasilnya tetap sama, bukan saya yang bermasalah.
Akan tetapi Satria dan ibu tirinya bersatu menyerang Ku dan mengatai kalau saya lah yang mandul.
Menstruasi lancar dan dokter spesialis mengatakan tidak ada penyakit di rahim ku dan penghasil sel telur berfungsi sebagai mestinya.
Lalu aku mengancam Satria untuk melakukan tes terhadap dirinya, jika Satria tidak mau maka saya akan mintak cerai.
Akhirnya Satria menyanggupinya dan akhirnya tes spe*ma.
Nyata Satria mengalami apa itu istilahnya ya? dokter tolong jelaskan."
Lalu dokter Supriadi mengambil alih pembicaraan dan kemudian bawahnya menampilkan video.
"Satria mengalami cacat spe*ma, sehingga tidak mampu membuahi sel telur istrinya, ternyata semua permasalahan bukan hanya saja.
kami menyedot sel spe*ma langsung dari sumbernya, karena begitu lemahnya dan buruknya kualitas spe*ma dari Satria.
Walaupun sudah mengambil spe*ma langsung dari sumbernya, nyatanya sama saja.
alhasil kami melakukan serangkaian pengobatan, mengkonsumsi vitamin dan perangsang hormon.
Selama tujuh dan kemudian kontrol dan selanjutnya pengujian dan barulah sel spe*ma bisa dinyatakan sehat dan kemudian di satukan dengan sel telur dari ibu Sarah Paraswati."
Tampilkan video yang dibuat oleh tim dokter Supriadi serta penjelasannya, mampu membuat para awak cepat tanggap dan mengerti.
"jika mbak bertanya tentang skala sakit nya, itu berada di level paling tinggi mbak.
Di tuduh mandul tapi nyata suami lah yang bermasalah, terkadang dalam pernikahan jika belum memiliki anak maka istri yang menjadi korban.
Selama perempuan itu masih punya rahim dan menstruasi yang lancar, masih ada kesempatan untuk melahirkan anak.
Jika kelak ada yang mengalami seperti yang aku alami ini, ajak suami atau pasangan kita sama-sama memeriksakan diri ke dokter.
Jangan hanya menyalahkan sepihak saja, sakit rasanya mbak.
Menjalani serangkaian tes medis dan penyuntikan pemicu hormon, dan sebagainya nya, itu sangat menyakitkan mbak.
Kalau sakit di fisik saja, itu masih bisa ku tahan, tapi sakit hati yang membuat ku meronta-ronta karena menahan banyak tekanan."
__ADS_1
Tak kuasa rasanya menahan air mata ini, dan mengalir lagi di pipi ini.